
"Raihan tunggu!" panggil Gion saat berhasil mengejar Raihan sampai di basement rumah sakit.
"Ada apa pak? kalau bapak kemari hanya untuk menjelaskan sesuatu yang sudah membuat saya kecewa, lebih baik tidak usah, karena saya tidak ingin mendengarkannya lagi." Saut Raihan.
"Kenapa kamu jadi marah?"
"Ka-karena aku. Sudahlah tidak penting, Aku harus pergi sekarang." Raihan masih ingin pergi dan segera membuka pintu mobilnya namun Gion lebih dulu menahannya.
"Beri aku waktu 10 menit untuk menjelaskan, ini permintaan Mica, setelah itu kamu bis menyimpulkannya sendiri dan aku tidak akan mengatakan apapun untuk membujuk mu."
"Hah, baiklah, katakan apa yang ingin bapak katakan."
"Jangan bicara di sini, ikutlah denganku kita akan bicara empat mata." Gion pun mengajak Raihan pergi.
Gion pun menjelaskan semuanya kepada Raihan dan menjawab semua pertanyaan Raihan. Namun Gion tak memberitahu jika Mica hamil di luar nikah, untuk menutupi rasa malu yang di alami Mica.
"Sekarang kamu tau kan, alasan Mica menikah denganku, karena desakan orang tua, agar Mica ada yang menjaga." ucap Gion.
"Tapi kan tidak seharusnya menikah." Raihan masih saja tak bisa menerima dan juga kecewa, karena dirinya terlanjur menyukai Mica saat pertama kali bertemu dengannya.
Raihan pun memilih pulang, karena sudah telanjur kecewa. Sedangkan Gion kembali untuk menemani Mica.
__ADS_1
Saat Gion sudah kembali, Mica langsung mencecar pertanyaan pada suaminya itu.
"Aku sudah menjelaskan apa yang bisa aku jelaskan. Tenang saja, Raihan tidak akan cerita pada siapapun."
"Apa mas yakin?"
"Kenapa kamu tidak percaya? bukankah kamu temannya, hah. Apalagi sekarang aku punya saingan dengan anak muridku. Lucu sekali bukan." ucap Gion sambil meledak.
"Maksud mas, Raihan menyukaiku? jangan bercanda mas, tidak mungkin aku mengkhianati suamiku sendiri. Oya mas, di sekolah terutama di kelas kan ada cctv, Apa boleh aku melihat rekaman cctv untuk tadi pagi?" tanya Mica.
"Memangnya Kenapa? apa ada yang mencoba menjahili mu? boleh melihat tapi harus didampingi oleh guru. Ada apa sebenarnya? katakan padaku jangan ada yang ditutup-tutupi dariku." tanya Gion yang jadi penasaran.
Gion pun memilih mengiyakan, walaupun sebenarnya dia sangat penasaran, tapi dia tidak bisa memaksa Mica untuk cerita karena kondisinya juga yang tidak memungkinkan.
Gion pun menjaga Mica sampai istrinya itu terlelap dalam tidur. Gion pun kembali meninggalkannya untuk membeli makanan agar saat Mica bangun bisa langsung makan.
" Tunggu!" tahan Max saat Gion hendak meninggalkan kamar Mica.
" Bisakah kita bicara sebentar? aku ingin bicara sesuatu denganmu." ucap dokter Max.
" Bisakah kita bicara di cafe dekat sini? sekalian aku mau pesan makanan untuk istriku."
__ADS_1
" Baiklah." Dokter Max pun setuju dan segera pergi bersama Gion.
Mereka pun sampai di cafe yang di tuju, mereka memilih duduk di area outdoor agar tidak terlalu tegang. Setelah memesan minuman, Dokter Max pun membuka pembicaraan lebih dulu.
"Sebenarnya aku menemuimu, karena aku ingin bicara denganmu. Aku ingin minta maaf atas kesalahpahaman ku yang mengira kalau kamu adalah laki-laki itu. Aku menyesal atas sikapku yang tak seharusnya aku lakukan kepadamu. Jujur aku bersikap seperti itu karena aku marah pada laki-laki itu. Aku kenal Mica sejak dia menjadi pasienku dan selama kehamilannya Mica banyak cerita tentang penderitaan selama melewati masa kehamilan, itu membuatku simpati dan juga kesal pada laki-laki itu yang tega menghancurkan gadis cantik dan baik seperti Mica. Aku benar-benar minta maaf atas kesalahan pahaman ini. Mica sudah menceritakan semuanya tentang dirimu. Aku jadi iri padamu, karena kamu berhasil membuat Mica sayang padamu."Ucap dokter Max membuat Gion mengerutkan keningnya tak percaya kalau dokter Max diam-diam pernah menaruh hati juga pada istrinya.
"Aku tau kamu salah paham, makanya aku selalu mengabaikan hinaan mu. Tapi aku gak percaya kalau kamu juga menaruh hati pada pasien mu. Tapi aku tidak perduli lagi, kerena akulah pemenangnya yang berhasil mendapatkan Mica." jawab Gion dengan bangga.
" Oya dok, mumpung kita bertemu, ada satu hal yang ingin aku tanyakan dan aku rasa dokter tau jawabannya. Ibu Sekar ada bilang padaku kalau kemungkinan besar Mica sulit untuk hamil lagi, apakah itu benar?" tanya Gion.
Dokter Max terdiam sesaat lalu dia menganggukkan kepalanya." Apa dia tidak pernah cerita padamu? mungkin dia tidak paham Masalah serius ini, padahal aku sudah pernah berpesan untuk memeriksakannya lagi. Tapi bukan berarti dia tidak bisa punya anak selamanya, kemungkinan kecil dia masih bisa hamil lagi, asalkan dia mau melakukan pengobatan."
"Kalau aku tau dari awal, mungkin aku akan memaksanya untuk berobat, tapi untuk sekarang aku tidak bisa memaksanya, aku takut malah menyinggung perasaannya, Apakah dokter bisa membantuku untuk membujuknya, anggap saja ini sebagai bentuk permintaan maaf dokter." ucap Gion.
"Bagaimana ya? Emm baiklah aku akan mencoba, tapi aku tidak janji."
"Baiklah, aku percaya pada dokter. Kalau begitu kita sepakat." Mereka pun berjabat tangan untuk kerjasamanya.
To be continued ☺️☺️☺️
Maaf jarang update 🙏🙏🙏
__ADS_1