
"Ma, Mica gak kemari?" Tanya Gion yang tengah menunggunya. Gion berencana membawa Mica untuk menemaninya nanti malam untuk bertemu dengan wanita yang akan di jodohkan dengannya. Namun rencana tinggal rencana kerena Mica tak datang.
"Hari ini Mica gak bisa kerja, katanya sedang tidak enak badan." Jawab Vika.
"O-iya Gion, jangan lupa persiapannya, malam nanti kita akan bertemu dengan calon istrimu. Jaga sikapmu dan jangan membuat ulah atau mempermalukan kami." imbuh Vika.
"Kita lihat saja nanti " Saut Gion lalu pergi, membuat Vika hanya bisa menghela nafas.
*
.
*
*
*
"Mica, ini sudah mama siapkan dress yang nanti kamu kenakan, kamu pasti terlihat cantik dengan dress ini. Bagaimana kamu suka gak?" tanya Diah menunjukkan dress baru untuk Mica, namun Mica malah memalingkan wajahnya.
"Mica, kamu kenapa lagi? Bukannya kamu sudah berjanji akan menuruti kemauan papa. Mama janji besok akan membantumu membawa Ray ke peluk kan mu."
"Ma, Aku belum siap menikah, aku masih ingin membesarkan Ray. Aku tidak ingin kehadiran Ray menjadi beban nantinya. Aku tidak ingin perhatianku pada Ray berkurang kerena harus mengurus suami, hiks...hiks..."
Diah langsung memeluk Mica dan mengusap punggungnya, "Mama paham nak, apa yang ku rasakan. Tapi ini juga demi kebaikan kamu dan juga demi masa depanmu nanti. Mama yakin dia juga nanti akan mengerti dan mau menerima Ray menjadi bagian keluarga." bujuk Diah, tak ingin putrinya berubah pikiran.
"Apa mama yakin?" tanya Mica dan Diah pun mengangguk untuk mengiyakan.
****
__ADS_1
Malam pun tiba, tamu Alexander yang di tunggu pun akhirnya datang. Alexander dan Diah menyambut kedatangan mereka semua.
"Selamat datang Tuan Morgan dan nyonya Vika di kediaman kami ini. Silahkan masuk, kami sudah menunggu kedatangan kalian semua." Sambut Alexander dengan ramah dan mereka pun segera masuk menuju ke ruang tamu.
"Tuan Alexander perkenalkan ini anak Sulung kami, namanya Gion, Jangan kuatir Gion tidak cacat permanen, dia masih bisa di sembuhkan, tapi yah begitulah. Belum ada yang membuatnya semangat untuk malakukan Operasi, makanya saya ingin menjodohkan Anak kami ini dengan putrimu, siapa tau keduanya cocok." Jelas Morgan.
"Tidak masalah bagi kami, yang terpenting apa yang kita sepakati tetap berjalan." Jawab Alexander diiringi tawa bersama.
Gion tak banyak bicara, dia tak menyukai perjodohan tersebut yang membuatnya ingin marah, namun ia hanya bisa.
Diah segera memanggil Mica yang ada di kamar untuk bertemu dengan calonnya.
"Mica, mereka sudah menunggumu. Ayo turun dan temui mereka." panggil Diah sambil mengetuk pintu.
Mica segera membuka pintu, namun saat itu juga membuat Diah terkejut.
"Apa yang kamu lakukan Mica? kenapa kamu menutupi wajahmu?" tanya Diah.
Mica menuruni anak tangga di tuntun Diah dan menghampiri tamu keluarganya. Mica di buat terkejut dengan kedatangan majikannya ke rumah orang tuanya, dan ia juga melihat keberadaan Gion.
Mica duduk di samping papanya dan juga Diah. Namun pandangan matanya terus ke arah Gion yang sama sekali tidak melihat dirinya.
'**Ba**gaimana mereka bisa datang kemari? atau jangan-jangan papa ingin menjodohkan aku dengan tuan Gion.' gumam Mica, dan matanya terus tertuju pada Gion yang terlihat sangat tidak suka.
"Apa yang kamu lakukan Mica, cepat buka penutup wajahmu itu, atau akan papa paksa." titah Alexander dengan berbisik namun Mica tetap menolak.
"Maaf Tuan dan Nyonya. Ini anak saya, namanya Mica. Mohon maaf jika sikapnya kurang sopan." ucap Diah.
"Gak papa nyonya, wajar kalau dia masih malu-malu. nanti lama-lama juga berani memperlihatkan wajahnya." saut Vika.
__ADS_1
"Maaf Tante, saya akan membukanya setelah saya menjadi seorang istri nanti." Jawab Mica dengan berani. membuat Alexander ingin mencabik-cabik mulut Mica yang tidak bisa di atur.
"Lihat Gion, dia sangat cocok untuk menjadi pendamping mu. Lebih baik Kalian ngobrol dulu di luar, biar kalian saling kenal. Kami para orang tua ingin ngobrol sebentar.
Gion pun segera pergi menuju ke teras rumah di ikuti Mica, yang dengan sikap hati-hati agar dirinya tidak dikenali Gion.
"Tidak perlu basa basi, Sebenarnya aku tidak ingin di jodohkan denganmu dan aku tidak menyukaimu. Aku tidak ingin adanya perjodohan ini, jadi nanti kamu bilang kepada keluarga kita berdua, kalau kamu menolak perjodohan ini." Ucap Gion langsung tanpa menoleh kearah Mica.
"Dengarkan aku, pria lumpuh, Siapa juga yang mau menikah denganmu. Laki-laki sudah tidak terlalu berguna seperti kamu, bagaimana bisa menjadi suamiku. Aku gak sudi nanti jika kita menikah, aku malah kamu jadikan pembantu untuk mengurus dirimu yang tidak berguna." Hina Mica, sambil melipat kedua tangannya di dada dan membelakangi Gion.
'Maafkan aku tuan, jika hinaan ku ini menyakiti hatimu. Karena aku gak mau kamu tau jika aku adalah Mica pelayanmu, aku juga belum yakin kamu bisa menerima anakku. Sikapmu dalam keseharian membuatku ragu.' gumam Mica.
Mendengar hinaan Mica, Membuat Gion lebih membencinya. Apa yang ia takutkan benar-benar terjadi, tak ada wanita yang mau menerima dirinya dalam keadaan lumpuh. "Kamu, Berani sekali menghinaku seperti itu. Aku pun nggak sudi punya istri seperti kamu, anak manja, yang ada kamu hanya akan membuatku sakit kepala tiap hari. Jadi nanti kamu harus buat perjodohan ini batal."
"Kenapa harus aku yang melakukannya. Kau juga punya mulut kan. Kau sendiri yang harus mengatakannya. Kau kan yang datang kemari jadi kau yang harus ngomong bukan aku." Jawab Mica kesal.
"Aku tidak bisa, karena aku tidak ingin membuat orang tua ku kecewa, Jadi kamu saja yang melakukannya."
"Aku juga tidak bisa, Aku sudah janji pada orang tuaku tidak akan mengacaukan ini semua." Jawab Mica dan menunduk.
"Kalau begitu kita sama-sama mengatakannya."
"Tidak bisa, aku tidak bisa melakukannya." Jawab Mica tegas. Lalu pergi meninggalkan Gion. Di luar Gion hanya bisa mengepalkan kedua tangannya menahan kekesalan.
Saat hendak lari ke kamar, langkahnya di hentikan oleh panggilan sang papa. Mica pun segera menghampiri dan kembali duduk di sampingnya. Tak lama Gion pun juga kembali, dan keduanya saling memalingkan wajahnya.
"Gion, Mica dengarkan baik-baik, kami sudah menyepakati keputusan bersama dan untuk mengikat kalian berdua. Malam ini juga kalian yang langsungkan tunangan, biar saksinya orang yang ada isi saja. Untuk pesta kita buat di saat pernikahan kalian saja bagaimana?" Jelas Morgan.
Gion dan Mica seketika terkejut, tidak sesuai rencana. Orang tua mereka bilang hanya perkenalan saja bukan tunangan, Kedua netra pasangan yang saling membenci hanya bisa saling menatap, tak bisa mengeluarkan kata Penolakan.
__ADS_1
To be continued ☺️☺️☺️☺️