Single Mom Diusia Belia

Single Mom Diusia Belia
hari pertama sekolah


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa Minggu, akhirnya Mica bisa masuk sekolah di sekolah yang baru dimana tempat suaminya mengajar. Namun Mica juga merasa sedih tak bisa menemani Ray melewati tumbuh kembangnya di usia nya yang mulai aktif.


"Ray, maafin mama ya, mama harus meninggalkan kamu dari pagi hingga sore. Mama janji setiap mama pulang mama akan menghabiskan waktu mama menemani kamu. Jangan cerewet sama nenek dan Oma ya. Mama berangkat sekolah dulu " pamit Mica sambil menggendong Ray sebelum berangkat.


"Sini Mica, berikan Ray pada ibu. Suamimu sudah menunggu, berangkat sekolah sana, belajar yang pintar. Buat Ray bangga padamu."


"Iya Bu, doain Mica mudah-mudahan hari pertama Mica sekolah baik-baik saja." pamit Mica dan menyerahkan Ray pada ibunya.dan sang ibu segera menyambut Ray dari tangan Mica.


"Apa kamu sudah siap ke sekolah?" saut Gion tiba-tiba, yang baru keluar dari dalam rumah.


Mica mengangguk lalu bertanya, "Mas apa aku masih cocok pakai seragam putih abu begini? Sudah lama aku gak mengenakannya." tanya Mica sedikit mulai gak nyaman dengan seragam barunya, mungkin karena terlalu lama menjadi ibu rumah tangga.


Gion melirik dari atas sampai ke bawah lalu tangannya mencubit pipi Mica. "Tentu saja masih cocok, lihatlah wajahmu yang masih imut ini. mengenakan seragam biru pun kamu masih pantas. Ayo berangkat, hari sudah siang." Mica pun mencium Ray lebih dulu sebelum berangkat dan Gion pun melakukan hal yang sama.


Di perjalanan Gion berulang kali mewanti wanti Mica untuk menjaga matanya agar tidak tertarik dengan pria seusianya. Bahkan minta Mica untuk tidak dekat-dekat dengan teman lelaki yang ada di kelasnya.


"Pokoknya, kamu harus ingat semua pesanku. Aku gak bisa mengawasi kamu setiap saat, tapi aku pasti tau nanti kamu dekat dengan siapa."


"Ih posesif amat mas nie. Masa kenal sama teman laki-laki aja gak boleh. Tenang saja mas, hatiku gak akan berpaling darimu hanya saja mungkin sedikit main-main." saut Mica.


"Kalau masih gak bisa dibilangin, aku akan meminta kepala sekolah untuk menjadikan aku menjadi wali kelas mu, biar aku bisa menghukum mu sewaktu-waktu. ancam Gion yang tampak serius."


"Uuhhh serius sekali ancamannya. Gak mas, aku gak akan macam-macam ataupun menyukai laki-laki lain. Aku kan sudah punya, suami baik, pintar, tampan, perhatian, sayang istri, romantis, penyabar, selalu ngalah, dan masih banyak lagi kelebihannya, gak mungkin aku akan melepaskan begitu saja." rayu Mica.


Dan akhirnya mereka pun sampai di sekolah Cendika, tempat Mica akan menyusul ketertinggalan pendidikannya. Mica dan Gion sepakat untuk mengakui status sebagai sepupu agar tidak ada orang yang mencurigai.

__ADS_1


"Ayo ikut ke kantor dulu, nanti pak Arya yang akan membawamu ke kelas, Oya pak Arya juga masih bujangan. Jaga matamu untuk tidak meliriknya." Mica hanya mengangguk dan terkekeh, melihat ekspresi suaminya yang sangat takut dirinya digoda.


Sesampainya di kantor, Mica sudah di tunggu pak Arya sebagai wali kelasnya.


"Selamat pagi pak." Sapa mica, saat Gion memperkenalkan Mica pada Arya.


"Selamat pagi, selamat bergabung menjadi siswi di sekolah Cendika. Sekarang langsung saja ikut bapak ke kelas, karena jam pelajaran sebentar lagi di mulai. " Ajak Arya dan Mica pun mengangguk.


Mica membuntuti Arya menunjuk kelas dua belas yang ada di ruang paling ujung lantai atas. Hingga langkahnya terhenti tepat di depan kelas.


"Selamat pagi anak-anak." sapa pak Arya saat masuk dan Mica masih membuntuti Arya sambil menunduk. Siswa siswi di kelas pun berbalik menyapa wali kelasnya.


"Perkenalkan disebelah bapak ada siswi baru kelas kita, namanya Mica, bapak harap kalian bisa menjadi teman baik untuk teman baru kalian. Mica, kamu duduk di sana di bangku kosong depannya Raihan." jelas Arya sambil menunjuk ke arah meja yang kosong.


Mica pun segera menuju meja tempatnya, dan beberapa pasang mata menuju ke arah Mica dengan tatapan tak suka.


Pelajaran pun dimulai, Mica nampak begitu semangat mengikuti pelajaran. Mica yang dulunya memang siswa pintar tak terlalu kesulitan dalam beradaptasi kembali di dunia pendidikan.


"Nah anak-anak cukup sampai disini pelajaran kita hari ini dan bel istirahat juga sudah berbunyi, kita lanjutkan penjelasannya pada jadwal selanjutnya. Selamat siang." Pak Arya pun segera meninggalkan ruang kelas.


Satu persatu siswa keluar untuk pergi ke kantin begitu juga dengan Mica,


"Mica tunggu." Panggil teman kelasnya, Mica pun menghentikan langkahnya.


"Kamu masih ingat denganku kan? yang waktu itu duduk di kantin bersama kamu." Jelas Renata.

__ADS_1


"Oh, iya aku ingat. Ternyata kita satu kelas juga. Maaf waktu itu aku mengabaikan kamu. Soalnya aku lagi bete waktu itu." jelas Mica sekaligus minta maaf dan menjadikan Renata teman pertamanya.


"Iya gak papa, ayo ke kantin sama-sama."Ajak Renata Seraya menarik tangan Mica menuju ke kantin.


Tak hanya murid, para guru pun akan pergi ke kantin untuk sekedar membeli kopi ataupun minuman dingin lainnya.


Saat sedang asik menikmati minuman yang di pesan, tiba-tiba pak Arya duduk tepat di depan Mica, karena hanya itu tempat satu-satunya yang masih kosong.


"P-pak Arya. " ucap Renata terbata.


"Tidak ada bangku yang kosong makanya aku duduk di sini. Tidak ada yang keberatan kan?"


"Tidak pak, silahkan saja. " jawab Mica sambil tersenyum.


"Oya, gimana Mica kelas barumu, apa Semuanya menyambutmu?" tanya Arya yang fokus pada Mica, sedangkan Mica sibuk mencari keberadaan Gion yang mungkin sedang ke kantin juga.


"Semua menyambut ku dengan baik pak. Aku rasa aku menyukai kelas baruku."


"Syukurlah. Oya untuk yang kalian makan dan minum gak usah bayar biar bapak yang bayar semuanya."


"Bener bapak yang traktir. wah terimakasih banyak pak. Uang jajan kami gak jadi berkurang." saut Renata.


"Sama-sama. Kamu sedang cari siapa mica, dari tadi bapak perhatikan matamu berkeliaran mencari seseorang?" tegur Arya membuat Mica sadar jikalau dirinya di perhatikan Arya.


"Ah tidak pak, hanya memperhatikan kantin ini kok sangat ramai." Saut Mica dan kembali fokus dengan apa yang ada di depannya.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya ngobrol bersama, dan Arya nampak mulai akrab dengan Mica dan bulai tertawa bersama.


...to Be Continued ☺️☺️☺️...


__ADS_2