
Hari ini kami semua berduka atas kepergian Ega, kami sementara tidak melakukan kegiatan KKN kami terlebih dahulu untuk menghormati Ega.
Aku dan Arka kembali ke Panti untuk bertemu dengan Bu Risma. Suasana Panti tiba – tiba menjadi sunyi dan sepi, sebagian anak lebih suka mengurung diri dikamar mereka.
Bu Risma pun masih mengurung diri dikamar karena bersedih. Aku tidak ingin mengganggunya. Tadinya kami memutuskan untuk pulang kerumah Pak Kades. Aku melihat kearah taman terlihat Devi sedang duduk sendiri di sebuah ayunan.
Aku dan Arka menghampirinya, terlihat kesedihan diwajah Devi.
“ Apa kamu baik – baik saja Devi ?” Ucapku sambil memeluknya. Devi meneteskan air matanya. Dan terus menangis tersedu – sedu. Devi menyentuh wajahku.
“ Ka Risya, apa Ega sudah bahagia disana?” Ucap Devi yang terus meraba wajahku, sepertinya Dy sedang membaca mimik wajahku karena Dy tidak dapat melihatku. Aku tidak bisa berkata apa – apa lagi saat melihat kesedihan yang mendalam di wajahnya.
“ Devi sayang tahukah kamu mengapa Ega pergi meninggalkan kita, itu karena Tuhan sangat menyayanginya. Tuhan tidak ingin meliha Ega merasakan kesakitan selama ini jadi Dy membawa Ega pergi bersamanya. Ega anak yang baik aku yakin Tuhan menempatkannya di Surga.” Ucap Arka yang menurunkan tubuhnya sejajar dengan
kami dan memegang tangan Devi.
Arka mungkin sering bertemu dengan hal yang seperti ini jadi Dy terlihat lebih kuat.
“ Berarti apakah Tuhan tidak sayang dengan kita?” Tanya Devi yang masih terus mengalir air matanya. Dy gadis kecil yang polos sulit untuk kami menjelaskan kepadanya, yang Dy tahu mengapa Ega pergi meninggalkannya.
“ Tuhan juga sangat menyayangi kita, namun cara Dy menyayangi seseorang itu berbeda – beda. Percayalah Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk umatnya.” Ucap Arka yang kemudian memeluk Devi. Air mata Arka sudah tidak bisa terbendung lagi.
__ADS_1
Baru kali ini aku melihat Arka begitu peduli dengan seseorang yang baru Dy kenal hingga Dy harus menangis seperti ini. Arka lebih banyak berubah Dy jauh lebih dewasa dan rasa peduli terhadap sesama semakin tinggi.
“ Risya, esok aku harus ke Jakarta.” Ucap Arka secara mendadak, aku yang lagi meminum teh begitu kaget mendengarnya.
“ Mengapa mendadak sekali kau mengatakan ini.” Ucapku sambil menaruh minum diatas meja.
“ Ya aku ingin mengatakannya dari kemarin namun melihatmu sedang kurang baik aku
mengurungkan niatku.” Ucap Arka sekilas menatapku lalu tatapannya berpaling ke langit yang penuh biintang. Malam ini sangat cerah sekali dengan bintang yang bertaburan menghiasinya.
“ Berapa hari kamu di Jakarta?” Ucapku sambil menatap wajah Arka yang begitu tenang.
“ Mungkin kurang lebih 3 hari.” Ucap Arka yang kemudian menggenggam jemariku. Arka memberikan senyuman terbaiknya kepadaku agar aku tidak merasa kecewa.
“ Hmmm.. jaga diri kamu baik – baik disana. Jika kamu berkunjung kerumah titip salam untuk Mamah dan Papah juga Ka Bayu.” Ucapku sedikit menghela nafas dan bersandar dibahu Arka.
Aku sangat merindukan Mamah dan Papah juga Ka Bayu. Sudah 2 hari aku tidak menghubungi mereka karena sibuk.
“ Iya aku akan berkunjung kerumah mu sabagai menantu yang baik.” Ucap Arka manja sambil menarik lembut hidungku.
“ Terimakasih banyak Arka.” Ucapku yang masih bersandar dibahunya. Disisi lain aku memikirkan Sigit. Setelah pulang dari pemakaman itu aku tdak melihatnya lagi. Bahkan saat pengajian tadipun aku tidak melihatnhya. Mungkinkah Dy baik – baik saja.
__ADS_1
“ Sudah malam, lebih baik kamu tidur karena besok kamu pasti akan melakukan banyak pekerjaan.” Ucap Arka sambil melihat jam di Ponsel miliknya.
“ Jam berapa kamu akan berangkat esok ?” Ucapku dengan mata yang sudah mengantuk.
“ Aku akan berangkat pukul 4 subuh agar tidak terjebak macet.” Ucap Arka mengelus rambutku.
“ Apa itu tidak terlalu pagi, bagaimana jika aku belum bangun jam segitu.” Ucapku dengan wajah cemberut karena kesal Arka harus pergi pagi sekali.
“ Tidak masalah jika kamu belum bangun, aku kan tidak pergi bersamamu lagi pula. Ya sudah kamu tidur ya. Jaga kesehatanmu selama tidak ada aku dan jika ada sesuatu segera menghubungiku.” Ucap Arka sambil beranjak dari tempat duduknya dan merentangkan tangannya.
“ Iya kamu tidak bpergi bersamaku tetapi apa kamu tidak ingin berpamitan denganku. Ucapku yang ikut beranjak dari tempat dudukku.
“ Peluk Aku.” Ucap Arka merentangkan tangannya kembali.
“ Apa sih Arka, malu nanti ada Pak Agung.” Ucapku menurunkan tangan Arka.”
“ Ya sudah jika kamu tidak mau memelukku, biarkan aku memeluk mu. Pak Agung juga sudah tidur sepertinya.” Ucap Arka sambil memelukku dan mencium keningku.
“ Aku akan kembali ke Appartement terlebih dahulu untuk mempersiapkan keberangkatan esok.” Ucap Arka sambil melepaskan pelukannya. Aku kira malam ini Dy akan bermalam disini ternyata Dy harus kembali ke kota malam ini juga.
“ Ya sudah hati – hati dijalan, kabari aku setiap saat.” Ucapku sambil mengelus lembut pipi Arka,
Arka langsung berkemas untuk kembali ke Apartementnya kerena esok Dy akan ke Jakarta.
Malam semakin larut dan Arka telah kembali ke Apartementnya. Aku merebahkan diri dikasur dipanku rasaya cukup lelah sekali hari ini. Bayangku teringat kejadian tadi pagi, aku masih tidak menyangka bahwa Ega akan meninggalkan kami secepat ini. Air mataku kembali mengalir saat mengingat kejadian itu.
__ADS_1