Single Mom Diusia Belia

Single Mom Diusia Belia
Bab 42


__ADS_3

Rerata yang melihat aksi Mica yang begitu nekat, membuatnya lututnya bergetar, ia benar-benar takut jika Mica benar-benar akan terjun dari dak dan akan membuat dirinya menjadi tersangka dan Renata tidak mau terjadi hal itu.


"Tolong Mica jangan lakukan itu, jangan nekat! Apa yang kamu inginkan sebenarnya? Baiklah aku akan jujur jika itu maumu. Ya aku pelakunya, aku yang menyimpan foto-foto itu dan aku juga yang meneror mu. Aku melakukan itu karena aku iri denganmu. Kenapa Raihan begitu dekat denganmu sebagai anak baru sedangkan aku yang sudah mendekati dirinya dari kelas sepuluh sampai sekarang, tak pernah sedikitpun Raihan melihat ketulusanku dan juga cintakmu. Saat aku tau kalau kamu ternyata sudah punya anak, terbesit dalam pikiranku untuk sedikit mengancam mu dan berharap dengan begitu kamu akan menjauh dari Raihan. Karena aku sangat iri padamu, Apa kamu tau itu?" jelas Renata dengan bergetar.


"Lalu darimana kamu tau kalau aku sudah punya anak?" tanya Mica sambil tetap berdiri di pembatas dak.


"Aku tidak sengaja melihatmu membawa bayi ke rumah sakit, dan saat itu aku juga ada di sana untuk bertemu dengan kakakku." Jelas Renata.


Mica pun mengingat kejadian itu sejenak, baru ia menyadarinya.


"Apa kamu tau siapa suamiku?" tanya Mica untuk memastikan namun Renata menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak tau. Dan aku bertanya pada kakakku pun dia juga tidak tau." Renata pun berlutut memohon kepada Mica untuk tidak nekat, Renata mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.


Tak terasa air mata Mica mengalir begitu saja. Hati Mica begitu sakit saat mengetahui semua orang mengkhianati kepercayaannya.


"Aku sangat kecewa denganmu Ren. Kamu adalah orang kedua yang sudah membuatku tak mempercayai arti sebuah persahabatan. Sekali aku dikhianati sahabat yang aku anggap seperti saudara yang tega menusuk dari belakang dan sekarang terulang kembali dengan alasan yang hampir sama. Kenapa kamu tega melakukan itu Ren, apa kamu tidak memikirkan perasaanku kalau sampai semua orang tau kalau aku ini sudah memiliki anak, apa kamu tidak memikirkan perasaanku saat semua anak-anak akan merundung diriku dan menganggap ku curang karena mempermalukan sekolah dengan menerima wanita yang sudah memiliki anak di biarkan sekolah. Kenapa kamu ingin memutuskan harapan terakhirku untuk menyelesaikan pendidikan ku Ren? Kenapa kamu tega ingin menghalangi langkah terakhirku?" teriak Mica kesal dan frustasi, Karena Renata, identitasnya hampir di ketahui semua siswa yang ada di sekolah. Kejadian yang sama hampir saja terjadi lagi. Seperti saat Indah yang iri padanya tanpa sengaja menyebarkan aibnya dan membuat dirinya terpaksa di keluarkan karena sudah berbadan dua.


"Maafkan aku Mica, aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya ingin kamu menjauhi Raihan itu saja. Maafkan aku Mica, aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi. Turun ya Mica, jangan berbuat nekat." bujuk Renata lagi.


****

__ADS_1


Tak butuh waktu lama bagi Gion untuk sampai ke sekolah, dan segera saja Gion menemui para guru yang tak berbuat apa-apa hanya menunggu tim penyelamat yang akan membobol pintu yang ada di dak.


"Apa yang kalian semua lakukan? Ada murid yang ingin bunuh diri kenapa kalian tidak segera bertindak. Apa harus menunggu dia mati baru kalian mencari alasan untuk tidak melibatkan para guru. Jangan buat citra buruk di sekolah ini, jika kalian semua tidak bisa mengendalikan para siswa yang ada." ucap Gion dengan tegas membuat semuanya terdiam.


Gion segera menuju dak, untuk membujuk Mica yang kedua kalinya. Gion segera meminta tim penyelamat mendobrak pintunya. Dobrakan pintu tersebut membuat Mica terkejut dan hampir membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan.


Lutut Mica tiba-tiba gemetar dan hampir tak mampu menopang tubuhnya. 'Hampir saja. Kamu harus bertanggung Mica, jika tidak kamu akan pindah alam.' gumam Mica dengan jantung berdebar kencang, namun ia tetap berusaha tenang, tidak ingin ketakutannya dilihat Renata.


"Mica apa yang kamu lakukan?" tanya Gion yang tiba-tiba muncul. membuat


Mica seketika membulatkan matanya, terkejut melihat suaminya tiba-tiba muncul.


"Pak Gion, tolong bujuk Mica pak, jangan biarkan dia nekat. Katakan padanya pak, kalau aku benar-benar menyesal, dan janji tidak akan mengulanginya lagi, aku juga janji akan menerima semua hukuman yang akan dia berikan Asalkan dia mau memaafkan aku." ucap Renata ketakutan, dia benar-benar takut jika Mica nekat.


Gion melangkah selangkah demi selangkah, dan berusaha menenangkan pikiran Mica agar tidak bertindak nekat.


"Sayang, apa yang kamu lakukan? jika ada masalah mari kita selesaikan baik-baik. Jangan gegabah mengambil keputusan. Apa kamu tega ingin meninggalkan kami," ucap Gion pelan dan berusaha menyadarkan Mica.


"Siapa yang mau bunuh diri?" jawab Mica singkat.


Seketika Gion menyernyitkan keningnya, "Maksudmu?! lalu apa yang kamu lakukan di situ dan membuat heboh satu sekolah bahkan di media sosial atas kelakuan nekat mu. Ayo turun Sekarang," ucap Gion yang berubah kesal

__ADS_1


"Bantu." rengek Mica.


"Kamu bisa naik seharusnya kamu bisa turun." jawab Gion.


"Apa mas tidak melihat? lihatlah tubuhku gemetar, bagaimana aku bisa melangkahkan kakiku. Bantu aku sekarang atau aku tidak akan turun." Ancam Mica.


"Baiklah." Gion pun mengulurkan tangannya untuk menyambut Mica dan segera saja Mica menyambut hangat dan langsung melompat dan memeluk Gion.


"Kamu kenapa sayang? Sampai menakuti semua orang dengan aksi konyol mu. Bahkan hampir membuatku gila memikirkan sesuatu yang terjadi jika kamu melakukan itu," ucap Gion sambil menenangkan istrinya, namun Mica hanya menggeleng kan kepalanya di dada suaminya itu.


Itulah sifat asli Mica, yang melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang dulu. Namun caranya itu mempu membuat Mica bertahan selama berada di titik terendah. Pelajaran dari masa lalu membuatnya tidak ingin terulang lagi. Hal yang pernah membuatnya sakit di masa lalu.


Mica sangat bersyukur di pertemukan dengan seorang laki-laki yang mencintainya dengan tulus tanpa melihat noda yang melekat pada dirinya.


"Mas, kalau aku mati apa kamu akan merasa kehilangan?" tanya Mica. Dan seketika Gion memukul kepala Mica pelan.


"Auuhhhh, sakit mas!" Mica langsung melepaskan pelukannya.


"Biar otakmu kembali pada posisinya, dan tidak melakukan tindakan konyol lagi. Sekali lagi masih berbuat nekat, aku tidak akan membujuk mu lagi." ucap Gion, lalu menciumi keningnya.


Mica hanya cengengesan, melihat ekspresi Gion yang benar-benar kuatir namun malah di permainan Mica.

__ADS_1


Karena kondisi tubuh Mica yang masih bergetar, terpaksa Gion mengendong Mica dan membawanya turun dari dak.


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2