SIGIT

SIGIT
SELAMAT JALAN CINTA


__ADS_3

 


 


Udara semakin dingin, aku lihat Sigit sudah tidak ada di dekatku. Aku membuka mata perlahan dan duduk. Kulihat jam menunjukan pukul 4 subuh.


Terlihat Sigit yang sedang berdiri menghadap matahari akan terbit. Langit sudah mulai terlihat berubah warna tidak segelap semalam. Bintang – bintang seakan bergerak menjauh.


“ Hey sedang apa?” Ucapku menghampiri Sigit.


“ Sedang menunggu.” Ucapnya sambil merentangkan tangan. Mungkin Dia sedang menunggu sunrise.


“ Apa kamu baik – baik saja, wajahmu terlihat pucat. Aku buatkan teh hangat dulu.” Wajah Sigit terlihat sangat pucat, tubuhnya sangat dingin. Aku membuatkannya segelas teh hangat dan kami duduk di tepi tebing.


Langit sudah terlihat lebih merah, cahaya matahari perlahan mulai muncul satu demi satu. Sigit merebahkan tubuhnya dan menyandahkan kepalanya di pahaku.


“ Terimakasih Risya telah hadir dikehidupanku dan memberi warna disetiap hariku. Terimakasi telah menjaga dan merawatku di sisa akhir hiudpku ini. Uhuk uhuk. Mungkin dengan terimakasih saja itu tidak cukup untuk membalas semua kebaikanmu tetapi aku tidak tahu lagi harus berterimakasih dengan cara apa. Aku hanya pria yang bodoh dan tidak beruntung karena tidak memahami isi hatimu selama ini. Terimakasih Risya telah mencintaiku dengan sepenuh hati. Jika aku boleh jujur aku mencitaimu jauh lebih awal dari kamu mencintaiku. Berbagaicara aku lakukan untuk bisa lebih dekat denganmu. Aku pikir dengan tidak berteman denganmu akan membuatmu mengerti akan cintaku ternyata aku salah, harusnya dari awal saat kita bertemu aku memberikan sejuta perhatian kepadamu agar kamu mengerti isi hatiku bukan malah memberi sejuta kesedihan dan kebenncian. Risya berjanjilah padaku kamu akan menjalani hidup yang bahagia selepas ini, jangan pernah teteskan air matamu lagi. Air mata ini sangat berharga kamu tidak boleh membuangnya dengan sia – sia.” Ucap Sigit perlahan sambil terbatuk – batuk dan


sesekali Dia menarik nafas panjang. Aku genggem tangannya yang dingin dan aku sentuh halus rambutnya. Aku belai Dia dengan penuh kasih sayang.


“ Berhenti untuk menangisiku, aku bukan orang yang pantas untuk kau tangisi. Risya jika jingga yang mempertemukan kita saat ini maka jangan kau tanyakan mengapa jingga juga yang akan memisahkan kita saat ini. Percayalah satu hal Tuhan sudah merencanakan yang terbaik untuk kita. Aku tidak akan benar – benar pergi darimu, aku akan selalu ada didalam hatimu. Aku akan selalu melihatmu dan mencintaimu. Percayalah setiap kenangan yang aku lalui bersamamu aku selalu mengingatnya dan menyimpannya didalam hati. Jika kata orang mendaki itu hal yang paling menyenangkan dan gunung adalah pemandangan yang sangat indah namun tidak bagiku. Tidak ada yang jauh lebih indah selain memanjat cintamu. Jika Edelweis itu adalah bunga abadi, tidak ada yang jauh abadi selain cintaku padamu. Semoga Tuhan sealu memberikan kebahagiaan untukmu. Aku lelah


ijinkan aku tidur dipangkuanmu seperti 6 tahun yang lalu. Terimakasih sandaran hatiku. Aku sangat mencintaimu.” Ucap Sigit sambil meneteskan air matanya. Aku tidak dapat berkata apa – apa lagi, air mataku terus mengalir membasahi pipi. Sigit mencium keningku dan tersenyum. Sigit menutup matanya perlahan dan terlihat ketenangan diwajahnya. Aku terus membelai rambutnya secara halus.


Matahari sudah terlihat semakin tinggi, lampu – lampu dan bintang – bintang sudah hilang satu persatu. Kabut yang menyelimuti gunung inipun sudah mulai menipis, suara burung sudah berkicau menyambut pagi.


Waktu sudah menunjukan pukul 6.30. Tubuhnya semakin dingin, wajahnya terlihat semakin pucat, nafasnya terdengar sangat lemah.


“ Sigit bangun.” Ucapku dengan suara bergetar, namun tidak ada jawaban darinya.


“ Sigit buka matamu. Ayo kita kembali.” Ucapku dengan derai air mata yang semakin deras. Tubuhku bergetar saat Sigit benar – benar tidak meresponku.

__ADS_1


Akhirnya aku putuskan untuk menghubungi Arka yang mengikuti kami dan tidur ditegal alun. Arka dan Tim SAR naik kepuncak gunung. Sigit dilarikan kerumah sakit kota.


Aku menghubungi keluarga Sigit dan Bu Risma, mereka segera datang ke Rumah Sakit kota. Arka dan Dokter setempat membawanya keruangan ICU untuk memberikan pertolongan. Aku tida bisa duduk tenang saat ini, aku terus memanjatkan Doa agar Sigit bisa terselamatkan. Air mataku tidak bisa terhenti. Pelukan hangat Ibunda Sigit menenangkanku saat ini. Aku rasakan kehancuran yang ada dihatinya namun Dia terlihat lebih kuat dan tenang dibanding aku.


Satu jam sudah Dokter memberikan pertolongan. Pintu ruanganpun terbuka perlahan kami langsung berlari menghampiri Dokter. Arka memelukku sangat erat.


Tanpa Arka harus bicara aku mengerti maksud dari pelukannya.


Entahlah aku harap ini hanya mimpi saja, Tuhan tolong bangunkan aku dari mimpi ini. Atau ini hanya gurauan Sigit saja. Semalam Dia baik – baik saja. Kami masih terbaring diatas tanah yang sama dan dibawah langit yang sama. Aku mohon seseorang bangunkan aku dari mimpi buruk ini.


“ Risya kamu harus kuat.” Ucap Arka memelukku erat, terasa airmatanya menetes. Aku tidak bisa menghentikan tangisku.


“ Arka aku sedang bermimpikan, bangunkan aku Arka, bangunkan aku. Atau kamu sedang berguraukan Arka. Ini tidak lucu.” Teriakku dengan histeris sambil memukul dada bidang Arka.


Aku lepaskan pelukan Arka dan masuk kedalam ruangan. Terlihat diatas ranjang tubuh lemah yang tak berdaya, wajahnya tertutup selimut putih. Aku buka perlahan berharap bahwa itu bukan Sigit.


Tuhan mengapa secepat ini kamu ambil Dia dariku. 6 tahun aku mencari dan menunggunya. Mengapa kamu hanya mempertemukan kami hanya dalam 10 hari saja. Mengapa kau mengambilnya kembali secepat ini. Begitu banayk Dosa aku kah padamu sehingga kau mengambilnya selamanya dariku. Tuhan jika ini hanya sebuah mimpi buruk maka bangunkan aku dari mimpi buruk ini.


 


 


Kini tubuhnya sudah terbaring dibawah tanah dengan tenang. Dia sudah tidak merasakan sakitnya lagi, Dia sudah jauh lebih baik lagi disana. Sigit semoga tuhan memberikan tempat yang terindah untukmu seperti aku yan selalu


memberikanmu tempat dihatiku.


Disini aku akan selalu mencintaimu. Terimakasih telah memberikan pelajaran terindah dihidupku.


Aku sadar saat ini setiap orang memiliki kisah hidupnya masing – masing. Tidak semua kisah akan berakhir bahagia atau menyedihkan.


Percayalah Tuhan telah merencanakan semuanya sebaik mungkin.

__ADS_1


Jadikanlah pelajaran disetiap apa yang telah kamu lalui karena semua itu memiliki makna tersendiri.


 


4 hari kemudian KKN kamipun berakhir dengan baik. Aku memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Seminggu kemudian aku melangsungkan pernikahan dengan Arka. Arka menjelaskan semuanya. Ternyata ini permintaan Sigit. Dia meminta Arka untuk segera menikahiku agar aku tidak merasa kesepian setelah kepergiannya.


Sigit telah merencaakan semuanya, hadiah terindah untuk pernikahan kamipun telah Sigit persiapkan. Kami melangsungkan pernikahan di Bandung bersama anak – anak panti.


Di Desa inilah semua kenangan itu terukir, aku tidak akan pernah melupakannya. Di Desa inilah aku belajar banyak hal. Di Desa inilah aku menemukan yang aku cari. Makna Hidup, Cinta, kasih sayang dan perpisahan.


Semoga kelak Desa inilah yang akan memberikan aku sejuta kebahagiaan.


Aku sekarang mengerti apa itu makna hidup yang sesungguhnya dan apa itu arti Cinta yang sesungguhnya. Ambilah hal positif disetiap perjalanan hidupmu dan buanglah setiap hal negatif didalamnya.


Syukurilah hidupmu saat ini saat Tuhan memberikanmu kesehatan. Sesekali cobalah tengok kebelakang masih banyak orang yang jauh menyedihkan dibanding kamu. Hargailah setiap orang yang mencintaimu selama Dia masih ada disisimu. Jangan pernah sia – siakan kesempatan yang ada. Kamu akan menyesal ketika Tuhan mengambil semuanya darimu. Dekatkanlah dirimu terhadapnya. Ingat Allah Swt lah yang telah menciptakan kita dan hanya kepadanyalah kita akan kembali.


 SIGIT AKU AKAN SELALU MENYIMPAN NAMAMU DIHATIKU KARENA AKU TAHU SAAT CINTA TAK HARUS MEMILIKI BUKAN BERARTI KITA HARUS MEMBENCI CINTA.


     SELESAI  


 


 


Terimakasih banyak reder yang setia nantikan di SESON 2 ya saat Sigit menceritakan Risya. Apa kalian setuju kalau author menerbitkan SESON 2?


Mohon dukungannya selalu.


 


 

__ADS_1


__ADS_2