Single Mom Diusia Belia

Single Mom Diusia Belia
Rasa cemburu


__ADS_3

Dua jam lagi Mica harus menunggu, rasa bosan berlahan menghampiri selain itu ia sudah duduk terlalu lama. Mica pun memutuskan untuk berjalan-jalan ke area gedung olahraga dimana Mica dulu sangat suka melihat siswa yang bermain basket.


Saat Mica masuk dalam gedung khusus untuk olahraga, Mica melihat ada pertandingan basket antar kelas dan terlihat begitu ramai. Mica duduk menyendiri di atas tribun penonton yang kosong.


Terdengar dari para siswi yang melihat meneriaki salah satu nama pemain dengan semangat. Raihan nama yang selalu mereka sebut, membuat Mica kembali ingat saat dirinya mengidolakan salah satu pemain basket di sekolahnya dulu. Membuat Mica senyum-senyum sendiri karena malu dengan tingkahnya yang dulu.


Tanpa Mica sadari, sepasang mata sedari tadi memperhatikan dirinya yang sibuk dengan dunia masa lalunya.


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu dan jam sekolah telah usai, namun Mica masih saja duduk di tribun sendirian. Sampai akhirnya Gion datang mengejutkannya.


"Aku mencari mu kemana-mana, gak taunya malah duduk disini melihat lapangan kosong." tegur Gion dan duduk di samping istrinya.


"Aku tadi lihat pertandingan basket, tanpa aku sadari sudah selesai ternyata."  jawab Mica.


"Kamu nonton atau tidur, masa pertandingan selesai kamu gak tau. Sudahlah, ayo pulang ini sudah sore dan Ray pasti sudah menunggu di rumah." Ajak Gion dan menggandeng tangan Mica keluar dari gedung olahraga.


"Apa kamu ingin segera sekolah di sini?" tanya Gion sambil berjalan menuju tempat parkir.


"Tentu saja aku mau, Semangatku untuk bisa sekolah sangat tinggi, hanya saja-"  Mica menghentikan langkahnya. Gion Menoleh dan memperhatikan raut wajah Mica berubah sedih.


"Kamu kenapa? apa ada masalah?"

__ADS_1


"Butuh waktu bagiku untuk bisa beradaptasi lagi dengan dunia pendidikan.  Aku takut kejadian dulu terulang lagi, menjadi bahan perundangan teman dan juga sahabatku karena aibku yang terbuka, Aku takut jika nanti mereka tau jika aku sudah memiliki anak, aku akan jadi bahan perundangan lagi." Ucap Mica dan tak terasa air mata lolos begitu saja.


Saat Gion hendak menenangkan Mica, sebuah kejutan tiba-tiba datang. Beberapa rekan guru memberi kejutan Ucapan selamat datang untuk Gion setelah satu tahun lebih berhenti mengajar. Seketika Mica tergeser kebelakang beberapa langkah dan di abaikan keberadaannya. Gion ingin meraih Mica namun Mica memilih berlari menjauh.


Walaupun hanya seorang guru, Gion menjadi idola bagi guru yang masih lajang dan juga siswi-siswi yang mengagumi ketampanan, sikap dan juga cara didik yang membuat Gion menjadi salah satu guru yang selalu di harapkan kehadirannya di sekolah.


Melihat suaminya di kerumunani para guru cantik, terbesit rasa cemburu dalam hati. Namun Mica berusaha menepisnya dan memilih menunggu di parkiran.


"Hai menunggu siapa di sini?" Tanya seseorang yang berjalan menuju ke mobilnya yang berada tepat di samping mobil Gion.


Mica menoleh ke arah sumber suara, dan memperhatikan wajah pria itu lebih fokus.


'Bukankah dia salah satu pemain basket yang aku lihat tadi?' gumam Mica lalu menurunkan pandangannya ke bagian dada untuk melihat papan nama yang terpasang di baju seragamnya. Raihan nama yang Mica baca.


"A-aku lagi menunggu seseorang." Jawab Mica dan Raihan melihat sekitaran yang sepi.


"Apa kamu anak baru di sini? Karena sebelumnya aku tidak pernah melihatmu?" tanya Raihan dan Mica pun mengangguk.


"Iya, sebentar lagi aku juga sekolah di sini, lanjut kelas dua belas." Jawab Mica.


"Benarkah? Berarti satu angkatan kita. Kenalkan aku Raihan." Raihan pun mengulurkan tangannya untuk berkenalan.

__ADS_1


"Mica." Sambutnya.


"Baiklah sampai ketemu lagi nanti, aku harus pergi dulu." Raihan pun segera masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan Mica yang masih harus menunggu suaminya yang sibuk berbincang dengan rekan kerjanya.


Mica yang sudah terlalu lama menunggu, memutuskan untuk menghampiri Gion yang masih ngobrol. Tanpa banyak bicara, Mica datang dengan cemberut dan segera menarik tangan suaminya untuk pergi. Tak ada yang bisa mencegah apa yang di lakukan Mica.


Mereka segera masuk ke dalam mobil dan mica terus memasang wajah marah pada Gion yang sudah membuatnya terus menunggu.


"Kita pulang sekarang." Perintah Mica sambil memalingkan wajahnya.


"Apa kamu marah padaku?" Tanya Gion pura-pura gak tau.


" Malas, ngomong sama mas, tadi mas yang ngajakin pulang dan sekarang kita gak pulang-pulang." Jawab Mica kesal membuat Gion gemas dengan istrinya.


"Baiklah kita pulang sekarang. Jangan marah, aku tidak tau kalau mereka menyambut ku. Bisakah kamu memaafkan aku? Kita akan pulang kalau kamu sudah memaafkan aku. Aku tidak mau kemarahan mu berlanjut sampai di rumah."


"Kalau aku tidak memaafkan, bagaimana?"


"Iya, kita tidak akan pulang."


"Baiklah aku akan maafkan, tapi ini maaf yang pertama dan terakhir, jika mas masih tidak sadar diri kalau sudah punya istri maka tidak akan ada maaf lagi." saut Mica.

__ADS_1


Gion pun menyetujuinya dan mereka pun segera pulang ke rumah, setelah meninggalkan Ray seharian.


...To be continued ☺️☺️☺️...


__ADS_2