Single Mom Diusia Belia

Single Mom Diusia Belia
memberikan hak


__ADS_3

Bau alkohol menyeruak masuk kedalam hidung Mica, Saat mendapati tubuhnya tengah memeluk suaminya.


"Apa mas Gion mabuk?" tanya Mica dalam hati lalu mengendus untuk memastikan.


Tanpa Mica sadari Gion meraih punggung Mica dan menggulingkannya hingga kini posisi Mica berada di bawah.


"Apa yang kamu lakukan mas, cepat lepasin." teriak Mica yang tak siap dengan apa yang dilakukan Gion.


"Katakan padaku, apa kamu menganggap aku ini sebagai suami?" tanya Gion.


"Pertanyaan omong kosong apa ini mas, kalau aku tidak menganggap mu sebagai suami, mana mungkin aku tidur satu ranjang denganmu." saut Mica dan terus meronta.


"Kalau begitu berikan aku hak ku sebagai seorang suami yang selama ini belum kamu berikan padaku."pinta Gion membuat Mica semakin meronta dia tau apa yang dimaksud Gion.


"Bukankah mas sudah berjanji, tidak akan menyentuhku sampai aku siap memberikannya. Lalu kenapa sekarang mas ingin mengingkarinya, hiks...," Mica mulai ketakutan, trauma masa lalu langsung datang menghampiri.


"Tapi sampai kapan? Sampai kamu di sentuh orang lain? Sampai kamu tiba-tiba jatuh cinta pada laki-laki lain. Sampai kapan hah?" tanya Gion sambil mencekal kuat tangan Mica.


Pengaruh alkohol yang diminum Gion, membuatnya kehilangan akal sehat, tak perduli dengan keadaan Mica yang tengah ketakutan. Gion tetap meminta haknya sebagai seorang suami.


Padahal sebelumnya, Gion sendiri berjanji tidak akan menyentuh Mica dengan paksa dan akan menunggu sampai Mica siap menyerahkannya.


Keesokan harinya, Gion terbangun dan mendapati dirinya sedang memeluk istrinya, sekilas Gion ingat dengan apa yang sudah ia lakukan pada Mica. Gion benar-benar menyesal telah melakukannya pada Mica dan mengingkari janjinya.

__ADS_1


Gion mencium pundak Mica dan berulang kali meminta maaf padanya, namun Mica tak menjawab, ia terlalu lelah dan tak bisa lagi menitikkan air mata.


"Aku akan menyiapkan air hangat untuk mu mandi ." Gion segera turun lalu segera mengenakan bathrobe dan juga mengambilnya untuk Mica.


Gion pun lebih dulu mandi, setelah itu baru menyiapkan air hangat di dalam bathtub agar Mica bisa berendam, tak lupa ia pun menuangkan parfum aroma terapi agar tubuh Mica kembali rileks.


"Aku sudah menyiapkan airnya, kamu bisa berendam sekarang." ucap Gion, dan ingin membantu Mica untuk berdiri tapi segera di tepis tangannya oleh Mica.


Tangan yang ingin menyentuh kini Gion genggam lagi. Saat tangan itu telah di tepis Mica.


Mica merendam tubuhnya di dalam bathtub yang sudah terisi air hangat. Ia menenggelamkan tubuhnya.


Setelah cukup lama berendam, Mica pun segera mengguyur tubuhnya sekali lagi di bawah shower baru ia menyelesaikan mandinya.


Tubuh Mica seakan remuk, dan area sensitifnya masih terasa ngilu akibat perbuatan suaminya yang liar.


Melihat Mica yang jalan pelan-pelan membuat Gion berinisiatif dan langsung membopong tubuh Mica.


"Apa yang kamu lakukan, lepaskan." ronta Mica sampai Gion meletakkan tubuh Mica ke atas kasur .


"Aku sudah menghubungi pak Arya untuk membeli izin padamu tidak sekolah hari ini. Aku yakin kamu pasti tidak ingin sekolah juga kan hari ini."


"Em, Kamu istirahat saja, biar aku bawakan sarapan untukmu."Gion pun segera keluar kamar untuk mengambilkan sarapan, padahal Mica tidak meminta ataupun memerintah.

__ADS_1


Di ruang makan, Sekar menghampiri Gion yang sedang menyiapkan sarapan untuk Mica.


"Nak Gion, Apa Mica sedang sakit? Gak seperti biasanya Mica telat menyimpan asi, Ray sepertinya sudah haus, dan juga tolong ingatkan Mica untuk membawa Ray imunisasi karena sudah jadwalnya." ucap Sekar.


"Tunggu sebentar ya Bu, aku mengantarkan ini dulu ke kamar, setelah itu biar Ray aku antarkan pada ibunya, sepertinya Mica sedang tidak enak badan, Bu." jelas Gion dan bergegas mengantarkan sarapan Mica ke kamar, setelah itu ia pun mengambil Ray dari tangan Sekar, Agar Mica bisa memberikan ASI-nya secara langsung.


"Ray haus."


"Berikan dia padaku." ucap Mica dan segera mengulurkan tangannya untuk mengambil Ray.


Mica pun segera memberikan asi miliknya secara langsung. Tanpa sengaja, Gion melihat beberapa tanda merah di bagian dada Mica.


"Astaga, apa aku terlalu ganas tadi malam? " gumam Gion yang terus memperhatikan Mica.


"Kenapa menatapku seperti itu?" tegur Mica.


"Tidak, aku-" Gion segera menghampiri Mica dan meraih tangannya, "Tolong maafkan aku. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi, aku benar-benar tidak sadar tadi malam."


"Kenapa gak pergi mengajar?" Tanya Mica, mengalihkan pembicaraan.


"Aku-, tadi izin sehari sama sepertimu. Aku gak bisa meninggalkan kamu."


Mica pun memeluk Gion dan berbalik minta maaf, "Maaf. Aku terlalu egois sampai aku mengabaikan kamu sebagai suamiku. Benar apa yang kamu katakan mas, suami mana yang tahan diabaikan istinya. Tapi aku melakukan ini semua karena aku masih trauma dengan masa laluku dan aku juga belum siap memberikan keturunan untukmu." ungkap Mica.

__ADS_1


Gion merasa lega, karena Mica tidak jadi marah padanya atas apa yang dia lakukan. Walaupun Mica istrinya tapi tetap saja bagi Gion malam tadi adalah pemaksaan dan dirinya tidak suka itu. Makanya ia menyalakan dirinya sendiri.


To Be Continued ☺️☺️☺️


__ADS_2