Single Mom Diusia Belia

Single Mom Diusia Belia
Bab 37. Bertemu indah


__ADS_3

Sebelum Mica keluar dari rumah sakit, dokter Max memanfaatkan kesempatan untuk membujuk Mica agar mau melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi rahimnya dan juga memastikan persentase Mica bisa hamil lagi.


Sangat disayangkan jika sampai terlambat penanganannya, Mica masih muda masih bisa memiliki beberapa anak jika kondisinya memang normal. Trauma, hamil di usia dini menjadi salah satu pemicunya.


"Apakah itu akan menyakitkan? aku takut dok, takut dengan kenyataan yang akan aku terima. Apa yang harus aku lakukan jika hasilnya aku tidak bisa memiliki anak lagi? mas Gion pasti kecewa padaku bahkan hal terburuknya dia akan menceraikan aku." ungkap Mica.


"Kamu tenang saja, kalau memang dia mencintai kamu apa adanya, dia akan menerima kekuranganmu. Tenang Mica jangan pikirkan apapun, lebih baik fokus pemeriksaan, apapun hasilnya nanti di cari jalan keluarnya." Bujuk Dokter Max.


Akhirnya Mica pun mengiyakan saran dokter Max dan Mica meminta apapun hasilnya untuk tidak memberitahu Gion, karena dirinya sendiri yang akan memberitahukan saat sudah siap dan dokter Max pun menyetujuinya.


Beberapa tahap pemeriksaan pun dilakukan untuk melihat kondisi kesuburan rahim Mica. Mica berusaha menahan rasa malu saat dokter Max melakukan pemeriksaan USG transva**nal dan HSG, Namun dokter Max melakukannya secara profesional.


"Sudah selesai, hasilnya besok baru keluar." ucap dokter Max.


"Ah dok, kok masih tidak nyaman sih. Rasanya kaya masih ada di dalam." ucap Mica sambil cengengesan, agar tidak canggung.


"Namanya juga lewat bawah kalau lewat atas memang mau periksa rongga mulut, ada-ada saja. Lagian punya suamimu juga sudah sering masuk kan." saut Max, membuat wajah Mica langsung merah menahan malu.


"Santai aja Mica, perbincangan intim seperti ini sudah biasa bagi dokter Obgyn seperti aku."


"Tapi tetap saja dok, aku malu. Kalau begitu aku kembali ke kamar rawat dulu, nunggu mas Gion datang buat jemput." Mica pun tersenyum lalu bergegas pergi meninggalkan dokter Max di ruang pemeriksaan, dokter Max hanya menggeleng melihat tingkah Mica yang masih begitu polos.

__ADS_1


Saat Mica ingin kembali istirahat, Mica di kejutkan dengan kedatangan Zen bersama dengan mama Vika yang sengaja datang untuk menjenguk Mica dah di sebelah Zen berdiri seorang wanita yang pernah dia kenal sebelumnya.


"Mama, tau darimana mama aku ada di sini?" tanya Mica yang masih tak percaya mereka mengunjunginya.


"Gion yang memberitahu. Sudah mama bilang, kamu tinggal saja satu rumah, biar mama bisa mengawasi biar kamu gak kecapean. Kalau begini kamu sendiri kan yang merasakan dan Kasihan juga dengan Ray, kalau kamu sakit pasti asi mu juga kurang bagus." ungkap Vika menasehati.


"Aku gak papa ma, aku dan mas Gion hanya ingin belajar mandiri, ma." jawab Mica.


"Sudahlah ma, jangan di bahas lagi, Mica masih sakit ma, jangan membuatnya tertekan."Saut Zen.


'Dasar anak bodoh.' Gerutu Vika yang kesal karena Zen tidak mendukungnya.


"Ya aku sudah tau, namanya indah. Aku kenal dengannya." ucap Mica menyela pembicaraan Zen.


"Hallo Mica, aku kira kamu sudah lupa denganku. Maaf atas sikapku yang dulu dan sepertinya kita akan menjadi satu keluarga setelah aku lulus kuliah." ucap Indah, dia adalah teman Mica yang tiba-tiba menjauhi dirikan saat tau jika Mica hamil.


Mica malah memalingkan wajahnya, hatinya masih sangat sakit setiap melihat wajahnya. Seharusnya dia menjadi sahabat dalam keadaan apapun, tapi nyatanya dia mengingkarinya, membuat hatinya benar-benar sakit.


"Kalian sudah kenal?" tanya Zen pada indah yang merupakan kekasih Zen.


"Dulu kami sahabat." jawab indah.

__ADS_1


"Itu dulu tapi sekarang tidak." saut Mica tanpa menoleh, membuat Zen bingung dengan apa yang terjadi di antara keduanya.


Di tengah ketegangan kedua wanita itu, Gion kembali menemui Mica setelah menyelesaikan pekerjaannya.


"Kalian semua ada di sini?" tanya Gion sambil menghampiri Mica.


"Mas kok lama datanglah. aku pengen cepat pulang." ucap Mica dengan manja yang sengaja ia tunjukkan kepada Zen dan Indah.


"Maaf, banyak pekerjaan yang harus mas selesaikan dulu. Sudah mas urus semuanya dan kamu sudah boleh pulang." jawab Gion.


'Jadi itu suami Mica, laki-laki yang sudah menghamili Mica. Pantas saja dia mau mempertahankannya, ternyata pria itu sangat tampan. Kamu terlalu munafik Mica, pura-pura bilang di per*kosa, aku yakin kamu sendiri yang menjebaknya.' Gumam Indah dengan kesal.


"Dia siapa Zen? tanya Gion yang baru menyadari jika ada orang lain.


"Kenalkan aku Indah, pacar mas Zen." ucap Indah memperkenal diri dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman, Namun Mica segera menarik tangan Gion sebelum menjabat tangan indah. Walau bagaimanapun, Mica mengenal sifat Indah.


Merasa uluran tangannya di abaikan, indah pun menarik kembali tangannya yang di Abaikan Gion. Sedangkan Gion mengira jika istrinya cemburu.


"Gion, mama akan tinggal bersama kalian selama satu Minggu, untuk memastikan keadaan menantu dan cucu mama. Mama ingin memastikan kalau kamu merawat mereka dengan baik dan memastikan kalau kalian benar-benar bisa mandiri." sela Vika membuat Gion dan Mica hanya mengangguk pasrah.


To be continued ☺️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2