Single Mom Diusia Belia

Single Mom Diusia Belia
Bab 39


__ADS_3

Mica segera kembali dengan buru-buru namun tetap hati-hati membawa Ray, berharap Semuanya masih istirahat.


Namun sesampainya di apartemen, Mica langsung mendapatkan tatapan tajam dari mama mertuanya.


"Darimana kamu? mama menyuruhmu untuk istirahat, tapi kenapa kamu malah membantah dan keluar diam-diam membawa Ray. Bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan mu dan Ray?" tanya Vika dengan mata melotot dan mengacak pinggang, sedangkan Mica hanya bisa tertunduk sambil tetap memegang pegangan stroller.


"Maaf Ma." Jawab Mica.


"Ma, jangan salahkan Mica. Aku yang mengizinkan Mica membawa Ray keluar." Saut Gion yang baru keluar dan berusaha membela Mica.


"Kalau kamu yang menyuruh, kenapa kamu tidak ikut dengannya. Kalau terjadi sesuatu pada mereka baru kamu menyesal nantinya." saut Vika kesal lalu mengangkat Ray yang tertidur dan membawanya ke kamar.


Mica yang mendapat marah masih terus menunduk dan menitikkan air mata. Gion pun segera menghampiri dan memeluknya untuk menenangkannya.


"Sudah jangan sedih. Mama marah karena kuatir saja. Nanti juga hilang marahnya. Lain kali kalau kemana-mana bilang. Kalau ada ada di rumah bisa melindungi mu. Tapi aku kan tidak selalu ada di rumah." ucap Gion.


"Maaf mas, aku salah." jawab Mica sambil terisak.


"Sudah jangan menangis lagi, malu kalau di lihat Ray, mamanya masih cengeng." bujuk Gion sambil menghapus air mata di pipi Mica.


Setelah meletakkan Ray dalam kamarnya, Vika segera keluar untuk menghampiri Mica kembali. Namun Vika tidak mendapati Mica hanya Gion saja yang duduk di meja makan.


"Mana Mica? kenapa tidak ikut makan siang?" tanya Vika.


"Mica pergi ke kamar Ma, katanya makannya nanti." jawab Gion membuat Vika geleng kepala.


"Gion. Kamu itu kepala rumah tangga di rumah ini. Jangan memanjakan istrimu dan membiarkannya suka ngambek, apa jadinya rumah tangga kalian nanti. Mama datang kemari hanya ingin memastikan kalau kehidupan kalian sudah berjalan selayaknya pasangan. Tapi yang mama lihat sekarang bukan seperti pasangan suami istri tapi seperti kakak beradik. Mau jalan kemana hubungan kalian kalau begini Gion. Ingat kalian sudah punya anak dan sebentar lagi kalian juga harus memiliki anak lagi. Jadi cara kalian harus di rubah Gion." ucap Vika pada putranya.


"Ma, apa salahnya kami seperti ini. Selama kami berdua hidup rukun, tidak jadi masalah kan ma. Lagian Mica memang masih Belia, aku pasti mendidiknya untuk menjadi seorang istri yang benar. Tapi itu dengan caraku sendiri. Aku mengenal Mica jadi aku tau bagaimana mendidiknya." Saut Gion.


"Mama tidak setuju dengan caramu. Selama mama di sini mama akan menindik Mica menjadi seorang istri yang benar untukmu."


"Gak perlu ma."

__ADS_1


"Jangan membantah, ini keinginan mama. Mama tidak mau anak mama di telantarkan oleh istrinya begitu saja." ucap Vika sambil menggebrak meja, membuat Gion terdiam dan tak berani membantah lagi."


Ternyata percakapan mereka di dengar oleh Mica, yang awalnya tadi ingin bergabung.


Mica pun kembali ke kamar, dan memikirkan semua yang dia dengar.


****


Keesokan harinya, Mica bangun lebih awal. Ia ingin membuktikan, kalau dirinya bukanlah istri yang manja dan walaupun masih muda dia bisa menjadi istri yang bertanggung jawab.


Dan kebetulan pelayan sedang izin cuti, karena suaminya sedang sakit. Mica bangun lebih awal, walaupun mulutnya selalu menguap dan mata yang sulit di buka, Mica berusaha melawannya dengan segera membasuh muka.


Sebelum melakukan aktivitasnya, Mica memompa asi-nya yang terasa penuh, untuk stok selama ditinggalkan sekolah.


Setelah dirasa keduanya sudah habis di ambil ASI-nya, Mica segera menyimpannya. Ia pun melanjutkan membuat beberapa menu sarapan, seperti yang pernah di ajarkan ibu angkatnya.


Setelah menyiapkan sarapan, Mica segera membangunkan Ray dan mengurusnya sebelum ditinggal.


"Pa-pa-pa" oceh Ray membangunkan papanya. Segera saja Gion membuka matanya saat merasa tidurnya terganggu.


"Kenapa sayang? jam berapa ini?" Tanya Gion sambil menggeliat, sebelum duduk bersandar di ranjang.


"Mas jaga kan Ray sebentar aku mau mandi. Ibu kan sekarang tidak ada di rumah, jadi mas harus ikut menjaga Ray. Aku gak enak kalau harus membangunkan mama, makanya aku bangunin mas aja." Jelas Mica.


"Ya usah cepat mandi sana, biarkan  anak papa yang sudah wangi ini  main sama papanya." Mica segera menyerahkan Ray dan Gion menyambutnya.


"Pa-pa-pa." Panggil Ray.


Setelah selesai mandi dan berpakaian seragam putih abu-abu dan menyiapkan semuanya, Mica mengambil kembali Ray agar Gion bisa mandi dan bersiap.


"Mas sudah aku siapkan pakaian mas. Nanti kalau sudah selesai bersiap, cepat turun kita sarapan bersama. Aku sudah siapkan sarapan tadi. Sekarang aku mau menyuapi Ray bubur dulu." Ucap Mica dan segera membawa Ray keluar kamar.


Gion terheran dengan perubahan Mica yang tak seperti biasanya. "Tumben dia rajin? Sudah berubah atau hanya kesambet." Ucap Gion seorang diri.

__ADS_1


Di luar, Mica sedang menyuapi Ray bubur tim kesukaan Ray sambil mengajaknya bermain.


"Pagi ma," Sapa Mica yang mendapati mama Vika yang keluar dari kamar.


"Pagi sayang. Kamu pakai seragam, apa kamu mau sekolah? Memangnya kamu sudah sehat?"


"Aku sudah sehat kok ma, aku gak boleh izin terlalu lama nanti tertinggal banyak pelajaran, kan sebentar lagi aku ujian, ma." Jelas Mica.


Vika melihat meja makan sudah tersedia menu sarapan. Vika pikir dia akan melihat meja makan yang kosong.


" Kamu yang buat sarapan?" Tanya Vika sambil mencicipi sedikit masakan Mica untuk memastikan.


"Iya ma, Mica yang memasaknya. Bibi izin gak kerja sedang mengurus suaminya yang sakit." Jelas Mica.


"Gion mana?"


"Mas Gion masih bersiap, mungkin sebentar lagi turun. Oya ma, selama Mica sekolah, Mica titip Ray ya ma, soalnya hanya mama yang Mica harapkan."


"Iya, dia juga cucu mama, mana mungkin mama akan mengabaikannya." jawab Vika.


"Makasih ma." ucap Mica dengan lega.


Tak lama Gion pun turun dan sudah berpakaian rapi.


"Pagi sayang, pagi ma." Sapa Gion sambil berjalan menghampiri meja makan dan sudah ada mamanya yang sudah menunggu di meja makan, sedangkan Mica baru selesai menyuapi Ray.


"Tunggu sebentar ya mas, aku buatkan kopi dulu. Tolong jagakan Ray dulu." Mica pun menyerahkan Ray pada Gion dan segera pergi ke dapur untuk membuatkan kopi.


"Mama lihat kan, Mica bukanlah istri manja, dia sudah dewasa dan mengerti peranannya sebagai seorang istri. Lihatlah dia begitu sibuk mengurus keluarganya. Jadi aku mohon sama mama, jangan menyinggung perasaan Mica. Mama boleh menegurnya kalau dia salah tapi bukan berarti harus memarahinya. Mama paham kan." Ucap Gion.


Vika pun tak bisa menjawab apa-apa, semua yang di tuduhkan pada Menantunya tak ada yang terbukti.


To be continued ☺️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2