Single Mom Diusia Belia

Single Mom Diusia Belia
Anak yang kuat


__ADS_3

Mica membuka matanya dan mendapati dirinya kembali terbaring di ranjang rumah sakit.


"Apa kau tidak jadi mati?" tanya Mica, sambil menghela nafas.


"Kamu mampir membuat kami semua jantungan, melihat kamu yang hampir jatuh dari atap rumah sakit." Saut Gion, yang menemani Mica sepanjang hari. Mica melirik Gion dan segera memalingkan wajahnya.


"Satu detik saja aku tidak bisa meraih tanganmu, mungkin kamu sekarang sudah berbeda alam. Mica maaf, aku benar-benar sudah melukai hatimu. Tolong beri aku kesempatan untuk menebus kesalahanku. Aku janji tidak akan menyakiti hatimu lagi dan aku akan mendukung keputusanmu. Mau kan kamu memaafkan aku." Bujuk Gion dengan perasaan menyesal, namun sayangnya tak mendapatkan jawaban dari Mica. Membuat Gion hanya bisa menghela nafas.


Mica ingin turun dari brankar, namun merasakan kakinya terasa sakit, "Aaauuuhhhh, kenapa kakiku terasa sakit." keluh Mica dan segera membuka selimut yang menutupi kakinya.


"Kenapa kakiku?" tanya Mica, yang terkejut melihat mata kakinya bengkak.


"Kamu tidak papa? Sepertinya kamu tidak akan bisa pergi sendirian. Sampai kakimu yang terkilir itu sembuh." Jelas Gion.


"Tapi aku-" Mica merasa kesal, lalu mengulurkan kedua tangannya kearah Gion.

__ADS_1


"Apa?" tanya Gion tak paham.


"Aku mau ke toilet, pengen pipis. Antarkan aku sekarang, atau aku akan kencing di sini. Anggap saja ini sebagai salah satu hukuman yang harus kamu jalankan." ucap Mica.


Gion pun tersenyum, lalu segera mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke toilet.


"Aku akan menunggu di luar pintu. Kalau sudah selesai panggil aku." ucap Gion lalu meninggalkan Mica di toilet.


Di dalam toilet, Mica menggerutu pada dirinya sendiri, akan sikapnya pada Gion. Padahal ia ingin membuat Gion benar-benar tersiksa karena telah membuatnya kecewa, atas keputusan yang di ambil sebelumnya. Tapi entah kenapa hatinya sulit untuk membencinya.


Lamunan Mica segera buyar saat Gion kembali memanggil, tanpa sadar Mica didalam toilet hampir dua puluh menit.


"Bawa aku untuk menjenguk Ray. Aku tidak mau duduk di kursi roda, aku mau kamu menggendongku. Anggap saja sebagai balasan karena kamu sudah menipuku dengan pura-pura lumpuh."


"Baik tuan putri, bahkan jika seharian kamu memintaku untuk tetap mengendong mu. Aku sanggup asalkan setelah itu kamu mau memaafkan aku." ucap Gion sambil berjalan menuju ruang PICU untuk melihat perkembangan Ray setelah mendapatkan transfusi darah dari ayahnya.

__ADS_1


"Tidak, tidak semudah itu aku bisa memaafkan kamu. Bahkan jika kamu menggendongku selama seminggu itu pun tidak akan bisa membuatku bisa memaafkan kamu. Kamu akan mendapatkan sembilan puluh sembilan hukuman, baru aku bisa memaafkan kamu. Sakit hatiku tak akan bisa sembuh dengan mudah, paham." kata Mica.


Mereka pun Sampai ke ruang PICU, dan Gion membantu Mica mengenakan jubah protektif bewarna biru sebelum masuk ke dalam ruangan.


Sudah hampir seminggu Ray dirawat intensif, untuk memulihkan keadaannya setelah transfusi darah untuk memperbaiki sel-sel darah merah yang rusak dan hampir merusak otak Ray.


Mica menitikkan air matanya, tak kuasa menahan air mata saat melihat anaknya terbaring sendirian dan tengah berjuang untuk pemulihan.


"Ray sayang, maafin mama ya nak. Ini semua salah mama, sampai kamu merasakan sakit seperti ini. Karena mama yang tidak memperhatikan kamu saat dalam kandungan dan menganggap seperti keluhan yang mama rasakan. Mama benar-benar tidak tau kalau akibatnya akan begini. Cepat pulih ya sayang. Mama tau Ray anak yang kuat, Ray pasti bisa melewatinya. Tinggal sekali lagi dan Ray tidak akan merasakan sakit seperti ini lagi." ucap Mica sambil terisak.


Mica yang tak mampu menahan kesedihannya, menyembunyikan wajahnya di dada Gion dan menumpahkan tangisnya sekali lagi. Gion segera memenangkannya.


"Ray anak yang kuat, dia pasti akan bisa melewati ini. Dan kamu sebagai ibunya juga harus yakin dan tetap kuat, kalau Ray akan pulih. Lihatlah dia sekarang melihatmu dan tersenyum." Ucap Gion, Mica segera menoleh dan benar saja, Ray baru terbangun, karena kondisinya yang lemah, Ray hanya bisa tersenyum sambil menatap ibunya yang menangis.


Mica segera meraih tangan Ray, dan Ray segera menggegamnya. Tangan mungil itu menggegam lemah, ingin menguatkan ibunya agar tidak menghawatirkan dirinya yang akan kerena ia akan baik-baik saja.

__ADS_1


Mica pun menemani Ray beberapa saat sampai anaknya kembali tidur lagi. Setelah itu Gion membawa Mica keluar agar bisa istirahat lagi.


To be continued ☺️☺️☺️☺️


__ADS_2