Single Mom Diusia Belia

Single Mom Diusia Belia
Mendapatkan milikku


__ADS_3

Mica keluar kelas paling terakhir setelah jam sekolah usai. Ia mengedarkan pandangannya dengan penuh rasa syukur. Ternyata ia masih diberi kesempatan untuk bisa menyelesaikan pendidikannya yang tinggal satu tahun.


Sejak dirinya dinyatakan hamil, Mica pesimis untuk bisa bersekolah lagi, apalagi cita-citanya yang tinggi seakan pupus begitu saja saat kehidupannya hancur.


'Ini adalah kesempatan terakhirku. Aku tidak akan menyia-nyiakan nya. Apapun yang terjadi aku harus bisa menyelesaikan pendidikan ku. Tak akan kubiarkan ada perundungan dalam diriku lagi, semangat Mica, buat bangga anakmu.' gumam Mica menyemangati dirinya sendiri.


"Mica." Panggil Gion yang tengah mencarinya. Karena tak kunjung menemuinya.


"Eemmm" Mica pun menoleh dan mengukir senyum di bibirnya dan menghampiri Gion yang ada di ambang pintu kelas.


"Ayo pulang." Ajaknya dan Mica pun mengangguk, lalu berjalan membuntuti Gion yang lebih dulu jalan.


Saat berjalan melewati kantor, tiba-tiba saja Arya memanggil Mica dan seketika itu pula mereka menoleh ke arah Arya berdiri.


"Ada apa pak Arya?" tanya Gion


"Aku memanggil Mica. Bukan anda." saut Arya, membuat Gion kesal


"Ada apa pak?" tanya Mica mengalihkan Arya dari tatapan tajamnya.


"Aku hanya ingin memberikan ini, biar bisa di pakai untuk belajar di rumah." Arya memberikan buku dari beberapa mata pelajaran.


"Terimakasih pak, tadi aku juga ingin menanyakan ini tapi keburu lupa." Mica pun segera menerimanya dan melirik ke arah Gion yang sudah salah paham.


Gion pun segera menarik Mica dan segera membawanya pulang, mengabaikan Arya yang masih memandangi Mica.


Saat sedang memperhatikan Mica, tanpa di sadari Tiara datang menghampiri.


"Aku merasa, hubungan mereka lebih dari sekedar sepupu. Lihatlah mereka terlalu dekat dan seperti pasangan kekasih saja." Ucap Tiara yang merupakan seorang guru juga, sedang memercikkan api dia antara Gion dan Arya.

__ADS_1


"Apa masalah buatku?" tanya Arya sambil melirik ke arah Tiara.


"Bukankah kamu suka dengan Murid baru itu, dari tatapan matamu sudah menjelaskan hal itu."


"Sok tau, Lagian mana mungkin aku suka dengan muridku yang usianya jauh dibawahku." Arya pun segera kembali ke meja kerjanya untuk mengambil tasnya dan pulang.


"Bilang saja kalau kamu menyukai Gion dan cemburu melihat Gion begitu dekat dengan Mica iya kan? Jangan libatkan aku dalam usahamu mendapatkan Gion. Karena aku tidak mau terlibat masalah dengannya yang bisa membuatku rugi." Ucap Arya sebelum pergi. Tiara pun menghentakkan kakinya kesal dengan sikap Arya.


Dalam perjalan pulang, Gion pun tak banyak bicara dan beberapa kali mengabaikan Mica yang sedang bicara, Mica menatap Gion yang fokus menyopir dan tidak memperhatikan Mica yang sedang menatapnya.


"Mas kamu kenapa sih dari tadi diam saja, biasanya mas yang selalu bicara sepanjang jalan?" tanya Mica yang sudah tidak tahan di di diamkan, namun tetap tak ada jawaban dari Gion sampai mereka sampai di rumah.


Gion pun keluar dari mobil begitu saja, biasanya pasti meminta Mica untuk keluar lebih dulu.


"Kenapa sih mas Gion? Aneh banget sikapnya gak kaya biasanya." tanya Mica seorang diri dan segera keluar membuntuti Gion yang sudah masuk kedalam rumah.


"Mas kamu kenapa sih? apa salahku sampai mas mendiamkan Aku. Kalau aku ada salah tolong kasih tau aku, biar aku tau dimana letak kesalahanku. Kalau mas diam begini bagaimana aku tau kesalahan ku." Terus Mica yang sudah tidak tahan di diamkan Gion.


Mica pun pergi ke kamar Ray yang sedang terlelap tidur. Mica duduk di lantai di sisi box ranjang Ray. Ia pun memeluk lututnya dan membenamkan wajahnya menangis seorang diri, Mica takut saat didiamkan Gion, Mica trauma membuat kesalahan hingga membuat orang yang di sayang membencinya.


Setelah puas menangis, Mica pun tertidur di lantai tanpa alas. Sekar terkejut saat masuk ke kamar Ray dan mendapati putrinya tengah tertidur di lantai. Sekar ingin membangunkan namun ia urungkan dan memilih untuk mengambil Ray yang sudah terbangun dan segera membawanya keluar agar tidak menggangu Putrinya.


Sekar mengetuk pintu kamar Gion untuk memanggilnya.


"Nak Gion, tolong keluar sebentar. Ibu ingin bicara." Ucap Sekar di balik pintu dan segera saja Gion membuka pintu menemui Sekar.


"Ada apa Bu?" tanya Gion.


"Apa kamu sedang bertengkar dengan Mica?" tanya Sekar namun lagi-lagi Gion bungkam.

__ADS_1


"Nak, Jika kalian punya masalah di selesaikan baik-baik, jangan saling diam. Lihatlah istrimu sampai tertidur di lantai dan sepertinya habis menangis. Cepat bawa dia kembali ke kamar nanti dia bisa sakit, terlalu lama tidur di lantai." Titah Sekar dan segera beranjak pergi.


"Iya Bu." Gion pun segera ke pergi ke kamar Ray menghampiri istrinya.


Dan memang benar saat masuk, Gion masih mendapati Mica yang masih tertidur di lantai dan memeluk lututnya, seperti kedinginan.


Gion hanya bisa menghela nafas dan merasa bersalah, melampiaskan Kekesalannya pada istrinya yang tak tau apa-apa.


Gion segera mengangkat tubuh Mica dan membawanya kembali ke kamar agar bisa tidur lebih nyaman.


Dengan lembut Gion mengusap pucuk rambut Mica dan mengecup keningnya sebelum menyelimuti tubuhnya. Gion pun keluar agar tidak menggangu Mica.


Gion pun menuju mini bar yang ada di rumah nya dan mengambil salah satu minuman beralkohol yang sudah lama tak pernah di sentuhnya.


Zen menyadari tingkah aneh kakaknya dan segera mencegahnya sebelum Gion meneguk minuman itu.


"Apa yang kamu lakukan? bukankah kamu sudah tidak di izinkan untuk minum - minuman ini. Kenapa kamu ingin mencobanya lagi." Cegah Zen namun Gion segera menepis tangan Zen dan segera meneguk minuman itu.


"Aku hanya ingin meneguknya sedikit, jadi jangan mencegahku."


"Apa kamu sedang ada masalah dengan Mica?" Tanya Zen penasaran.


"Tidak, aku tidak ada masalah dengannya." Jawab Gion dan kembali meneguk wine kembali.


"Pergilah, aku sedang tidak ingin di ganggu." ucap Gion sambil mengibaskan tangannya untuk mengusir.


'Apa sebenarnya yang terjadi pada Gion? aku merasa ada sesuatu beban yang di pikul Gion. Aku harap Mica tidak menjadi pelampiasan gion.' Gumam Zen sebelum pergi.


Gion pun meneguk wine tersebut sampai mabuk dan tidak ada satu orang pun mencegahnya. Dengan terhuyung Gion pun kembali ke kamar dan segera melemparkan tubuhnya di samping Mica.

__ADS_1


"Sepertinya apa yang dikatakan mereka benar, Kamu adalah milikku dan aku berhak mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milikku." ucap Gion


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2