
Setelah menunggu sekian lama, akhirnya dia pun datang. Mica memperhatikan langkahnya dan raut wajahnya yang nampak tak memiliki rasa bersalah.
'Sebentar lagi aku akan buat perhitungan denganmu. Dan akan ku pastikan kau akan menyesal." Gumam Mica sambil mengepalkan tangannya, menahan amarah.
"Hai Mica, kamu sudah sembuh? Maaf ya aku kemarin tidak bisa jenguk, soalnya aku sibuk banget," ucap Renata.
"Gak papa kok, aku malah seneng kamu gak muncul dihadapan ku." jawab Mica.
"Maksudmu?!" Saut Renata dengan tegas.
"Ah, gak kok. Lupakan kata-kataku barusan, itu cuma akting saja," jawab Mica lalu mengukir senyum dengan paksa.
Renata duduk di bangkunya, namun Renata tiba-tiba menjadi gelisah setelah mendengar kata-kata Mica yang seolah sedang menyinggung.
Sesekali Mica menatap Renata, namun tatapan kali ini sangat berbeda dengan sebelumnya, Kebencian dalam diri Mica muncul begitu saja, trauma dihianati orang terdekat.
Selama jam pelajaran pertama Mica masih mencoba menahan diri sampai jam pelajaran selesai dan sampai waktu istirahat pertama.
"Mica, jangan lupa nanti ke gedung olahraga ya, aku butuh dukungan mu, biar kelas kita menang," ucap Raihan dari belakang.
"Iya, nanti aku menyusul kesana. Semangat ya." jawab Mica.
Raihan dan yang lain pun segera keluar kelas untuk istirahat, dan saat Renata hendak meninggalkan bangkunya. Mica tiba-tiba menarik lengan Renata dan membawanya ke suatu tempat.
__ADS_1
"Mica, mau kemana kita? lepaskan aku Mica, aku bisa jalan sendiri gak usah di tarik." berontak Renata tapi tak di hiraukan, Mica membawa Renata ke dak sekolah.
Saat sampai di dak, Mica mengunci pintu yang menjadi akses menuju dak.
"Mica, apa yang kamu lakukan? kenapa kamu menguncinya?" tanya Renata mulai gugup dengan sikap Mica yang tiba-tiba berubah.
Dengan santainya Mica duduk di pembatas dak tanpa rasa takut, jika terjengkang mungkin Mica akan langsung mati karena gedung sekolah yang memiliki tiga lantai.
"Renata Kenapa kamu lakukan itu padaku? kenapa kamu meneror ku dan bahkan mengancam ku. Apa salahku Ren, sampai kamu tega melakukan itu, padahal aku sudah berusaha menjadi teman yang baik dan selalu ada untukmu. Inikah balasan yang kamu berikan padaku? Katakan Renata, katakan sejujurnya, kenapa kamu melakukan itu padaku, sebelum aku mengetahuinya sendiri dan malah akan membuatmu malu." ungkap Mica dengan cecaran pertanyaan.
"A... apa maksudmu Mica, ancaman dan teror apa yang kamu maksud, aku tidak tau dan aku tidak pernah berusaha mengkhianati mu." jawab Renata dengan gugup.
"Masih tidak mau jujur juga kamu Ren, aku benar-benar kecewa. Aku kira kamu akan menyesalinya, ternyata tidak. Kau pikir aku tidak tau, kalau kamu adalah orang yang sudah memasukan foto-foto itu kedalam tas dan meneror ku kan. Kamu tega ya Ren, Kamu tega." ucap Mica yang terus mendesak agar Renata mengakui kesalahannya dari mulutnya sendiri.
Mereka semua langsung heboh, dan mengira kalau Mica ingin bunuh diri. Semuanya heboh, bahkan ada yang teriak-teriak memanggil namanya, namun tak terdengar oleh Mica karena hembusan angin yang kencang, membuat telinganya seakan tuli.
Berita tentang Mica yang ingin bunuh diri, secepat kilat tersebar saat ada yang melakukan live streaming.
****
Di kantor, Gion yang saat itu baru menyelesaikan pekerjaan, tertarik untuk ikut nonton live streaming dari sekolah tempatnya menjadi guru.
Gion Ikut menyaksikan siswi yang di duga ingin bunuh diri itu.
__ADS_1
"Siapa siswi yang ingin bunuh diri di sekolah dan kenapa tidak ada yang menghentikkannya." Gumam Gion dan segera menghubungi salah satu guru untuk memastikan kondisinya.
📱
"Pak Arya apa yang terjadi di sekolah? Siapa yang ingin bunuh diri dan kenapa tidak ada yang berusaha menghentikannya?" tanya Gion tanpa henti.
"Maaf pak. Kami tidak bisa menjangkau dak karena akses menuju dak di kunci. Kami sudah menghubungi tim penyelamat untuk mengatasinya." Jelas Arya.
" Baguslah kalau begitu. Memangnya siapa yang ingin bunuh diri?" tanya Gion lagi.
" Mica pak, Sepupu anda." Jawab Arya dan seketika mata Gion langsung membulatkan kedua matanya dengan sempurna akibat terkejut dengan perkataan Arya.
" Mi- Mica yang ingin bunuh diri?!" tanya Gion meyakinkan. Namun jawaban Arya tetap sama. Segera saja Gion menutup panggilannya dan bergegas meninggalkan ruang kerjanya untuk ke sekolah dan memastikan istrinya baik-baik saja.
'Kamu kenapa lagi sayang? ada masalah apa sebenarnya sampai kamu nekat ingin bunuh diri." Gumam Gion sambil mempercepat langkahnya.
***
Di atas Dak, Mica masih menunggu jawaban Renata yang masih tak kunjung jujur, Bahkan Mica sudah beberapa kali mencoba untuk mengancam Renata tapi tetap saja masih bungkam. Dan Mica kekeh tak akan membiarkan Renata bisa turun dari Dak sampai dia berkata jujur.
Mica membalikkan tubuhnya, namun alangkah terkejutnya saat melihat di lantai dasar semua berkerumun dan mendongak ke atas, bahkan Mica melihat tim penyelamat yang mulai datang untuk menyelamatkannya.
'Apa yang sebenarnya terjadi? apa mereka mengira aku ingin bunuh diri? astaga kenapa aku tidak menyadarinya." gumam Mica, namun pikiran konyol pun tiba-tiba terbersit dalam benak Mica bahkan membuatnya tersenyum jahat.
__ADS_1
To be continued ☺️☺️☺️