Single Mom Diusia Belia

Single Mom Diusia Belia
Bab 35.Salah paham


__ADS_3

Sepanjang Hari Gion memikirkan cara untuk memastikan tanpa menyinggung perasaan istrinya, namun tak menemukan jalan keluar sama sekali, yang ada konsentrasinya bekerja buyar begitu saja.


Sedangkan di sekolah Mica mendapatkan teror dari seseorang. Di dalam tasnya terdapat beberapa foto Mica bersama anaknya. Tak hanya itu saja, peneror juga meminta Mica untuk menjauhi Raihan.


Mica melihat satu persatu foto-foto itu dengan tangan gemetar.


'Apa ini. Darimana dia mendapatkan foto-foto ini. Ini tidak boleh terjadi, tidak boleh ada yang tau masa laluku." Mica segera memasukkan kembali semua foto-foto tersebut dan bersikap seolah semua baik-baik saja, padahal sebenarnya dia sangat ketakutan.


Renata yang melihat Mica sendirian di kelas dan merebahkan kepalanya di atas meja membuat Renata kuatir dan langsung mendekati Mica.


"Mica kamu gak papa? Apa kamu sakit?" tanya Renata sambil memeriksa keningnya.


"Aku gak papa." Jawab Mica sambil memejamkan matanya.


"Aku antar kamu ke UKS ya, istirahat disana. Badanmu sepertinya gak panas." ajak Renata.


"Aku gak papa kok. Jangan kuatir." saut Mica namun Renata masih saja mencemaskan keadaan Mica.


Satu persatu siswa siswi mulai masuk kedalam kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya. Reihan yang baru masuk kelas pun memperhatikan Mica sedikit berbeda, wajahnya agak pucat. Namun ia tak bertanya, dan memilih duduk di bangku belakang Mica sambil memperhatikannya.


Pak Arya pun masuk untuk mengajar sesuai jadwal. Mica tak memperhatikan memilih membenamkan wajahnya di meja, tak mengikuti materi yang sedang di ajarkan pak Arya.


"Cukup sampai di sini dulu pelajarannya, jangan lupa tugas yang bapak berikan di kumpulkan Minggu depan. Ingat semuanya harus mengerjakan kalau ada yang tidak mengerjakannya akan bapak hukum. Paham semuanya." ucap Pak Arya mengakhiri kegiatan mengajar.


"Paham pak." Saut serentak semua murid.


Bel tanda jam sekolah sudah berakhir pun terdengar. Semua siswa mulai berpulangan.


"Hai Mica, Kamu gak pulang?" tanya Raihan mengejutkan.

__ADS_1


"Apa? udah pulang ya?" ucap Mica bingung.


"Sudah pulang dari tadi. Aku perhatikan dari tadi kamu terlihat pucat, apa kamu sakit? tanya Raihan.


"Aku gak papa kok, aku akan segera pulang." Mica pun bersiap dan bergegas pergi, namun beberapa langkah dan belum sampai keluar kelas, Mica tiba-tiba pingsan dan untung saja Raihan memperhatikan hingga segera bergegas menangkap tubuh Mica.


"Mica sadar Mica, Mica kamu kenapa?" tanya Raihan berusaha membangunkan Mica, namun Mica tak kunjung sadar.


Dengan segera Raihan mengangkat tubuh Mica untuk dibawanya ke rumah sakit.


Di perjalanan Raihan menghubungi Gion, kerena yang Raihan tau Mica adalah sepupu gurunya itu dan memintanya untuk datang ke rumah sakit yang akan di tuju Raihan.


Sesampainya di rumah sakit, Raihan segera memanggil perawat untuk membantu membawa Mica.


"Bukankah itu Mica?" ucap dokter Max yang tak sengaja melihat Perawat membawa Mica.


Segera saja dokter max menghampiri dan dan langsung bertanya pada Raihan mengenai apa yang terjadi pada Mica.


"Benar dok. Kok dokter kenal dengannya?" tanya Raihan heran.


"Dia pernah menjadi pasienku." ucap dokter Max. Raihan melirik nama yang ada di snelli tertera dengan jelas nama Max dokter Obgyn membuat Raihan bertanya-tanya dalam hati.


Tak lama kemudian dokter yang memeriksa pun keluar, dan mengatakan jika Mica pingsan karena anemia dan juga kelelahan.


Max dan Raihan segera masuk untuk melihat keadaan Mica yang sudah sadar.


"Kenapa kamu bisa sampai kelelahan? Apa suamimu tidak perhatian?" ucap Max tiba-tiba dan langsung mengintrogasi Mica.


Mendengar kata suami Raihan langsung tercengang tak percaya dengan apa yang ia dengar.

__ADS_1


Mica memperhatikan ekspresi Raihan yang terkejut sekaligus bingung. Ingin rasanya Mica menutup wajahnya dan pura-pura tak mendengar apa yang di ucapkan dokter Max yang tak melihat situasi.


Belum ada jawaban dari Mica Gion sudah datang dan langsung menghampiri Mica,


"Kamu tidak papa sayang? aku benar-benar cemas mendengar kamu pingsan. Kenapa kamu gak bilang kalau gak enak badan?" ucap Gion sambil terus menggenggam tangan Mica.


Raihan semakin bingung dan ia pun hanya garuk-garuk kepala, sepertinya keberadaan dirinya benar-benar di abaikan padahal dia sudah menyelamatkan wanita Mica.


"Aku gak papa mas."


"Kamu itu selalu bilang gak papa, kalau kamu kenapa -kenapa pastinya aku yang akan mendapatkan amukan karena tidak bisa menjagamu."


"Tapi benar kan kamu suami yang tidak becus, tidak bisa menjaga istri. Kalau kamu perhatikan seharusnya kamu bisa menjaga istrimu dengan baik." Saut dokter Max yang memperkeruh suasana.


"Tunggu sebentar. Bisakah kalian menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi? Pak Gion, bukankah Mica itu sepupumu? lalu kenapa dokter ini bilang kalau bapak suaminya? Tolong bisakah kalian jelaskan padaku semua ini." Ucap Raihan dan kedua laki-laki itu pun menatap Raihan yang sedari tadi di abaikan.


"Raihan aku bisa jelaskan," ucap Mica namun Raihan terlanjur kecewa, tanpa menunggu jawaban Gion atau dokter Max. Raihan segera pergi. Mica tak bisa mengejar karena kondisinya yang masih lemah, dia juga tak mau Raihan memberitahu orang lain kebenarannya.


Mica memaksa Gion untuk membujuk Raihan, Awalnya Gion menolak, namun akhirnya menuruti dan segera pergi menyusul Raihan. Sedangkan dokter Max saat ini juga di buat bingung oleh sikap Mica.


"Dok, aku tau dokter sangat baik padaku tapi aku mohon dok, tolong jangan membuat panas hubungan kami. Dia bukan ayah kandung Raymond dok. Jadi dokter jangan salah paham. Dia itu laki-laki yang sangat baik, yang mau menerima aku dan Raymond tanpa mempermasalahkan masa laluku. Karena dia aku juga bisa melewati ini semuanya dok, ya walaupun sebenarnya dia adalah kakak dari laki-laki yang sudah menghamili ku." jelas Mica.


"Maksudmu, adiknya yang berbuat kakaknya yang bertanggung jawab? Lalu bagaimana dengan Lelaki itu? Maafkan aku kalau begitu aku sudah salah paham dengannya, aku kira dia adalah laki-laki itu, makanya aku tidak suka padanya." jawab dokter Max.


"Jangan minta maaf padaku, dokter harus minta maaf padanya dan dokter juga harus berbaikan dengannya, dokter harus janji." ucap Mica sambil mengulurkan kelingkingnya agar Max mau berjanji.


"Baiklah, aku akan mencari waktu untuk bicara dengannya dan minta maaf, Karena aku yang salah paham dari awal. Maaf aku bersikap seperti ini karena aku gak mau ada orang yang menyakiti kamu lagi." Dokter max pun melingkarkan kelingkingnya untuk berjanji.


Mereka pun ngobrol sebentar, sebelum max pergi dan membiarkan Mica kembali beristirahat.

__ADS_1


Namun Mica masih memikirkan foto -foto tersebut, darimana dia mendapatkannya, Mica pun mulai berfikir jika selama ini ada yang membuntuti dirinya. Dah mencari informasi tentang dirinya.


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2