Single Mom Diusia Belia

Single Mom Diusia Belia
Bab 40


__ADS_3

Gion mengantarkan Mica hanya sampai gerbang sekolah. Gion hanya mengajar di hari Rabu dan Sabtu saja, sedangkan hari lainnya Gion harus pergi ke kantor.


"Aku sudah bilang sama pak Parman, untuk menemani kamu melihat Cctv. Cepat temuin pak Parman, sebelum jam pelajaran di mulai, dan mas harap bisa menemukan dia." ucap Gion.


"Iya mas, makasih sudah mau bantuin." jawab Mica lalu mencium punggung tangan suaminya dan Gion mencium kening istrinya.


"Belajar yang rajin ya." Ucap Gion dan Mica pun mengangguk sebelum keluar dari dalam mobil.


Setelah Gion pergi, Mica segera mencari pak Parman yang merupakan penjaga sekolah. Setelah berkeliling, akhirnya Mica menemukan pak Parman yang tengah bersih-bersih di belakang sekolah.


"Pak Parman." Panggil Mica. Pak Parman pun segera menoleh dan saat melihat yang memanggil dirinya adalah Mica, pak Parman pun tau tujuan Mica.


"Iya Nona, tunggu sebentar." jawab pak Parman.


Setelah membereskan pekerjaannya, pak pak Parman segera membawa Mica ke ruang Cctv, dan kebetulan juga para siswa belum banyak yang berdatangan.

__ADS_1


"Masuk saja Non, tapi kalau bisa jangan terlalu lama ya non, takutnya nanti ada yang curiga. Non tau kan, kalau gak sembarangan siswa bisa melihat cctv sekolah." jelas pak Parman dan Mica pun mengangguk.


Segera saya Mica menghampiri meja tempat beberapa monitor untuk mengawasi setiap kamera Cctv. Mica Segera mencari rekaman cctv pada tanggal 8 untuk memutar ulang rekaman. Mica ingin melihat siap pelakunya agar tidak salah tuduh.


Jantung Mica berdetak kencang, karena di penuhi rasa penasaran yang membuatnya hingga jatuh sakit.


Setelah mendapatkan tanggal dan rekaman Mica segera klik untuk memutar ulang. Dan situ mulai dari aktivitas saat Mica masuk dan siswa yang lain keluar masuk juga.


Setelah cukup mengawasi, akhirnya Mica melihat salah satu teman kelasnya yang terlihat mencurigakan, namun Mica masih belum bisa memastikannya, karena posisi cctv yang tinggi.


Betapa terkejutnya Mica setelah di zoom wajah perempuan itu terlihat, bahkan sangking terkejutnya membuat Mica sampai menutup mulut.


" Tidak, ini tidak mungkin, kenapa dia melakukan itu. Kenapa dia tega mengancam ku. Padahal aku sangat percaya padanya. Aku harus menanyakan langsung padanya, tujuan dia meneror ku," ucap Mica.


Segera Mica keluar dari ruang kontrol, " Terimakasih pak sudah membantu ku."

__ADS_1


"Sama-sama. Bagaimana apa sudah ketemu?" tanya balik pak Parman.


"Sudah pak. Sudah diketahui pelakunya, tinggal menanyakannya langsung padanya. Kalau begitu aku kembali ke kelas dulu ya pak." Mica pun bergegas pergi ke kelas dan ingin melihat tampang peneror yang pura-pura lugu itu.


Sesampainya di kelas, Mica sangat kecewa, karena ternyata dia belum datang. Mica pun memilih duduk dan menunggu di bangkunya dan mungkin sebentar lagi akan muncul. Karena jam sudah menunjukkan jam setelah delapan.


Tak lama Raihan muncul dan langsung menyentuh kening Mica.


"Apaan sih kamu." tegur Mica.


"Aku cuma memastikan kalau kamu baik-baik saja dan tidak pingsan lagi. Lihatlah wajahmu terlihat pucat. Kalau kamu belum sembuh lebih baik kamu pulang dan tidur saja di rumah. Itu lebih baik kan." Jawab Raihan yang duduk di bangkunya yang berada di belakang Mica.


"Jangan menyindirku, atau aku akan memukulmu sampai pingsan."


"Lakukan saja kalau kamu pengen dikeluarkan dari sekolah." Ancam Raihan sambil bercanda, namun membuat Mica semakin tegang.

__ADS_1


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2