Single Mom Diusia Belia

Single Mom Diusia Belia
Part 11


__ADS_3

Dalam tidurnya Gion mendengar tangisan suara bayi, awalnya begitu jauh dari pendengarannya namun semakin lama tangisan itu semakin dekat dan terus mendekat hingga begitu dekat di telinganya.


Karena tangisan itu mengusik pendengarannya, Gion pun perlahan membuka matanya dan seketika matanya melebar melihat seorang bayi yang tengah menangis di sampingnya dan lebih parahnya lagi tangan Gion sedang menindihnya. Sontak Gion terperanjat dan langsung duduk hingga lupa kalau kondisi kakinya sedang lumpuh.


"Bayi. Bayi siapa ini? kenapa bisa ada di sini?" tanya Gion dalam kebingungan akibat kesadarannya belum pulih.


Bayi itu pun masih menangis dan Gion berusaha mencari Mica namun tidak menemukannya.


"Uusssttt, uusssttt, Anak pintar jangan nangis ya." ucap Gion menenangkan Ray sambil mengapuk nya pelan agar tentang.


"Anak pintar, jangan menangis ya, ada om di sini." ucap Gion, Ray yang merasakan ada yang menemani, dia pun perlahan menghentikan tangisnya dan terus menatap Gion yang terus menenangkannya.


"Anak ganteng, gitu dong. jangan nangis lagi. Ah kemana pula mamamu ini, Sampai dia meletakkan kamu di sini."


"Mica. Kamu dimana." panggil Gion dengan suara besarnya, namun tidak menyadari akibat teriakannya, kembali membuat Ray menangis karena takut.


"Astaga aku lupa kalau ada bayi di sini." gumam Gion, lalu kembali mengapuk-apuk Ray agar bisa tenang.


'Bagaimana aku menenangkannya, aku gak gak pernah menjaga seorang bayi. Bagaimana pula cara mengangkatnya, salah-salah nanti malah tulangnya patah." gumam Gion serba salah dan bingung cara untuk mengendongnya.


Tak lama kemudian Mica datang dengan terburu-buru.


"Maafkan mama sa-" ucap Mica terhenti saat melihat Ray sudah berada di dalam gendongan Gion.


"Ray, tadi dia-" Mica bingung menjelaskannya kepada Gion.

__ADS_1


"Kenapa kamu meletakkan anakmu di sampingku. Hampir saja aku menindihnya?" tanya Gion kesal dan menyerahkan kembali Ray pada Mica.


"Maafkan aku tuan, tadi aku benar-benar sudah gak tahan ini ingin ke toilet dan gak mungkin aku bawa Ray, aku aku tinggalkan di sofa takut jatuh. Makanya aku letakkan di sisi tuan. Maafkan aku dan anakku tuan. Aku janji kejadian ini tidak terulang lagi.


"Hah, lain kali jangan sembarangan meletakkan anakmu dia bukan boneka yang bisa diletakkan sembarangan." Tutur Gion


"Iya tuan."


Pintu kamar yang terbuka mengagetkan mereka. Ternyata Vika samar-samar mendengar suara tangis bayi dari arah kamar Gion dan karena rasa penasaran itu Vika memutuskan untuk mencari tau dan akhirnya dia melihat pemandangan di luar dugaan.


"Mica, bayi siapa itu?" tanya Vika dengan penuh Curiga.


"Nyonya, ini bayi, ini- ini bayi saya nyonya." jawab Mica tergagap.


"Ma, Dengarkan dulu penjelasan ku dan Mica. Mama salah paham" sela Gion.


"Mau jelaskan apa lagi. Mama sudah melihatnya sendiri, tidak ada salah paham. Mama harus laporkan ini pada papa kalian, biar kalian mendapatkan hukuman." Saut Vika.


Tiba-tiba Vika merebut Ray dari tangan Mica.


"Mau diapain anak saya nyonya?" tanya Mica yang terkejut saat Vika begitu saja mengambil Ray tanpa memintanya.


"Ma, kembalikan anaknya Mica, mama bisa mendengarkan penjelasan Gion dulu." sela Gion.


"Anak ini mama tahan, akan mama kembalikan kalau kalian sudah jujur." Jawab Vika dan segera membawa pergi dari kamar Gion.

__ADS_1


"Nyonya, Kembalikan Ray. Nyonya salah paham." Teriak Mica sambil mengejar Vika yang membawa Ray menemui suaminya.


"Nyonya tolong." Langkah Mica terhenti tepat di depan Vika yang sedang menunjukkan Ray kepada Morgan.


"Nyonya tolong kembalikan Ray." Mica memohon dengan menyatukan kedua telapak tangannya agar Vika mau mengembalikan Ray padanya.


"Aku akan memberikan kalau kalian Jujur. Aku tidak mau ada kebohongan lagi. Malu kami sebagai orang tua, sangat malu kami mengetahui hal ini." kata Vika dengan tegas.


Gion yang berusaha menyusul segera menghampiri sang Mama untuk menjelaskan kesalahan pahaman yang terjadi. Gion tidak bisa menyalahkan Mica karena Gion sendiri yang memintanya.


"Gion. Jelaskan semuanya pada kami. Apa benar yang dikatakan mamamu itu? Papa benar-benar kecewa Gion. Kamu itu pria berpendidikan dan kamu seharusnya bisa memberi contoh dan menjaga bukan malah melakukan hal yang tidak tidak terhormat seperti ini. Apa kamu tidak malu dengan gelar mu sebagai seorang guru yang malah merusak anak didiknya. Papa benar-benar kecewa."Ucap Morgan sang papa dengan penuh amarah, karena mereka di kecewakan oleh putra kebanggaannya.


Gion melirik Mica yang terisak dalam tangisnya.'Maafkan aku mica aku terpaksa melakukan ini. Biar Mama mengembalikan anakmu dan juga menghindari rasa malu. Aku akan berusaha menerimamu dan juga anakmu setelah ini.' gumam Gion lalu menatap kedua orangtuanya.


"Maafkan aku pa, aku tidak bermaksud untuk mempermalukan kalian kerena perbuatan ku. aku akan bertanggung jawab padanya. Dan aku juga akan membantunya menyelesaikan pendidikannya. Aku siap mendapatkan hukuman atas perbuatan kami." jelas Gion membuat Mica menghentikan tangisnya, ia tak percaya jika majikannya akan menanggung kesalahan yang dilakukan orang lain. Mica yakin jika Gion bukalah orangnya.


"Tuan, jangan lakukan itu. Jangan menanggung kesalahan yang di lakukan orang lain. Aku tidak mau berhutang balas Budi. Aku tidak mau belas kasihanmu." tolak Mica membuat Vika dan Morgan bingung dengan penjelasan yang berbeda.


"Kamu bilang apa Mica, dia itu anak kita dan aku sudah berjanji padamu akan bertanggung jawab jika kamu hamil dan sampai sekarang kamu baru cerita tentang anak kita dan juga terlanjur di ketahui oleh mama dan papa. Lebih baik kita akui saja, tidak ada salahnya kita jujur dan aku sudah siap dengan semuanya." bujuk Gion pada Mica yang masih tak paham dengan maksud dan tujuan Gion mengakui Kesalahan yang tidak dia lakukan.


"Baiklah sekarang kalian sudah mau jujur. Gion kamu harus bertanggung jawab untuk menikahi Mica secepatnya. Aku tidak mau berita kalian sampai di dengar publik. Papa tidak bisa menghukum mu, karena kamu sudah dewasa. kamu tau apa yang harus kamu lakukan tanpa papa perlu ulangi." Morgan pun hanya bisa menghela nafas dan memendam kemarahan pada putranya.


'Kenapa Tuan Gion melakukan ini. Kenapa tuan Gion memutuskan untuk bertanggung jawab yang jelas-jelas itu bukan anaknya. Apakah aku harus bahagia di atas penderitaan tuan Gion kerena harus menikahi ku atau aku harus menangis karena yang bertanggung jawab bukan ayah biologis ray.' gumam Mica sebelum akhirnya pingsan.


To be continued ☺️☺️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2