
Hallo semua👋 Maaf author Hiatus karya ini cukup lama. Dan hari ini author akan melanjutkan Kisah Mica dan Gion.
Tapi mohon maaf, cerita ini akan loncat Beberapa bagian dan akan di ceritakan di sela-sela bab. Jadi jangan sampai ketinggalan ya.
Happy reading ☺️☺️☺️
Bel pun berbunyi, tanda waktu sudah berakhir. Akhirnya Mica berhasil menyelesaikan ujian terakhirnya. Kebahagiaan pun menyelimutinya. Setelah satu tahun kembali berjuang akhirnya ia berhasil mencapai akhir dan hasil kerja keras pun sebentar lagi akan di ketahui.
Gion yang selalu mendukung dan membantu Mica, ikut bahagia saat melihat istri kecilnya keluar dari ruangan dengan wajah bahagia.
"Bagiamana ujiannya? Apa kamu bisa menyelamatkannya? " Tanya Gion yang pura-pura mengawasi.
"Aku puas dengan semua jawabanku dan aku harap nilainya juga bagus. Akhirnya aku juga bisa sampai finis, walaupun sempat pesimis. Terimakasih mas, selalu ada dan selalu mendukungku." Mica pun mengukir senyum manisnya sebelum gejolak dalam perutnya tiba-tiba melanda.
__ADS_1
Mica segera berlari ke toilet, untuk mengeluarkan isi perutnya yang ingin keluar, namun sayangnya tidak bisa mengeluarkan apapun dari dalam perut yang ada tubuhnya menjadi lemas tak bertenaga.
"Mica, kamu tidak papa?" tanya Gion yang nampak kuatir.
Mica segera keluar dan wajahnya sedikit pucat.
"Kamu tidak papa?" Gion menangkup wajah Mica untuk memastikan.
"Mas, ini masih di sekolah. Bagaimana kalau ada yang tau." Mica berusaha melepaskan tangan Gion di kedua pipinya namun Gion tak mau melepaskan.
Efek pengobatan yang tengah di jalaninya membuatnya sangat menderita. Namun ia berusaha kuat. Keinginannya untuk mengabulkan keinginan suaminya membuat Mica selalu yakin, kalau dia pasti bisa bertahan.
Setelah pulang sekolah, Mica mengajak Gion untuk membeli kebutuhan Ray yang sudah menipis. Semenjak ibu angkatnya menetap di kampung, semua kebutuhan Ray Mica sendiri yang perhatikan. Walaupun Mica sekarang sudah mulai percaya dengan baby sitter tapi tak sepenuhnya Mica mempercayai ada beberapa hal yang akan Mica lakukan dan tidak mengizinkan baby sitter nya. Salah masalah makanan.
__ADS_1
"Mas...," panggil Mica ragu.
"Kenapa sayang?"
"Emmm... Bagaimana kalau pengobatan yang aku lakukan tidak berhasil? Bagaimana kalau aku...,"
"Aku sudah melarang mu untuk tidak melakukan itu, tapi kamu terus memaksa. Dengarkan aku Mica. Aku tidak menuntut mu. Jika memang kamu tidak bisa memberikan keturunan aku ikhlas. Cukup kita besarkan Ray sama-sama. Bagiku Ray adalah anak kandungku. Lebih baik hentikan pengobatan itu jika itu menyiksamu," ungkap Gion sambil mengusap pucuk rambut istrinya.
" Tidak mas, aku akan bertahan sedikit lagi. Aku yakin masih ada secercah harapan untuk berhasil. Aku tidak ingin menjadi wanita mandul mas, hal itu membuatku menjadi wanita tidak sempurna. Jika nanti aku sudah lelah dan aku gagal. Lebih baik ceraikan aku dan cari wanita yang sempurna yang bisa memberikan keturunan untuk mu." Ungkap Mica seketika Gion meminggirkan mobilnya.
Gion segera menarik tubuh Mica kedalam pelukan, "Jangan pernah katakan itu sayang. Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan kamu. Aku mencintaimu dan aku sudah memutuskan untuk menerima semua kekuranganmu."
"Tapi aku tidak bisa memberimu keturunan. Aku yakin suatu hari rasa itu akan berubah seiring berjalannya waktu jika selamanya aku tidak bisa memberikan keturunan." Mica pun terisak. Gion pun meyakinkan Mica akan cintainya bahwa selamanya cintanya tidak akan berubah.
__ADS_1
Setelah tenang mereka pun melanjutkan perjalanan dan pergi ke supermarket untuk belanja. Sesekali Gion memandang wajah Mica cukup lama, seakan ada perasaan takut. Takut jika dia tidak bisa melihatnya lagi.
To be continued ☺️☺️☺️