SIGIT

SIGIT
HUJAN


__ADS_3

“ Risya, bagaimana kalau kita berbincang sebentar di rumah saya.” Ucap Sigit kepadaku ketika kami melangkahkan kaki keluar. Diluar langit sudah mulai mendung wajar saja ini sudah memasuki bulan penghujan jadi setiap hari kami sering bertemu dengan hujan – hujan itu.


“ Rumahmu ? aku tidak tahu kalau kamu memiliki rumah di Desa ini, aku pikir kamu tinggal bersama mereka.” Ucapku dengan nada penuh tanya, aku pikir selama ini rumahnya adalah panti itu ternyata Sigit memiliki rumah lain.


Kami berjalan keluar pintu gerbang panti tidak jauh melangkah terlihat rumah terbuat dari bamboo dengan pekarangan yang luas dan hijau, kami memasuki rumah itu.


Sungguh rumah yang indah, Dinding rumah terbuat dari bamboo dan kaca saja sedangkan


lantai rumah terbuat dari marmer dengan ukiran yang antik. Rumah ini minimalis namun terlihat mewah.


Aku menyusuri setiap ruangan rumah ini, di halaman belakang kita bisa langsung melihat persawahan dan pegunungan. Ini rumah yang aku impikan rumah yang aku sering bayangkan dan sekarang rumah ini nyata dimiliki Sigit.


“ Ini rumahmu? Indah sekali.” Ucapku sambil melihat seisi rumah ini.


“ Iya indah, aku terinspirasi dari ceritamu. Lalu aku meminta seorang Arsitek untuk membangunkannya untukku.” Ucap Sigit sambil mengajakku berjalan menyusuri tangga yang terbuat dari bamboo.


Kami menuju kamar utama milik Sigit, kamar yang luas dengan dinding lebih dominan kaca dibanding bambo. Hujan mulai turun membasahi kaca itu dan telihat indah. Aku membuka pintu kaca Balkon dan terasa hujan menyentuh telapak tanganku.


Dari balkon terlihat hamparan sawah yang luas dan hijau, terlihat juga sungai mengalir dengan air yang jernih dan beberapa bunga lily yang bergoyang tertiup angina.


Aku tidak peduli saat ini hujan mulai membasahi tubuhku aku senang melihat pemandangan ini.


“ Taukah kamu Risya aku sudah membayangkan ini sejak lama, kamu akan hadir berkunjung kerumah ini." Ucap Sigit sambil memelukku dari belakang. Kini hujan turun semakin deras membasahi tubuh kami. Sigit menahanku dan masih memeluku.


“ Maksudmu.” Ucapku bingung mendengar apa yang Sigit katakan. Mungkinkah Dy memiliki perasan yang sama sepertiku selama ini. Lalu menagapa Dy tidak pernah mengungkapkannya. Tahukah aku menunggu kata – kata itu dari mulutnya.


“ Aku bermimpi kita tinggal bersama dirumah ini dan hidup bahagia. Tapi itu semua hanya mimpi jangan pernah kau pikirkan lagi. Aku hanya laki – laki bodoh yang tidak mampu mengatakan hal paling penting kepada seorang wanita.” Ucap Sigit sambil menyandarkan dagunya dibahuku. Air mataku sekietika menetes. Aku senang mendengar pernyataannya itu dan disisi lain aku sedih mengapa kau terlambat mengungkapkannya setelah kini hidupmu tinggal menghitung watu dan aku telah dimiliki orang lain.


    ( Sound Dygta “ Cinta Sudah terlambat ” )


“ Kenapa kamu baru mengatakannya hari ini, kenapa kamu tidak mengatakannya dari dulu. Tahukah kamu aku menunggu selama 3 tahun saat kita sekolah dan aku mencarimu selama 6 tahun ini. Apa kamu tahu rasanya seperti apa ?” Ucapku yang berbalik menghadap Sigit dan mengungkapkan semua isi hatiku kepadanya. Mungkin ini waktu yang tepat walau semua sudah terlambat.

__ADS_1


“ Maafkan aku Risya, aku takut kamu akan membenciku. Aku tidak bisa jika kamu benar – benar membenciku.” Ucap Sigit meneteskan air matanya dan menatap wajahku. Hujan yang turun begitu deras mengalir terlihat diwajah Sigit dan terasa membasahi tubuh kami.


“ Bagaimana bisa aku membencimu. Aku pikir setelah kejadian di Gunung itu kamu akan mengungkapkannya ternyata tidak, aku terus menunggu Git dan menunggu sampai Arka kembali dan melamarku. Bagaimana aku bisa menolak lamaran seorang pria. Aku hanya seorang wanita yang bisa menunggu.” Ucapku terus meneteskan air mata. Sigit memelukku begitu erat dibawah rintikan hujan.


Inilah hal yang aku takutkan dan aku benci saat kamu mengatakan semuanya diatas keterlambatan.


Mungkin kita tidak berjodoh didunia ini, atau mungkin Tuhan tidak merestui kita bersatu tetapi kenapa dan mengapa???


Sigit memegang kepalaku dan  mengusap airmataku yang


bercampur hujan, Dy menciumku tepat di bibirku. Ciuman kedua darinya dan masih sama seperti dulu.


Aku tidak bisa menolak ciuman dan sentuhan darinya.


Sigit terus menciumku dan membelai wajahku. Air hujan masih saja turun seakan ikut bersedih bersama kami. Sigit kembali memeluk tubuhku lalu menciumku kembali.


Airmataku semakin tidak bisa terhenti. Terlihat mata Sigit yang memerah.


kami saat ini benar – benar dekat dan dekat.


“ Aku akan selalu membuat kamu mengingatku, aku tidak akan mengijinkanmu jauh dariku. Jangan ucapkan itu Sigit aku tidak ingin mendengarnya.” Ucapku semakin sedih saat mendengar kata – katanya itu. Ucapannya seolah pesan terakhir bagiku.


Aku tidak ingin sesuatu terjadi padanya.


Aku memeluk tubuh Sigit dan mencium bibirnya. Kali ini aku yang memulainya. Aku sangat mencintainya meski kami tidak tahu esok akan seperti apa ? tetapi hari ini adalah hari terindah bagi kami.


Aku tidak bisa melupakan kejadian sore tadi saat dirumah Sigit. Aku hanya wanita biasa yang tidak


bisa membohongi perasaanku. Aku mencintai Sigit dan aku tidak bisa meninggalkan Arka. Biarlah semua berjalan seperti ini.


Meski ini berat dan sulit bagiku tapi aku harus menjalaninya.

__ADS_1


Aku tahu kata orang cinta pertama tidak bisa dimiliki.


Seperti Sigit bagiku Dy cimta pertamaku dan Dy tidak mungkin aku miliki.


Aku akan simpan


namanya dan kenangannya dihatku yang paling dalam, lalu aku akan ceritakan pada


dunia tentang kami agar mereka tahu seberapa besar perjuangan kami untuk


mencari cinta yang sejati dan sampai akirnya tuhan berkata bahwa Saat Cinta Tak


Harus Memiliki namun tetap jadi sebuah kenangan terindah dan belajarlah pada


satu kesalahan untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.


Percayalah pada


kekuatan Tuhan, sejauh apapun, selama apapun dan sesulit apapun kita untuk


bertemu dengan orang yang kita Cintai maka jika takdir menuntun kita kearahnya


bertemulah kita dengannya.


Percayalah jangan


mencintai orang lebih dari Tuhan yang menciptakanmu itu sama saja kamu


menduakannya. Jika kamu tidak berjodoh dengannya didunia berdoalah kelak kau


dipertemukan kembali diakhirat.

__ADS_1


__ADS_2