Sistem Kultivasi Terkuat

Sistem Kultivasi Terkuat
ch 109. mencari keberadaan Qing Ying


__ADS_3

"lebih baik aku cari darimana dulu ya" ucap Fei Ying sambil memegang dagu nya.


"Qing Ying kan mempunyai tubuh Phoenix es, seharusnya aku masih memiliki ikatan" gumam Fei Ying lalu melesat pergi untuk mencari Qing Ying.


'paling lama 1bulan aku harus bertemu dengannya' ucap nya dalam hati.


"persepsi 1rb Mill aktifkan"ucap nya saat berada di dalam kawasan hutan.


"di sini tidak ada" ucap Fei Ying lalu melesat pergi kembali.


2jam berselang, Fei Ying tidak dapat menemukan aura dari Qing Ying, "lebih baik aku istirahat dulu di kota itu" gumamnya saat melihat kota di dapan nya.


tap tap


"paman aku pesan arak dan makanan, nanti tolong di antar di meja sana ya" ucap Fei Ying lalu menyerahkan beberapa koin emas.


"siap tuan"


saat menunggu pesanan nya, Fei Ying mendapat beberapa informasi yang mengejutkan, "hei apa kau dengar, patung Phoenix es di kuil kuno tiba-tiba bersinar" ucap salah satu pelanggan itu.


"ah jangan bercanda beribu-ribu tahun patung itu tidak bersinar...apa jangan-jangan Dewi Phoenix es sudah reinkarnasi"


"jangan terlalu berkhayal mana mungkin Dewi Phoenix es akan bereinkarnasi di tempat kecil seperti ini" balas pelanggan yang lainnya.


'apa jangan-jangan di picu oleh, Qing Ying ya ? dia kan memiliki tubuh Phoenix es' ucap Fei Ying dalam hati.


"ah, tuan-tuan apa mau menceritakan asal muasal patung Phoenix es itu" ucap Fei Ying lalu menuangkan arak ke cangkir mereka.


"kata kakek ku, beribu-ribu tahun yang lalu patung itu di ciptakan oleh seorang yang konon adalah orang yang melebihi Tingkat dewa, entah kebenaran itu nyata atau kepalsuan...tapi banyak juga orang yang percaya bahwa patung itu membawa berkah, apalagi saat ini patung itu bersinar"


"itu akan mengundang banyak orang kesana" balas yang lain nya.


"boleh aku tau lokasi nya dimana" tanya Fei Ying lalu memberikan beberapa koin emas.


"ini peta kau cari saja sendiri kami tidak ada niatan untuk kesana" ucap orang itu lalu menegak arak nya.

__ADS_1


"terimakasih" ucap nya lalu pergi keluar kedai itu.


'tidak mungkin kan patung itu tiba-tiba bersinar jika tidak ada pemicu nya' ucap Fei Ying dalam hatinya lalu melesat pergi ke lokasi dimana patung itu berada.


15 menit kemudian.


"apakah ini tempat nya" ucap nya lalu melihat ke peta nya.


"tidak salah lagi pasti ini tempat nya" ucap nya lalu berjalan ke dalam gua yang sudah di lapisi oleh es.


"lapisan es ini sangat dingin sekali, untung saja aku di lindungi oleh api kegelapan ku" ucap Fei Ying dengan menyentuh dinding gua yang telah di lapisi oleh es.


"banyak sekali orang-orang yang tewas di sini" ucap Fei Ying saat melihat mayat-mayat saat menuju kedalam gua paling dalam.


'tidak salah lagi mereka tewas karena serangan es' ucap nya saat melihat tidak ada darah di sekitar mayat orang-orang itu.


kwakkk !!


"siapa kau anak muda ?" ucap burung Phoenix berwarna biru.


"itu adalah aku Phoenix es sudah lama aku terkurung di sini...jika kedatangan mu disini sama seperti mereka tolong pergi aku tidak mau menyakiti mu" ucap Phoenix es itu.


saat Fei Ying ingin pergi dia merasakan ada aura yang dekat dengan nya, "senior tolong izin kan aku untuk kedalam, aku merasakan aura orang yang tengah aku cari" ucap nya lalu berlutut.


"sudah ku bilang jika tujuan mu sama dengan mereka aku tidak akan segan-segan membunuh mu" ucap Phoenix es itu lalu mengibaskan sayap nya.


swushh


"arghhh" teriak nya, yang tidak sanggup menahan hawa dingin yang menyeruak masuk kedalam tubuhnya, yang mematikan sel dan darah-darah nya.


desa Tiran


deg !


"Tora apa kau merasakan nya ?, tuan kita sedang dalam bahaya" ucap Li Hua saat jiwa spiritual nya berguncang hebat.

__ADS_1


"iya Li Hua tunggu apalagi ayo kita bantu tuan Fei Ying" ucap Tora lalu mereka berdua menghilang.


cling


"tuan apa kau baik-baik saja" ucap Tora saat melihat tuan nya dalam keadaan lemah.


"oh ternyata hewan immortal penjaga empat mata angin" ucap Phoenix es itu dengan sinis.


"aku penasaran bagaikan manusia busuk itu mengikat kontrak dengan mu"


"oh benarkah ?...kalau begitu terima ini, cakar langit dan bumi" teriak Tora lalu lesatan 3 cahaya berwarna putih terang melaju dengan cepat ke arah Phoenix es itu.


"masih terlalu dini melawan ku harimau tua" balas Phoenix es itu dengan semburan api es nya.


"Li Hua apa kau sudah selesai...aku butuh bantuan di sini" ucap Tora dengan terengah-engah.


"sudah, kalau begitu ayo kita serang bersamaan" ajak Li Hua lalu mereka berdua menggunakan jurus andalan mereka.


"tuju cakar langit pembelah bumi" teriak Tora dan seketika lesatan tuju cahaya mengarah ke Phoenix es


"semburan Nagi immortal" ucap Li Hua lalu menyemburkan api panas nya.


"perisai es abadi"


duarr, ledakan besar terjadi Tora dan Li Hua terdorong hingga beberapa langkah.


"langkah bayangan" ucap Fei Ying yang di kombinasikan dengan, jurus naga malam mengoyak kegelapan.


"tapak Budha suci" lanjut Fei Ying saat Phoenix es itu baik-baik saja.


blarrr


ledakan lagi-lagi terjadi, jurus yang Fei Ying gunakan hingga tercetak di dalam tanah yang telah di lapisi es.


"aku mengakui kekalahan ku, mari aku antar kedalam" ucap Phoenix es itu.

__ADS_1


lalu mereka mulai masuk kedalam gua bagian tengah.


__ADS_2