Single Mom Diusia Belia

Single Mom Diusia Belia
Part 12


__ADS_3

Dengan tergopoh-gopoh, Sekar menghampiri rumah utama Alexander, Karena kabar yang ia dapatkan membuatnya harus segera memberitahu Alexander.


"Tu-tuan, nyonya." panggil Sekar dengan nafas tersengal-sengal setelah berlarian.


Membuat mereka terkejut dan segera menghampiri Sekar yang terduduk di lantai kerena kakinya sudah tidak kuat menahan tubuhnya akibat gemetaran.


"Ada apa Bu Sekar? apa yang terjadi?" tanya Diah dan segera membantu Sekar bangkit berdiri dan membawanya duduk di sofa.


"Tenang dulu Bu, tarik nafas dalam-dalam sebelum bicara." tutur Diah menenangkannya.


"Mica, Mica Nyonya."


"Ada apa dengan Mica, apa yang terjadi padanya?" tanya Diah kembali namun kali ini malah mendesak Sekar untuk bicara.


Sebelum bicara, Sekar pun menarik nafasnya, " Nyonya Mica pingsan di rumah tuan Morgan dan sebenarnya Mica menjadi pelayan tuan muda Gion." jelas Sekar.


"Apa?! Maksud Gion tunangannya Mica? kamu Lalu sekarang dimana Mica, bagaimana dia bisa pingsan. Jika dia sakit kenapa memaksakan diri untuk bekerja."


"Pa, apa papa dengar? anak kita pingsan pa, Kita harus segera menjemput nya. Mama gak mau kalau terjadi sesuatu pada Mica. Ayo pa kita jemput." Bujuk Diah yang sudah cemas dan Alexander pun menyetujuinya. Namun sebelum berangkat Alexander harus membatalkan beberapa janji yang seharusnya ia datangi saat ini.


****


"Bagaimana dok keadaannya?" tanya Gion saat dokter yang di panggil sudah selesai memeriksa Mica.


"Tidak papa, sepertinya hanya kelelahan saja. Dia harus istirahat selama beberapa hari, untuk memulihkan kondisinya dan juga jangan biarkan dia stres." Jelas dokter.


Setelah dokter pergi, Vika pun mendekati Gion yang masih menemani Mica yang terbaring di kamarnya.


"Gion. Kenapa kamu tidak bilang ini semuanya dari awal. Jika kalian saling cinta mama dan papa tidak akan melarang. Tapi kenapa harus melakukan hal seperti ini. Apa ku gak pernah berfikir apa yang akan terjadi di kemudian hari seperti sekarang ini ,hah." tutur Vika dengan suara pelan walaupun kesal.


"Maaf ma, aku khilaf." jawab Gion yang tak tau harus menjelaskan apa lagi selain kata maaf dari perbuatan yang tidak dilakukannya.

__ADS_1


"Mulai hari ini perlakuan dia dengan baik. Tebus kesalahanmu dengan membahagiakan dia. Mama tidak mau punya anak tidak bisa bertanggung jawab."


Tak lama kemudian keluarga Mica datang. Mereka masih tak percaya jika putrinya bekerja di tempat calon tunangannya, saat sampai di rumah Morganion. Namun keterkejutan mereka sisihkan terlebih dahulu dan segera melihat kondisi putrinya yang belum sadar.


"Mica."Panggil Diah yang melihat putrinya tengah terbaring begitu juga dengan Sekar saat Melihat putri angkatnya.


Gion dan Vika terkejut sekaligus heran karena kedatangan Diah dan memanggil Mica sebagi putrinya.


"Mica bangun nak, kamu kenapa sampai seperti ini." Diah berusaha membangunkan putrinya.


"Nak Gion, kenapa Mica bisa pingsan." tanya Diah menoleh ke arah Gion.


"Nyonya Diah, Bukannya Mica ini putrinya Bu Sekar? iya kan Bu."


"Maaf nyonya Vika, sebenarnya Mica ini anak angkat saya, ibu kandung yang sebenarnya it nyonya Diah." jawab Sekar menjelaskan.


"Itu artinya, Gadis yang bertunangan denganku itu adalah Mica pelayan ku?" Sekar hanya mengangguk. Gion pun tiba-tiba terbatuk saat mengingat ucapannya yang menghina tunangannya dan ternyata orangnya didepannya.


"Mica, akhirnya kamu bangun. Mama benar-benar cemas."


"Ma, aku-"


"Huusssttt, sudah jangan jelaskan lagi. Mama dan papa sudah tau semuanya."


"Maksud mama."


"Gion sudah menjelaskan semuanya. Kenapa kamu tidak cerita dari dulu. Kenapa harus menunggu sampai kejadian ini terjadi." jelas Diah membuat Mica malah semakin bingung dan menjadi rumit.


"Ma, bisakah aku bicara dengan tuan Gion sebentar saja."


"Baiklah mama akan panggil. Kamu istirahat saja dulu sebelum ikut kami pulang." Diah pun segera memanggil Gion dan Mica hanya mengangguk.

__ADS_1


Tak lama, Gion pun datang menghampiri dengan kursi rodanya.


"Apa kamu sudah membaik? lihatlah wajahmu sangat pucat."


"Tuan-, kenapa tuan lakukan ini. Kenapa tuan berbohong kepada mereka. Aku tidak butuh belas kasih tuan. aku tidak mau tuan melakukan ini semua karena kasihan padaku."


"Apa itu artinya kamu tidak mau menikah denganku? Lalu bagaimana dengan mereka yang sudah sepakat akan mengadakan pesta pernikahan sesuai rencana awal. Mica percayalah padaku. Aku tidak akan mempermasalahkan Ray, walaupun dia bukan darah daging ku. Setelah kita menikah kita akan membesarkannya bersama, aku janji akan menyayangi Ray seperti anakku sendiri. Aku tau kamu ragu karena takut aku tidak bisa menerima Ray kan. Sekarang jangan kuatirkan itu lagi, perlahan aku akan menghilangkan keraguan itu." tutur Gion mencoba meyakinkan Mica yang terlihat sangat jelas pada sikapnya jika ia masih ragu.


"Apa tuan sungguh-sungguh?" Tanya Mica, dan Gion pun mengangguk. Mica pun tersenyum dan berusaha yakin jika kata-kata Gion sungguhan.


Setelah kesadaran Mica benar-benar pulih dan percakapannya dengan Gion selesai Mica pun di ajak pulang.


"Mica sudah waktunya kita pulang. Kalian bisa bertemu setelah pernikahan kalian satu Minggu lagi." kata Diah dan Vika. Kedua wanita yang tengah berdiri di ambang pintu itu saling melempar senyum.


"Tuan sepertinya mulai hari ini aku akan berhenti bekerja. Jadi diri baik-baik dan belajar untuk tidak melempar barang lagi." kata Mica sebelum meninggalkan Gion.


Mica pun akhirnya pulang bersama keluarganya dan akan kembali setelah menjadi menantu.


Sepanjang perjalanan. Mica mendapati pemandangan yang tak pernah dia lihat sebelumnya. Alex yang selama ini sangat membenci Ray kini tengah bermain dengan dengan cucunya yang kini berusia Lima bulan.


'Terimakasih tuan Gion, kau telah memberikan secercah harapan untuk bisa membawa membawa Ray masuk kedalam keluarga Alexander. Aku harap kejadian ini merupakan jalan untuk membahagiakan ray dengan keluarga yang lengkap.' gumam Mica, lalu menyandarkan kepalanya di pundak sang mama yang berada di sampingnya.


Sesampainya di rumah. Alex segera memerintahkan meminta pelayan untuk menyiapkan kamar untuk Ray.


"Pa, Biarkan Ray tidur bersamaku."


"Kamu ini bagaimana. Sebentar lagi kamu akan menikah dan kalian tentunya akan bulan madu juga. Gak mungkin akan membawa Ray. Jadi Mulai sekarang Ray di biasakan untuk tidur di kamarnya sendiri biar Sekar nanti yang akan mengawasinya." Tegur Alex atas permintaan putrinya.


"Tapi pa!"


"Ma, besok bawa putrimu untuk perawatan, buat dia menjadi Mica yang dulu. Papa gak mau keluarga kita sempai mengecewakan keluarga Morganion, dan ajari juga bagaimana menjadi seorang istri yang baik." titah Alex, membuat Diah hanya bisa mengangguk tak percaya tiba-tiba suaminya berubah tiga ratus delapan puluh derajat hanya gara-gara mengetahui jika cucunya adalah bibit dari keluarga Morganion dan artinya bisnis Alex akan mendapatkan sokongan dari Perusahaan besar Morganion

__ADS_1


To Be Continued ☺️☺️☺️


__ADS_2