
Perdebatan ketiga pria tak ujung reda, memojokkan Zen yang memang salah. Bayu tak bisa menerima penjelasan sahabatnya dengan mudah, Permata yang di jaganya dengan mudahnya di hancurkan oleh sahabatnya sendiri. Begitu juga dengan Gion, ia tak tahu apa yang harus di lakukan, tak tahu harus memihak kepada siapa. Di satu sisi Zen adalah adik, di satu sisi Mica sekarang adalah istrinya.
Namun perdebatan mereka segera terhenti seketika, saat terdengar panggilan yang membuat suasana seketika menjadi hening.
Ketiga pria itu pun menoleh kearah yang sama, yaitu pintu dimana tengah berdiri seorang wanita yang telah mendengar semua pembicaraan mereka.
Setiap langkah kakinya terdengar dengan jelas, saat menghampiri salah satu dari ketiga pria tersebut.
Plakkkk...
Plakkkk...
Satu tamparan mendarat di pipi kirinya dan satu tamparan lagi di pipi kanannya dengan kuat. Tamparan penuh kebencian yang tak bisa di bendung lagi. Sangat sulit di ungkapkan dengan kata-kata saat laki-laki yang telah merenggut kesuciannya ternyata ada di sekitarnya tanpa ia ketahui dan menikmati hidup tanpa ada sedikit rasa bersalah telah menghancurkan kehidupan orang lain.
"Brengsek..., bajingan, Kenapa kamu tega menghancurkan hidupku dengan begitu mudahnya, Kenapa kamu lari dari perbuatan yang sudah kamu lakukan dan menjadi pengecut. Apa kamu tidak berfikir, apa yang akan menimpaku setelah kamu menodai ku?" ucap Mica, seraya menunjuk wajah Zen yang ingin di cabik- Cabiknya.
"Mica maafkan aku. Aku tidak bermaksud lari dari tanggung jawab, please Mica dengarkan penjelasan ku dulu." Zen berupaya menjelaskan, saat Zen ingin menggegam tangan Mica, dengan cepat Mica menepisnya.
"Kamu adalah laki-laki paling jahat. Pria sepertimu apakah masih pantas mendapatkan maaf, setelah menghancurkan hidupku dan juga masa depanku. Apa masih pantas, Jawab." Pekik Mica meluapkan emosinya.
__ADS_1
"Sampai kapanpun tidak akan pernah ada kata maaf buat bajingan sepertimu dan sampai kapanpun tak akan aku izinkan kamu menyentuh anakku." Ucap Mica penuh dengan penekanan tak sedetikpun memberikan kesempatan Zen untuk menjelaskan.
Mica yang sudah tidak mampu menerima kenyataan akhirnya jatuh pingsan, untung saja Gion segera menangkap Tubuhnya.
"Mica sadar Mica..." ucap Gion melarikan mica untuk mendapatkan pertolongan.
*****
Waktu begitu cepat berlalu, Mica pun tersadar dan sudah berada di brankar rumah sakit, selang infus menancap di tangannya. Mica pun duduk dan memeluk lututnya, menyembunyikan wajahnya, agar tak ada yang tau betapa sakit dan hancur hatinya, mengetahui orang yang selama ini ia cari untuk bertanggung jawab ternyata ada di sekitarnya dan lebih sakit lagi, dia mengetahui lelaki itu kini menjadi adik iparnya sendiri. Sesak rasa di dada jika ada diposisinya sekarang, tak ada yang bisa menggantikan rasa sakit itu depan apapun.
"Mica." Panggil Bayu saat menghampiri. Mica langsung mengambil dalam pelukan Bayu, menumpahkan tangisnya yang tak bisa dibendung.
"Dengar, Dengarkan aku dulu Mica. Aku pasti tidak akan melepaskan dia dengan begitu saja setelah menghancurkan hidupmu, tapi saat ini ada yang jauh lebih penting. Jika Zen di penjara, bagaimana dengan Ray yang masih membutuhkan donor darah dari Zen, dan cukup sulit untuk menjebloskannya karena kita tidak cukup bukti." jelas Bayu membuat Mica menangis semakin tersedu-sedu.
Gion pun menghampiri Mica setelah memberikan penjelasan kepada orang tuanya masalah Zen.
"Mica..." Panggil Gion.
"Pergi. Jangan dekati aku. Aku tidak ingin memiliki hubungan lagi dengan kalian semua." Usir Mica yang terlanjur benci dengan keluarga Morganion.
__ADS_1
"Tapi-"
"Pergi..." Pekik Mica.
"Kak usir dia dari sini. Aku tidak mau bertemu dengan dia ataupun mereka." Mica pun semakin ketakutan dan mempererat pelukannya kepada sang kakak.
Bayu pun memberi isyarat pada Gion untuk keluar dulu dan membiarkan dirinya yang membujuk adiknya agar lebih tenang.
Di sisi lain, Zen tengah bersimpuh di depan kedua orang tuanya yang sangat kecewa padanya, mempermalukan keluarga besarnya.
"Kamu benar-benar keterlaluan Zen, kamu sudah mencemarkan nama baik keluarga dengan perbuatan bejatmu di tambah lari dari tanggung jawab atas apa yang kamu perbuat. Apa kamu tau apa tidak pernah berfikir apa akibatnya dari perbuatan mu itu. Gak hanya kamu yang akan menanggung tapi kami semua, bahkan kakakmu Gion juga menanggung akibat dari perbuatan mu. Dan apa kamu tau sekarang, Keluarga besar Mica menuntut keluarga kita atas tuduhan pelecehan dan juga penipuan, kamu bisa di penjara dan keluarga kita akan di permalukan publik atas tindakan tercela mu itu " Ucap Morgan dalam kemarahan. Zen hanya bisa tertunduk tak bisa menjawab sepatah katapun Karena memang dia salah dan semuanya berasal dari dirinya.
"Pa, Aku tau anak kita salah, tapi tolong cari jalan keluarnya agar dia tidak di penjara, aku gak mau pa, anak-anakku merasakan tidur di tahan. Papa pasti punya cara kan untuk menekan mereka agar masalah ini bisa di selesaikannya secara kekeluargaan. " Bujuk Vika pada suaminya.
"Apa yang bisa kita lakukan, Mereka bersikeras akan menjebloskan Zen ke penjara." saut Morgan yang sudah tidak tau lagi menghadapi masalah yang menimpa keluarganya kerena ulah Zen.
"Saat ini hanya ada satu cara untuk menghentikan mereka, yaitu menuruti ke ingin mereka untuk memberikan lima puluh persen saham perusahaan kita, itu artinya mereka juga akan memiliki kekuasaan atas perusahaan kita." Jelas Morgan.
" Jangan lakukan itu pa, biarkan aku menerima hukumannya. Aku sudah siap jika harus di penjara." ucap Gion tiba,
__ADS_1
To Be Continued ☺️☺️☺️☺️