Single Mom Diusia Belia

Single Mom Diusia Belia
Part 7


__ADS_3

"Pa, aku sudah melakukan semuanya. Sekarang kembalikan anakku. Aku sangat merindukannya." Pinta Mica sambil bersimpuh di kaki Alexander.


"Papa akan mengembalikan anak itu, tapi kamu juga harus janji bersedia menikah dengan Gion bulan depan. Jika kamu mengingkarinya maka papa akan melakukan hal yang sama, dan bisa saja kamu selamanya tidak akan bertemu dengannya." Ancam Alexander, tak perduli jika yang dia ancam adalah putrinya sendiri.


"Aku janji Pa, aku akan menuruti semua kemauan Papa, tapi jangan pisahkan aku dengan anakku, Hiks... hiks..."


Tak ada yang bisa Mica lakukan selain menuruti kemauan papanya. Tak bisa menolak ataupun kesempatan untuk membatalkan pernikahan yang akan ia hadapi satu bulan lagi.


"Mica..." Terdengar suara yang tak asing di telinga Mica membuat Mica segera menoleh ke belakang.


"Ibu... Ray..." Mica segera menghampiri dan langsung mengambil Ray dari tangan Sekar. Berulang kali Mica mencium anaknya. melepaskan rasa rindu yang tak terbendung.


"Ibu... Maafkan aku, hiks.. hiks..." Mica memeluk Sekar.


"Sudah jangan menangis, ibu gak papa. Ibu baik-baik saja begitu juga dengan Ray" Sekar berusaha menenangkan putri angkatnya sambil menepuk punggungnya.


"Ibu, ayo kita pulang." Ajak Mica, ingin segera meninggalkan rumah orang tuanya.


"Tunggu." Tahan Diah, "Kamu mau kemana lagi Mica?"


"Aku mau pulang Ma." Jawab singkat Mica.


"Pulang kemana, ini rumahmu juga nak. Tetaplah disini Mica, tetaplah tinggal bersama kami disini."


"Tidak Ma, tempat ini tidak menerima Ray. Itu artinya aku harus pergi dari sini. Bu, ayo kita pergi. Kita kembali pulang ke rumah." Ajak Mica.


"Berhenti!" Kali ini Alexander menghentikan langkah Mica kembali, namun Mica tak mau menoleh.


"Tetaplah tinggal disini " Ucap Alexander, Seketika Mica langsung menatap papanya.


"Tetaplah tinggal di sini. Kamu boleh membawa anak itu, tapi kalian akan tinggal di paviliun belakang, Untuk berjaga agar kamu tidak lari kemana-mana." Jelas Alexander.


Akhirnya Mica dan Sekar menyetujuinya. Salah satu pelayan mengantarkan ke paviliun, tempat yang biasa di pakai Mica untuk bermain berama kakaknya. Namun kali ini di pakai untuk di jadikan tempat tinggal.

__ADS_1


"Ibu gak papa kan tinggal di sini?" tanya Mica, sambil meletakkan Ray yang tengah tertidur.


"Gak papa nak, dimana saja ibu tinggal, itu gak jadi masalah buat ibu. Yang penting ibu bisa melihat kamu tersenyum, itu sudah cukup."


"Ibu..." Mendengar kata-kata Sekar, Membuat Mica terharu dan membuat Mica semakin sayang.


"Lihat ini Bu." Mica menunjukkan cincin yang ada di jarinya.


"Kamu sudah tunangan nak?" tanya Sekar dan Mica mengangguk. Mica pun menyandarkan kepalanya di pundak ibunya.


"Papa memaksaku, bahkan mengancam ku. Jika aku tidak menurut, papa akan melakukan sesuatu pada Ray. Aku gak mau siapapun menyentuh Ray dan dengan terpaksa aku menyetujuinya. Apa ibu tau siapa laki-laki yang menjadi tunangan ku? jika ibu tau pasti ibu akan terkejut."


"Benarkah?! memangnya ibu mengenalnya?"


"Tentu saja ibu kenal, dia itu bekas majikan Ibu. Dia tuan Gion. Aku benar-benar gak tau kalau papa menjodohkan aku dengannya. Tapi untuk saat ini tuan Gion tidak tau kalau aku adalah tunangannya. Aku menyembunyikan wajahku Bu, aku masih ragu dengan tuan Gion. Aku takut dia tidak bisa menerima Ray."


"Jadi Tuan Gion adalah tunangan denganmu, tapi tuan Gion tidak tau kalau yang mau dia nikahi adalah pelayannya sendiri." Ucap Sekar memperjelas.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan?"


Saat Mica dan sedang ngobrol bersama ibu angkatnya, ternyata Diah ada di luar memperhatikan kedekatan anaknya bersama ibu angkatnya.


'Kasih sayang yang kuberikan selama belasan tahun, begitu mudah tergantikan dengannya yang baru satu tahun menjaganya. Mica mama merindukanmu.' gumam Diah di balik pintu seraya menitikkan air mata. Hatinya begitu saat saat melihat anak perempuan satu-satunya lebih dekat dengan Sekar ketimbang dengan dirinya. Diah pun memilih kembali tanpa sepengetahuan Mica.


***


Mendengar Mica yang kini tinggal berdampingan dengannya, membuat Bayu sangat bahagia bisa bertemu adiknya kembali setiap saat, selain itu juga bisa menjaga dan bisa melihat keponakan kecilnya yang menggemaskan setiap saat.


"Mica... Buka pintunya dong. Kakak mau lihat Ray. "Panggil Bayu yang baru pulang kerja dan langsung menghampiri adiknya.


"Kakak... jangan teriak-teriak nanti Ray bangunan." Tegur Mica kesal. Sudah susah payah menidurkan buah hatinya kini mau di ganggu oleh pamannya.


"Ooopppsss, maaf aku gak tau kalau Ray tidur. Aku kemari cuma mau ngajakin kamu pergi berbelanja buat beli kebutuhan Ray. Kakak kan gak tau apa yang Ray butuhkan dan jangan menolak, Selama kamu dan Ray ada di sini semua kebutuhan kamu dan Ray kakak yang akan penuhi. Uang yang kakak hasilkan itu juga uangmu. Jadi jangan ada alasan untuk menolaknya," ucap Bayu tak memberi kesempatan Mica untuk menolak keinginan kakaknya.

__ADS_1


"Ya baiklah. Tapi nanti malam setelah Ray tidur, aku baru bisa meninggalkannya."Bayu pun menyetujuinya dan akhirnya Bayu pun kembali ke rumah utama dengan perasaan bahagia.


*****


Sekitar jam delapan malam Bayu dan Mica pergi berbelanja di salah satu supermarket untuk membeli susu dan diaper Ray yang sangat Mica butuhkan dan beberapa kebutuhan yang lainnya.


Saat mereka berbelanja, tanpa sengaja Zen melihat keduanya yang tengah membeli susu.


'Bukankah itu Bayu. Sedang mencari susu untuk siapa dia? Setauku Bayu belum menikah? dan dia, bukannya itu mica.' Gumam Zen dan segera menghampiri untuk menegurnya.


"Bayu..." tegur Zen. Bayu pun segera melirik ke arah Zen yang dan berbalik menyapanya, tapi tidak dengan Mica, yang terkejut dan langsung bersembunyi di belakang Bayu.


'Astaga, kenapa tuan Zen ada di sini.' gumam Mica yang memilih menutupi wajahnya di balik punggung Bayu.


"Hai Zen, kamu di sini juga rupanya. Apa kabar?" Sapa balik Bayu.


"Aku baik, dan kebetulan kehabisan sesuatu makanya singgah di sini. Itu siapa sembunyi di belakangmu. Pacar atau istri? " pancing Zen agar Mica keluar.


Bayu terkekeh, "Bukan, dia adikku, namanya Mica. Ini yang pernah aku ceritakan dulu padamu dan ingin aku jodohkan denganmu tapi sayangnya dia sekarang sudah bertunangan."


"Apa?! jadi Mica itu adik Bayu dan itu artinya Mica. Astaga selama setahun ini aku berusaha mencari ternyata dia ada di sekitarku.' gumam Zen.


"Mica, jangan takut, dia itu teman kakak. Ayo kenalan."tutur Bayu lalu menarik tangan Mica agar tidak sembunyi lagi.


"Ha-halo kak Zen." Sapa Mica dengan gugup dan dan pura-pura tidak kenal.


"Hai Mica bukankah kita sudah saling kenal dan kamu be-" Belum selesai bicara Mica langsung menutup mulut Zen untuk tidak melanjutkan kata-katanya.


"Tolong jangan katakan apapun pada kak Bayu, kalau aku bekerja di rumah tuan." bisik Mica, dan Zen hanya tersenyum lalu mengangguk. Mendapatkan anggukan dari Zen, Mica pun segera melepaskan tangannya.


"Kenapa ini? Apa yang kalian sembunyikan dariku yang tidak aku ketahui?"


Zen dan Mica saling menatap dan kedua-duanya pun hanya tersenyum.

__ADS_1


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2