
Gion membawa Mica pulang dan memastikan kondisinya baik-baik saja. Dalam benak Gion mulai muncul tanda tanya jika kesehatan mental Mica sedang tidak baik-baik saja.
Ini bukanlah kali kedua Mica ingin melakukan percobaan bunuh diri tetapi ini ke tiga, walaupun tujuannya hanya sebagai ancaman. Tapi tetap saja sesuatu bisa terjadi padanya.
Gion menemani istrinya hingga terlelap dalam tidur. Setelah memastikan Mica tidur. Gion menjauh dan pergi ke balkon untuk menghubungi seseorang.
"Apa aku mengagumi?" tanya Gion saat panggilan teleponnya di angkat oleh seseorang.
"Tidak sama sekali, Ada apa kamu menghubungiku? Apa ada sesuatu yang penting?" tanyanya.
"Aku ingin minta solusi padamu, tolong bantu aku kali ini." Gion pun menjelaskan masalahnya dan ingin meminta solusi pada orang yang di hubunginya.
" ... "
"Baiklah, akan aku coba. Terimakasih sarannya, dan mudah-mudahan semuanya sesuai harapan,"ucap Gion sebelum mengakhiri panggilan nya.
Gion menghela nafas lalu kembali masuk dan menunggu sampai Mica bangun.
Di luar Mama Vika memanggil Gion untuk bicara.
"Ada apa ma?" tanya Gion sembari dudu di sofa berseberangan dengan mamanya.
" Gimana keadaan Mica?"
" Dia baik-baik saja, dan sedang istirahat sekarang."
" Gion sebenarnya mama mau bilang kalau mama harus pulang. Papa membutuhkan mama di rumah. Mama mau nyaranin kalian buat nyari babysitter saja."
" Sebenarnya aku juga inginnya begitu. Tapi Mica selalu menolak. Ma bisakah aku minta bantuan sekali lagi?"
" Aku ingin membawa Mica honeymoon selama seminggu. Dan aku ingin menitipkan Ray sama mama. Aku akan meyakinkan Mica nanti kalau Ray baik-baik saja sama mama." imbuh Gion.
"Selama Mica mengizinkan mama gak jadi masalah. Sebenarnya dari kemarin-kemarin mama juga ingin ngomong ini sama kamu. Kalau Mica butuh berlibur biar dia bisa berfikir lagi dengan jernih. Sudahlah, kapan rencana kalian pergi?" tanya Vika
__ADS_1
"Besok. Aku ingin membawanya ke luar kota, sekalian mau melihat proyek yang ingin di bangun." Jawab Gion.
"Oh, bagus galau begitu. Semoga pulang bawa kabar baik." Saut Vika dan mengakhiri obrolan.
*****
Gion pun membujuk Mica, agar mau pergi honeymoon. Awalnya Mica menolak, ia memikirkan Ray, namun setelah mendapatkan pengertian dari Gion dan mama Vika, Mica pun menyetujuinya.
"Baiklah mas, kita akan pergi. Aku yakin Ray baik-baik saja sama mama. Jujur berat rasanya harus jauh dari Ray, tapi aku juga harus memikirkan perasaan mas sebagai suamiku." Jawab Mica menyetujuinya. membuat Gion lega, akhirnya berhasil membujuk Mica.
Keesokan harinya semua bersiap, Mica dan Gion pergi honeymoon, mama Vika dan Raymond pulang ke rumah dan di jemput Zen.
"Ma, aku titip Ray, selama aku pergi dengan mas Gion."
"Jangan kuatir sayang, gak cuma mama nanti yang jagain Ray, ada papa dan juga ayahnya Ray." jawab Vika membuat Mica menoleh ke arah Zen lalu mendekatinya.
"Aku memberi kepercayaan padamu selama seminggu, tolong jaga kepercayaan ku ini atau selamanya aku tak akan percaya padamu," ucap mica, mengizinkan Ray bersama Zen.
"Percayalah, aku akan merawat Ray dengan baik. Dia anakku dan sampai kapanpun akan tetap anakku." jawab Zen.
Sepanjang jalan, Mica terus saja memikirkan anaknya, membuatnya gelisah.
Gion yang fokus menyopir pun hanya bisa membiarkan Mica.
"Kita akan menginap di hotel untuk malam ini, Besok kita baru sampai di tujuan," ucap Gion memecah lamunan Mica.
"Emmm, terserah mas aja. Sebenarnya tujuan kita kemana sih mas?" tanya Mica.
"Karena kamu tidak mau di ajak pergi ke luar negeri. Terpaksa mas putar haluan dan Kita akan ke kota Dumai, Kota yang dapat julukan kota romantis. Aku ingin kita menikmati momen romantis dan tak terlupakan disana. Jawab Gion.
Tak lama mereka pun sampai ke hotel yang sudah di pesan Gion sebelumnya. Dan setelah check in mereka pun segera menuju ke kamar yang di pesan.
Saat membuka kamar Aroma bunga menyambut kedatangan mereka. Mica di kejutkan dengan sesuatu yang membuatnya tidak bisa berkata apa-apa, hanya rasa haru yang bisa diungkapkannya saat melihat kamar hotel yang sudah di hias layaknya pengantin baru. Kelompok mawar bertebaran di atas kasur, buket bunga yang indah ada di tengah-tengah kasur. Tak hanya itu saja beberapa kotak hadiah juga tersusun di samping buket bunga, benar-benar kejutan yang sangat romantis.
__ADS_1
Gion melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya dari belakang dan meletakkan kepalanya di pundaknya.
"Apa kamu menyukainya?" bisik Gion dengan lembut di telinga Mica, membuat seluruh bulu yang ada di tubuhnya berdiri.
"Mas menyiapkan ini semua untukku? Kapan mas mempersiapkannya?" tanya Mica sedikit merusak suasana.
"Jangan tanyakan itu. Setelah kita menikah, Kita belum pernah honeymoon karena terlalu sibuk dengan keadaan sampai lupa untuk membahagiakan pasangan. Mica sayang, terimakasih kamu sudah mau menjadi pendampingku, Menemani hari-hariku dengan senyuman manismu, aku ingin menunjukkan dirimu pada semua orang kalau kamu adalah istri terbaikku," ucap Gion.
Mica membalikkan tubuhnya dan langsung memeluknya, di iringi air mata bahagia.
"Terimakasih, mas sudah memilihku untuk menjadi pendamping hidupku, Menerima kekuranganku dan melengkapi hidupku, menjadi sosok suami yang selalu aku idamkan, dan mau menjadi ayah buat Ray." Mica mempererat pelukannya dan menumpahkan tangis bahagianya.
Setelah saling mengutarakan isi hati masing-masing. Gion membawa Mica untuk membuka hadiah yang sudah di siapkan.
Mica membuka kotak pertama dan di dalamnya berisi satu paket perhiasan. Setelah itu mica membuka kotak ke dua berisi makeup. Gion tau jika istrinya tidak pernah berdandan dengan hadiah tersebut sebagai bentuk keinginan Gion terhadap istrinya.
"Apa ini juga sebagai bentuk teguran?" tanya Mica.
"Mungkin begitu. Gak salah kan aku menginginkan istrinya bisa dandan dan tampil cantik di depan Suaminya." jawab Gion.
"Baiklah mas, aku akan berusaha untuk tampil cantik di depanmu, tapi tidak dalam waktu dekat. Butuh proses tentunya."
"Iya sayang. Mas akan menunggu sampai kamu memberikan kejutan dengan pesona kecantikan mu. Ayo sekarang buka hadiah yang paling besar ini," ucap Gion dan Mica segera membukanya.
Saat kotak itu terbuka, mica langsung mengerutkan keningnya dan mengambil beda itu dari kotaknya dan langsung menempelkannya ke badan.
"Mas jangan bilang kalau mas ingin aku memakai lingerie ini?" tanya Mica penuh curiga namun Gion malah mengangguk.
"Tidak salah kan permintaanku? Pakailah sekarang. Aku ingin melihatnya melekat di tubuhmu."pinta Gion.
Mica hanya bisa menggaruk kepala, bingung untuk menolaknya. Karena ia terbiasa mengenakan piyama dan tak pernah memakai pakaian seksi di depan orang lain bahkan suaminya sendiri.
"Baiklah, tapi jangan tertawakan kalau tidak cocok denganku." jawab Mica dengan malu-malu lalu segera pergi ke untuk mengganti pakaiannya.
__ADS_1
Gion menatap punggung Mica yang berjalan menuju ke kamar mandi.
"Aku hanya ingin menyadarkan kamu, bahwasanya kamu sudah dewasa, dan sebenar lagi pergaulan mu bukan dengan para remaja. Karena sekarang kamu adalah Nyonya bukan Nona," gumam Gion seraya menunggu kejutan dari istri kecilnya itu.