
setelah agak jauh dari kediaman kaisar timur tetua menghentikan langkah Fei Ying, "Fei'er apa yang barusan kau katakan tadi dengan pasukan mu sendiri" lalu Fei Ying menanggapi nya dengan tersenyum tipis.
"ya aku memang membangun pasukan sendiri bersama Xin Yuan, Xian Zu, Tora, Li Hua, Zhan Haifeng serta Ching Ziyi mereka aku suruh untuk membangun pasukan di seluruh penjuru yang ada di wilayah kita, perlu tetua ingat aku membangun pasukan juga untuk membantu kekaisaran serta sekte aliran putih, aku tau sekte aliran putih tidak yakin untuk memberikan bantuan karena mereka hanya memiliki sedikit murid yang berbakat, bukan hanya itu saja sekte aliran putih yang lain juga memikirkan masa depan murid-murid nya, jika pertempuran pecah bukan tidak mungkin lagi para murid aliran putih juga akan ikut bertarung, dan kemungkinan besar mereka akan tewas karena kurangnya pengalaman" jelas Fei Ying secara gamblang.
"biarkan aku yang mengurus ini tetua fokus saja untuk para murid sekte kita, biar urusan aliran hitam aku dan pasukan ku yang akan menghadapi nya"
"kalau begitu aku hanya bisa mendoakan mu yang terbaik, kau juga harus hati-hati aliran hitam itu sangat licik dan menggunakan cara apapun untuk mendapatkan sesuatu" balas tetua.
"aku tau kakek, kalau begitu ayo kita lanjutkan lagi perjalanan nya" ucap Fei Ying lalu mereka berdua melesat pergi.
setelah hampir setengah jam Fei Ying dan tetua melesat, mereka akhirnya memasuki hutan karena cuaca yang terik membuat mereka berkeringat.
saat Fei Ying dan tetua hampir keluar hutan tiba-tiba suara misterius menggema di sekitarnya.
"lewat sesukanya saja!! jika ingin keluar tinggalkan harta kalian, jika tidak kalian akan keluar dengan hanya nama saja, hahahaha"
"oi bajin*an pengecut keluar!!, jangan seperti anak ayam pada induk nya" balas Fei Ying dengan nada penuh tekanan.
__ADS_1
mendapat pancingan dari Fei Ying orang yang membuat suara tadi menyuruh anak buah nya mengepung Fei Ying dan tetua.
tiba-tiba Fei Ying merasakan ada hawa orang yang mengelilingi mereka, 'cih di kepung lagi malas aku' umpat Fei Ying dalam hatinya
walau Fei Ying berada di jalur kultivator tapi Fei Ying masih kewalahan jika harus menghadapi orang-orang yang bergerombol.
"hahaha hanya anak ayam berani-beraninya menantang serigala" ucap orang yang berpakaian hitam.
"hah siapa aku, cih bukannya kalian yang lemah hanya menghadapi dua orang saja kalian membawa pasukan benar-benar lemah" ucap Fei Ying dengan nada sedikit mengejek.
orang yang tadi mengejek Fei Ying sudah tersulut emosi nya dan berkata, "kalau begitu ayo kita berduel, aku mau membuktikan ucapan mu itu!"
lalu orang itu melesat ke arah Fei Ying dengan cepat, bukan nya menghindari Fei Ying hanya diam dan tersenyum.
melihat tindakan Fei Ying orang itu sangat senang, "mati kauuu!!" teriak orang itu.
boom
__ADS_1
ledakan kecil terjadi debu-debu menutupi Fei Ying dan orang itu, bruk,bruk.
"bawa dia kembali aku tidak membutuhkan orang lemah, panggilkan pemimpin kalian!!" setelah berucap seperti itu.
pimpinan kelompok itu tiba sambil bertepuk tangan, "tidak usah repot-repot, kemampuan mu boleh juga anak muda, aku ingin menjajal kemampuan mu" ucap pemimpin itu dan langsung menyerang Fei Ying.
tapi Fei Ying hanya menghindari nya dengan santai bahkan dengan tersenyum, "lambat" ucap Fei Ying lalu menendang perut pemimpin tersebut hingga terjungkal.
"malas aku meladeni kalian tanpa hasil apapun, ayo tetua kita pergi" saat Fei Ying dan tetua ingin melangkah pemimpin itu bangun dan berteriak.
"pengecut jika kamu memang seorang kultivator hadapi lah seperti kultivator pada umumnya, jangan pergi sebagai pengecut" teriak pemimpin itu.
tap, tap , tap
Fei Ying berlari ke arah pemimpin tersebut dengan cepat lalu menendang kepala nya hingga tidak berbentuk lagi.
"kalian sekarang pergi atau bernasib sama dengan pemimpin kalian" ucap Fei Ying dengan nada dingin dan membunuh.
__ADS_1
setelah mereka bubar Fei Ying lalu mengajak tetua untuk melanjutkan perjalanan, "hehehe maaf kan aku membuat kakek terkejut" kekeh Fei Ying lalu di balas dengan tepukan di pundak.
"ayo kita lanjutkan perjalanan" ucap tetua lalu mereka berdua melesat pergi.