Single Mom Diusia Belia

Single Mom Diusia Belia
Part 30


__ADS_3

Setelah bermalam selama satu malam di kediaman Alexander, mereka pun pulang pagi-pagi sekali agar bisa ke sekolah untuk belajar dan mengajar.


"Mas kita makan di kantin saja ya nanti, udah siang nie nanti keburu terlambat." Ajak Mica saat melihat jam di dinding sudah menunjukkan jam 06.25.


"Baiklah, tapi kamu gak papa kah gak sarapan pagi?" Mica hanya menggeleng dan segera mengambil tasnya dan juga tas suaminya.


"Ayo berangkat."


Mereka pun bergegas turun, dan ini adalah kali pertamanya mereka hampir terlambat.


"Kalian gak sarapan dulu?" teriak Vika, mendapati keduanya melangkah cepat.


"Gak ma, kami terlambat." saut bersamaan, dan Mica terus menarik Gion untuk lebih cepat jalannya.


Sesampainya di depan sekolah Gion segera memarkirkan mobilnya di basement.


"Mas pergi saja duluan, aku masih mencari buku yang aku simpan kemarin." ucap Mica sambil terus mencari.


"Kemarin kamu simpan di mana? di cari nanti saja, ayo cepat keluar upacara sudah mau dimulai."


"Gak bisa, aku harus mendapatkannya, ada PR yang harus di kumpul."


"Ya sudah aku duluan, gak enak kalau di lihat siswa, kalau aku terlambat." Gion pun bergegas duluan.


"Ah, ternyata kamu sembunyi di sini." Mica pun segera mengambilnya dan bergegas menuju ke halaman sekolah untuk mengikuti upacara.


Namun saat ingin masuk ke barisan, Mica di hentikan salah satu guru yang bertugas mengawasi siswa yang terlambat.


"Tunggu di sini sampai upacara selesai, dan tunggu hukuman dari bapak."


"Tapi pak, kan upacara baru saja di mulai." protes Mica.


"Bukan baru di mulai tapi sudah di mulai beberapa menit yang lalu, jadi kamu terlambat. Tunggu di sini dan jangan protes."


"Nah itu lagi, Terlambat juga. Hai Reihan, kemari!" Panggil pak Riko sambil menunjuk ke arah Reihan yang baru datang.


"Iya pak, maaf terlambat," ucap Reihan dan berdiri di samping Mica.

__ADS_1


"Kamu itu, langganan terlambat. Sudah kalian tunggu di sini, kalau kalian kabur bapak hukum dua kali lipat, bapak mau memeriksa yang lain dulu." Pak Riko pun meninggalkan Mica dan Reihan yang datang terlambat.


Mica benar-benar kesal, dengan buku tugasnya, jika saja buku itu tidak bersembunyi, maka dia tidak akan terlambat.


"Hei, bajumu." tegur Reihan sambil menunjuk ke arah dada Mica, seketika Mica menundukkan kepalanya melihat apa yang dimaksud Reihan.


"Astaga bajuku basah, kenapa aku bisa tidak memakai breast pad." Mica langsung memegang dadanya dan berbalik.


"Ini pakailah, untuk menutupi bajumu yang basah." Raihan menyerahkan hoodie miliknya untuk dikenakan Mica.


"Terimakasih."Mica segera mengambil Hoodie Raihan, ia tak punya pilihan, jika para siswi tau, mungkin mereka akan curiga.


"Aku aku kembalikan besok." ucap Mica.


"Ambil aja, aku gak mau menggunakannya lagi, kalau sudah di kenakan orang lain." jawab Reihan. Mica hanya menyernyitkan keningnya, seolah Reihan jijik jika barangnya di sentuh orang lain.


Setelah menunggu, upacara pun selesai, tapi tidak dengan hukuman Reihan dan Mica, mereka diminta membersihkan toilet sebelum kembali ke kelas.


"Argh, menyebalkan. Kenapa juga harus mendapatkan hukuman seperti ini, kan aku hanya terlambat lima menit." gerutu Mica.


"Sudah jangan menggerutu, nikmati saja hukumannya, dan cepat selesaikan."


"Cepat bersihkan, nanti aku traktir kamu di kantin setelah ini semuanya selesai." Bujuk Reihan agar Mica cepat menyelesaikan hukumannya.


"Mica, bantu bapak ke perpustakaan. Bantu bapak mencari buku untuk materi pelajaran nanti siang." Perintah Arya yang tiba-tiba muncul.


"I-iya pak, tapi di sini belum selesai."


"Biar Reihan yang menyelesaikan, sekarang ikut bapak" Titah Arya, Mica pun segera menyerahkan ember kepada Reihan dan segera mengikuti Arya.


Arya membawa Mica ke perpustakaan yang sepi karena semua siswa masih belajar di kelas. Mica membuntuti Arya yang sibuk mencari buku fisika dan di serahkan ke Mica.


Setelah berkeliling perpus, Mica pun sangat lelah, di tambah ia masih mengenakan Hoodie milik Reihan, udara dingin di perpus pun terasa panas.


"Pak, belum selesai kah? aku benar-benar capek, sudah membersihkan toilet dan sekarang harus mengelilingi perpustakaan. Aku ingin istirahat dulu pak." Mica pun segera berjalan menghampiri meja baca dan meletakkan semua buka yang ia bawa di atasnya, ia pun segera duduk untuk istirahat.


"Baiklah, kamu boleh istirahat dulu, setelah itu bawa buku-buku ini ke kelas, Setelah pak Gion mengajar, giliran bapak yang mengajar."

__ADS_1


Arya pun meninggalkan Mica di perpustakaan dan membiarkannya istirahat sejenak. Setelah istirahat Mica pun keluar perpustakaan dengan membawa tumpukan buku yang hampir menutupi pandangannya. Saat sampai depan pintu kelas, kaki jahil Rena yang sengaja menghadang Mica saat hendak masuk membuat Mica tersandung dan terjengkang ke dalam kelas, seketika buku yang di bawahnya berhamburan jatuh kelantai dan Mica pun juga ikut nyungsep di lantai.


"Sorry gak sengaja." Ucap Rena dengan nada mengejek.


"Hai kalian, Kembali masuk ke kelas." Tegur Gion yang tiba-tiba muncul, membuat Rena segera menunduk dan kembali masuk ke dalam kelas.


Gion pun segera menghampiri Mica dan membantunya memungut buku yang berhamburan.


"Kamu tidak papa?" tanya Gion lirih. Mica hanya menggeleng.


"Lihatlah lutut mu terluka, cepat pergi ke UKS nanti aku menyusul." Perintah Gion namun Mica menolaknya.


"Renata, tolong antarkan Mica ke UKS." perintah Gion.


"Aku gak papa mas, ini hanya lecet." bisik Mica agar Gion tidak kuatir. Renata segera menghampiri Mica dan membantu Mica.


Renata segera membawa Mica ke UKS walaupun Mica berulang kali menolak.


Setelah memberikan hukuman kepada Rena, Gion pun segera menyusul Mica untuk memastikan kondisinya.


"Renata, bisa keluar sebentar, bapak ingin bicara sebentar dengan Mica."


"Baik pak, kalau begitu saya kembali ke kelas dulu."


Gion melipat ke dua tangannya di dada, dan berdiri di depan Mica yang tengah duduk di brankar UKS.


"Ceroboh, coba pagi tadi kamu menurut, tidak mungkin kamu akan di hukum. Mencari perkara saja, lihatlah sekarang kaki mu terluka. Mica kau memintaku untuk tidak terlalu dekat saat di sekolah, tapi kalau kamu terlalu ceroboh, aku tidak bisa membiarkan kamu seperti ini lagi, sudah cukup aku tersiksa setiap memperhatikan sikapmu." ungkap kekesalan Gion.


"Mas, aku sudah terbiasa mendapat luka kecil seperti ini. Jangan di besar-besarkan."


"Itu dulu, tapi sekarang berbeda. Sekarang ada yang bertanggung jawab atas dirimu, berpikirlah untuk lebih dewasa. "Saut Gion membuat Mica langsung terdiam.


"Sudahlah, istirahat dulu. Nanti kembali ke kelas kalau sudah membaik. Aku pergi mengajar di kelas mu dulu."Gion pun meninggalkan Mica sendirian.


Mica benar-benar tak percaya, karena hal sepele membuat Gion benar-benar marah padanya.


To be continued ☺️☺️☺️

__ADS_1



Sambil nunggu bab selanjutnya, Author rekomendasi karya teman author yang bergenre Teen. jangan lupa mampir ya.☺️


__ADS_2