Single Mom Diusia Belia

Single Mom Diusia Belia
Sah


__ADS_3

Dengan mengenakan Kebaya warna krem dengan aksen Bros di bagian Dada dan juga singer yang terpasang di kepala, Mica nampak begitu cantik dan anggun, usianya yang masih sembilan tahun membuat aura mudanya sangat menonjol.


Dengan berdiri di depan cermin, Mica memandang dirinya yang sebentar lagi akan menjadi seorang istri, Walaupun ia tidak mencintai Gion tapi sikap Gion dan caranya membuat Mica memutuskan untuk menerimanya dan mencoba menumbuhkan cinta setelah pernikahan.


'Apakah keputusanku ini sudah benar? apakah memang Tuan Gion adalah jodoh yang dikirimkan untukku. Aku harap menerimanya menjadi ayah bagi Ray adalah keputusan tepat.'


Di luar kamar Gion tengah melangsungkan ijab qobul di depan penghulu dan Alexander menjadi wali nikah untuk Mica. Semua tamu menjadi saksi betapa lancarnya Gion saat menyambut Alexander saat menyerahkan putrinya, hingga kata Sah pun terucap dari beberapa saksi.


Diah segera menghampiri kamar putrinya yang kini masih menunggu dan menunggu di depan cermin.


"Mica..." Panggil Diah dan menghampiri putrinya.


"Sudah waktunya untuk menemui suamimu." Ucap Diah.


"Apa sudah Sah ma?" tanya Mica dengan nanar. Diah pun mengangguk.


"Sekarang kamu sudah sah menjadi istrinya, Mama sangat bahagia Akhirnya bisa melihat mu memiliki keluarga. Apa kamu tau, selama ini hati mama begitu sakit saat melihatmu menderita tanpa mama bisa melakukan sesuatu." kata Diah lalu memeluk putrinya sebelum menyerahkannya kepada Gion.


"Mica, Sudah di tunggu," ucap Vika menghampiri menantunya.


Dengan langkah berlahan Mica menuruni anak tangga di iring Diah dan Vika. Semua mata yang ada tertuju pada Mica yang menundukkan wajahnya.


Senyum tipis terukir di wajah Gion saat melihat pengantin wanitanya begitu cantik yang kini berjalan menghampiri dirinya.


Di satu sisi Zen yang ada di sana juga memperhatikan Mica yang begitu ayu hingga matanya tak mau berkedip. Wanita yang telah melahirkan anaknya kini telah menjadi istri dari kakaknya. Zen terlambat satu langkah untuk sebelum ia jujur.


"Mica begitu cantik kan." ucap Bayu yang berada di samping Zen.

__ADS_1


"Iya, dia sangat cantik." jawab Zen tanpa menoleh ke arah Bayu yang mengajak bicara.


"Padahal dulu aku ingin menjodohkan kamu dengannya, tapi ternyata yang berjodoh kakakmu." kata Baru, Zen pun segera menoleh ke arah Bayu.


Mica kini duduk di samping Gion untuk bertukar Cincin. Gion lebih dulu melingkarkan cincin di jari manis Mica lalu mencium keningnya setelah itu giliran Mica melingkarkan cincin di jari Gion lalu ia mencium punggung tangan Gion yang kini menjadi suaminya. Tak terasa menetes air mata Mica dan membasahi punggung tangan Gion.


Prosesi pernikahan pun berjalan dengan lancar, undangan pun selesai pukul lima sore. Mica menolak untuk di adakan resepsi cukup mengundang kerabat dan sahabat saja hingga sore.


"Papa sudah memesan kamar hotel untuk malam pertama kalian sebagai hadiah kecil untuk kalian, untuk honeymoon kalian tinggal bilang mau kemana biar papa siapkan." Ucap Morgan kepada pengantin baru tersebut.


"Terimakasih pa, ma atas hadiahnya." jawab Gion.


"Mica. Mulai hari ini kamu adalah istri Gion bukan lagi Pelayannya. Tapi tugasmu tetap sama yaitu melayani Gion sebagai seorang istri. Sampai ketemu di rumah sayang, mama akan siapkan penyambutan untuk menantu mama," ucap Vika yang nampak bahagia.


"Terimakasih ma." Jawab singkat Mica.


"Untuk beberapa hari, biarkan Ray bersama kami, agar tidak menggangu kalian. Jangan kuatir dengan Ray, mama akan menjaganya dengan baik dan mama pastikan papamu tidak akan berani mengusik Ray." Diah pun memeluk Mica untuk melepasnya.


"Iya sayang."


Masih mengenakan kebaya, Mica pun segera masuk kedalam mobil begitu juga dengan Gion menuju salah satu hotel yang sudah di siapkan papanya untuk malam pertama.


Sepanjang jalan Mica hanya mere**mas Kebayanya untuk mengurangi rasa gugup, karena saat ini laki-laki yang ada di sampingnya adalah suaminya. Gion hanya memperhatikan tingkah Mica yang serba salah.


"Kamu Kenapa?" tanya Gion yang sudah tidak tahan untuk menegur Mica.


"Eeemmm, Aku. Gak papa aku hanya -"

__ADS_1


"Kalau kamu belum siap aku tak akan memaksamu. Aku tau kamu menerima pernikahan ini terpaksa iya kan. Karena aku yang membuat masalah duluan, dengan mengaku-ngaku pernah melakukannya denganmu. Walaupun kamu terpaksa aku juga tidak menyesal menikahi mu, salah satu alasannya karena aku bisa memiliki istri jauh lebih muda dariku, itu merupakan kebanggaan tersendiri sebagai laki-laki." ucap Gion berusaha mencairkan suasana.


" Bukan begitu maksudku. aku hanya gugup saja, setelah beberapa bulan aku jadi pelayanmu, tapi sekarang aku malah jadi istrimu, rasanya masih canggung." Jelas Mica.


"Oh, malam ini aku akan memberikan kejutan buat kamu. Dan aku harap kamu tidak akan pingsan saat melihatnya."


"Maksudnya?" Ucapan Gion pun tiba-tiba membuat pikiran Mica treveling menanggapi maksud dari Gion.


"Aku akan menunjukkan setelah kita sampai hotel, tidak mungkin aku menunjukkannya di sini, aku gak mau di lihat sama supir. Tapi sepertinya kamu sangat penasaran dengan yang aku maksud. Eemm baiklah. Aku akan menunjukkannya sekarang, biar kamu gak penasaran, aku sudah janji pada diriku sendiri. Kalau nanti istriku yang akan mengetahuinya.


Gion ingin bergerak namun tiba-tiba Mica mencegahnya.


"Jangan-jangan, jangan tunjukkan di sini. Aku masih bisa menunggu nanti." Cegah Mica seraya maling kan wajahnya dan memejamkan mata.


"Baiklah kalau itu mau mu, tidak akan aku lakukan sekarang, lalu kenapa kamu memalingkan wajah dan memejamkan mata. Apa kamu tidak ingin melihatku lagi?"


Perlahan Mica membuka mata lalu bernafas lega, saat dirinya berhasil mencegah Gion.


"Kenapa sekarang tuan tidak tau malu. Ingat tuan ini masih di tempat umum, tidak seharusnya memperlihatkannya. Nanti aku juga tau sendiri."


"Memangnya kenapa kalau di tempat umum, Aku tidak melakukan hal yang membuat malu?" tanya balik Gion tak paham dengan yang dimaksud Mica.


"Tuan benar-benar tidak tau malu." Saut Mica.


Mereka pun akhirnya sampai di hotel yang di tuju. Sopir yang mengantarkan mereka pun membantu Gion duduk di kursi roda.


'Kenapa aku malah jadi deg-degan gini ya, apa lagi tuan Gion akan memperlihatkan sesuatu yang bisa membuatku pingsan.' gumam Mica seraya menggigit bibir sebelum melangkah masuk kedalam hotel yang sudah di sambut pelayan.

__ADS_1


'Sebenarnya apa sih yang ada dalam benak Mica, kok tiba-tiba dia marah saat aku ingin menunjukkan sesuatu.' gumam Gion tapi tak ia tanyakan langsung pada Mica.


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2