Single Mom Diusia Belia

Single Mom Diusia Belia
Part 8


__ADS_3

Setelah pertemuan tak sengaja itu membuat sebuah kebenaran terungkap, dan seketika Zen di selimuti perasaan bersalah sekaligus penyesalan, atas apa yang ia lakukan di bawah pengaruh alkohol.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang, Memilih Jujur atau tetap menyembunyikan ini semuanya, tapi sanggupkah aku menyembunyikannya terus menerus sedangkan Mica setiap hari selalu ada di sekitarku. Tapi kalau jujur jika aku yang telah merenggut kehormatan dengan paksa adik sahabatku sendiri dan di tambah lagi sekarang menjadi tunangan kakakku, Pasti mereka semua akan sangat marah dan Mica dia pasti akan membenciku seumur hidup. Walaupun Aku yakin jika dia masih tidak mengetahui kalau ternyata laki-laki itu adalah aku." Zen pun menghembuskan nafas dengan kasar. Karena masalah besar tengah menghampirinya.


Zen pun kembali mengingat memori masa lalu yang membuatnya selalu di selimuti rasa bersalah.


Flashback


Tepatnya satu tahun yang lalu, Bayu dan Zen Sedang mengadakan pesta perpisahan untuk Bayu yang akan pergi keluar negeri untuk membuka cabang perusahaan di negara lain.


Saat itu juga, Mica yang baru selesai mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Mica yang menunggu jemputan namun tak kunjung datang, memutuskan untuk menghubungi Bayu agar menjemputnya, karena hari yang sudah mulai gelap di tambah semua teman-temannya sudah pulang lebih dulu.


📱


"Kak bisakah menjemput ku? aku sudah selesai dengan kegiatan ekstrakurikuler ku." pinta Mica di telepon.


"Iya, kakak akan menjemputmu. tunggu kakak dan jangan kemana-mana sampai kakak datang, paham." Jawab Bayu dalam. keadaan mabuk berat.


"Iya kak, jangan lama-lama. Mica takut di sini sendirian, karena yang lain sudah pada pulang." tutur Mica sebelum mematikan ponselnya.


Dengan kondisi mabuk, Bayu pun ingin pergi menjemput Adiknya, namun langkahnya di tahan Zen yang saat itu juga mabuk tapi tidak separah Bayu.


"Mau kemana kamu Bayu?" tanya Zen.


"Aku mau jemput adikku, tapi kenapa pandangan mataku rasanya kabur. Bagaimana aku bisa menjemputnya." jawab Bayu sambil mengucek matanya.


"Kalau begitu biar aku saja yang jemput. Kamu tinggal di sini saja. Cukup katakan dimana aku harus menjemputnya" ucap Zen dan segera pergi untuk menjemput Mica, setelah Bayu menyetujuinya.

__ADS_1


Zen pun segera menunju sekolah tempat Mica sedang menunggu dan benar saja Zen melihat gadis yang mengenakan pakaian putih abu-abu sedang mondar mandir menunggu jemputan.


Zen segera berhenti dan membunyikan klakson agar Mica segera masuk ke dalam mobil. Tanpa rasa curiga Mica segera masuk ke dalam mobil dan mengira jika yang menjemputnya adalah kakaknya.


"Kenapa lama sekali menjemput, aku capek tau menunggu?" tanya Mica dengan cemberut.


"Maaf, aku sedikit terlambat. " Jawab Zen. Mendengar suara yang menjawab pertanyaanya bukan suara kakaknya, Mica segera menoleh dan menyadari jika di sampingnya seorang seorang pria yang tengah mengenakan penutup wajah membuat Mica terkejut sekaligus ketakutan.


Mica berteriak dan hendak keluar dari mobil, namun secara refleks Zen memukul Mica agar ia tidak keluar dan membuat kegaduhan.


Seketika Mica pingsan di tempat, dan saat itu juga Zen, Di buat kalut dengan apa yang sudah ia lakukan, padahal tujuan awalnya hanya ingin menakut-nakuti Mica saja.


Saat itu Zen yang masih di pengaruhi alkohol dan melihat tubuh Mica yang menggoda, pikiran liar pun menghampiri. Zen begitu Bernapssu melihat Mica dan akal sehatnya pun perlahan hilang tergantikan dengan hasrat yang menggelora, tak perduli lagi jika gadis yang ada di depan matanya adalah adik dari sahabatnya.


Dengan kondisi Mica yang pingsan, Zen menyalurkan hasratnya dengan mengambil kesucian Mica, tak perduli jika harus melakukannya di dalam mobil.


Saat itu Zen benar-benar menikmatinya tubuh gadis belia yang sedang tidak berdaya, tanpa memikirkan apa yang akan terjadi di kemudian hari dengan gadis yang tengah di gaulinya.


"Kau akan pulang dengan taksi yang sudah aku pesan. " Ucap Zen yang kembali mengenakan penutup wajah agar tidak di kenali oleh Mica. Dan Zen pun tak melihat wajah Mica, agar bisa melupakan kejadian tersebut tanpa rasa bersalah dan membiarkan Mica menangis tanpa suara.


Mica di paksa keluar dari dalam mobil dan memintanya menunggu taksi yang sudah di pesan Zen dan dengan rasa penyesalan Zen pun meninggalkan Mica begitu saja.


Flashback on


Zen melempar sloki ke segala arah, melampiaskan penyesalannya. Kenapa dia tidak memperhatikan wajah Mica lebih jelas saat itu agar ia bisa mengenali wajah gadis yang sudah ia nodai dan kenapa baru sekarang dia merasakan penyesalan itu.


"Aku harus bisa membuat Mica memaafkan aku bahkan jika perlu aku akan menikahinya. Ya itulah yang harus aku lakukan. Aku akan menebus semua kesalahanku padanya dengan memberikan perhatian lebih padanya, ia dia harus mendapatkannya." Setelah bicara sendiri, Zen kembali meneguk minuman beralkohol langsung dari botolnya.

__ADS_1


*****


Keesokan harinya, Mica kembali bekerja tanpa sepengetahuan orang tuannya. Mica kembali merawat Gion tanpa memberitahu jika dia adalah tunangan majikannya.


Seperti biasa, Mica membersikan kamar Gion dan menyiapkan segala kebutuhannya dan disaat Gion bangun semua sudah siap.


"Selamat pagi tuan," Sapa Mica setiap Gion baru bangun tidur.


"Aku kira kamu sudah tidak ingin bekerja lagi." saut Gion dengan wajah kesalnya.


"Maafkan aku tuan, selama beberapa hari ini aku sedang enak badan, makanya aku izin tidak bekerja dulu."


"Lain kali, kalau tidak bekerja kamu harus langsung memberitahu, jangan lewat mama, Karena kamu bekerja denganku bukan dengan mama." tutur Gion.


"Iya tuan, maaf. Lain kali saya akan memberitahu tuan kalau saya tidak bekerja. Sekarang tuan lebih baik mandi dan bersiap sarapan di lantai bawah."


Saat Gion pergi ke kamar mandi, Mica akan selalu menunggu di balik pintu luar kamar gion, sampai Gion memanggilnya kembali.


"Tunggu." Tahan Gion saat Mica hendak melangkah keluar.


"Ya tuan, apa masih ada yang di perlukan?" tanya Mica.


"Jangan keluar. Tunggu aku di dalam kamar saja." titah Gion.


"Tapi, tuan kan hendak mandi, jadi gak sopan kalau saya menunggu di dalam kamar. Saya permisi tuan, jika tuan butuh apa-apa panggil saya akan berjaga di luar pintu." Mica pun bergegas keluar sebelum di tahan Lagi oleh Gion.


Saat keluar dari Kamar Gion, tiba-tiba tangan Mica di tarik dan di dorongnya tubuh Mica ke dinding di samping pintu kamar Gion.

__ADS_1


"Aaauuuhhhh, apa yang Tuan lakukan?" tanya Mica menahan sakit kerena cengkraman tangan Zen yang begitu kuat di pergelangan tangan Mica.


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2