Single Mom Diusia Belia

Single Mom Diusia Belia
Bab 45. S2. Ada Cemburu


__ADS_3

Setengah menyelesaikan pendidikannya. Mica tidak ingin melanjutkan kuliah, dia hanya ingin menjalani hidup menjadi seorang istri dan keputusan itu di setujui Gion.


Demi menjaga kesehatan mental Mica, Gion mengajak Mica honey moon, agar bisa meyakinkan jika semua ketakutan yang ada dalam diri Mica itu tidak akan pernah terjadi.


****


Saat ini Mica dan Gion berada di kota K, tepatnya di jantung kota. Mereka tinggal di salah satu apartemen yang dimana akan mereka tempati selama beberapa waktu dan hanya berdua. Sedangkan Ray putra Mica untuk sementara di titipkan kepada ibunya.


"Pagi sayang." Sapa Gion sambil melingkarkan tangannya di pinggang Mica dan mencium pipinya.


"Mas, jangan ganggu. Aku lagi masak nie. Nanti gosong bagaimana?" Mica sedikit menghindar, karena apa yang dilakukan Gion membuatnya tidak bisa berkonsentrasi untuk masak.


Dengan keadaan telanjang dada, Gion menyandarkan dagunya di pundak Mica dengan manja, dan tanpa bertanya tangan Gion langsung mematikan kompor.


"Pagi ini kita makan di luar saja. Mas ada janji dengan klien perempuan, jadi aku ingin mengajakmu."


Mica yang tahu api kompornya mati hanya bisa mendengus dan meletakkan sendok sayur di atas wajan.


"Kenapa tidak bilang dari kemarin? Kalau tahu mau sarapan di luar aku tidak perlu bangun pagi-pagi buat bikin sarapan," jawab Mica sedikit kesal dan mendorong tubuh Gion menjauh agar bisa melepas celemek nya.


"Aku lupa memberitahu. Jangan marah, lain kali aku tidak akan lupa lagi." Gion menyatukan kedua telapak tangannya untuk minta maaf.


Setengah selesai bersikap, mereka pun segera pergi ke salah satu restoran tempat dimana Gion membuat janji sebelumnya.


"Sayang, bagaimana perasaanmu saat ini, apa kamu betah tinggal disini? Sepertinya kita akan tinggal di sini selama beberapa bulan kedepan sampai proyek selesai. Kamu tahu kan apa lebih mempercayai proyeknya padaku ketimbang Zen," tanya Gion saat mereka masih diperjalanan.

__ADS_1


"Sebenarnya betah mas, tapi aku selalu rindu dengan Ray. Tapi tidak papa, aku bisa menahan rinduku beberapa saat, sampai pekerjaan mas selesai. Oya mas, kemarin aku dapat tawaran kerja dari tetangga untuk mengasuh bayi untuk sementara sampai pengasuh bayi majikannya itu kembali dari cuti. Aku ingin mengambil pekerjaan itu boleh tidak?"


"Tidak. Aku tidak setuju. Aku akan menambah uang belanjamu, jika yang ada masih kurang. Aku tidak mau kamu kecapean." Tolak Gion mentah-mentah.


"Tapi mas, ini hanya sebentar saja, hanya untuk mengurangi kebosananku saat mas pergi bekerja."


"Kalau kamu bosan di rumah, kamu kan bisa pergi jalan-jalan ke mall atau ketempat yang kamu anggap nyaman, tapi untuk bekerja aku tidak akan mengizinkan kamu pergi."


"Aku bukan wanita yang suka berfoya-foya. Aku hanya bertanya, jika mas tidak mengizinkannya aku tidak masalah. Aku akan duduk diam di rumah mengantar dan menunggu mas di rumah." Mica pun hanya bisa mengukir senyum.


Gion mengusap pucuk rambut Mica, penuh kasih sayang.


"Ngomong-ngomong kamu gak penasaran, kenapa aku membawamu ikut serta?"


Mica menggelengkan kepalanya, karena suaminya itu sudah menjelaskannya sebelumnya. "Tidak. Bukankah mas sudah bilang tadi."


"Kenapa?"


"Dia mantan kekasihku." jawab singkat Gion sebelum mobil yang di kendarainya berhenti tepat di parkiran.


Mica mengerutkan keningnya, 'Pantas saja dia ngajakin, rupanya dia ingin bertemu dengan mantannya.' Gumam Mica.


Gion membukakan pintu, lalu mengulurkan tangannya mengajak Mica keluar dari dalam mobil.


Mica tak begitu mempersalahkan jika suaminya itu akan bertemu mantan, dan dia hanya berpikir positif, jika Suaminya itu bertemu hanya untuk urusan pekerjaan.

__ADS_1


Saat keduanya masuk, ada seorang wanita cantik melambaikan tangan. Gion tersenyum, lalu membawa Mica datang menghampirinya.


"Halo, selamat pagi Della, bagaimana kabarmu?" Sapa Gion sambil mengulurkan tangannya.


"Aku baik. Siapa dia?" tanya balik Della sambil melirik Mica dan tetap menjabat tangan Gion.


Mica segera menarik tangan Gion dan langsung mengulurkan tangannya menjabat Della.


"Saya Mica, Isti mas Gion. Salam kenal." jawab Mica sambil tersenyum.


"Istri?" Della menatap Gion seakan tidak percaya.


"Dia benar istrimu, Gion? Aku benar-benar tidak menyangka, setelah kita putus kamu memilih anak kecil ini sebagai istrimu. Hahaha ternyata selera mu jauh lebih rendah sekarang."


Mendengar kata-kata Della membuat Mica kesal dia ingin menjawab namun Gion menghentikannya. "Setidaknya aku dan dia saling mencintai, dan saling melengkapi. Tidak perduli usia kami berbeda, itu bukan sebuah penghalang di antara kami. Kamu sendiri, apakah kamu sudah punya suami?"


"Aku?! Em... Sudahlah, kita ganti topik saja. Mari duduk dan sarapan sebelum memulai pembahasan kita."


Setelah mereka bertiga selesai sarapan, Della langsung mengusir Mica untuk menjauh dari Gion.


"Nona Mica, sepertinya kamu tidak bisa duduk disini untuk menemani suamimu. Karena aku ingin membahas bisnis yang penting secara pribadi, kamu bisa duduk di meja lain untuk menunggu sampai aku dan suamimu selesai rapatnya. Kamu tidak keberatan kan?" ucap Della.


Mica menatap Gion, untuk mendengarkan dari pihaknya." Tidak papa Mica, kamu bisa duduk di meja sana sebentar, aku tidak akan lambat. Setelah selesai, kita akan jalan-jalan."


Setengah mendengar kata-kata Gion, Dalam hati Mica marah, bagaimana bisa dia membiarkan suaminya duduk berdua dengan mantan kekasihnya. Namun dia juga tidak bisa egois dan mementingkan diri sendiri. Akhirnya dia pun mengangguk dan bangkit berdiri untuk pindah ke meja yang kosong dengan kesal.

__ADS_1


'Kalau tau akan melihat pemandangan seperti ini aku tidak akan ikut. Lagian kenapa mas Gion mengajakku kalau pada akhirnya aku juga di usir. Lihat mas aku akan balas dendam padamu.' Gerutu Mica sambil menghempaskan pantatnya di kursi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2