
setelah daun 4warna muncul semua kultivator melesat dengan cepat ke arah tanaman tersebut, bahkan mereka sampai bertarung satu sama lain untuk mendapatkan tanaman daun 4warna.
Trang Trang
benturan pedang dan energi yang saling berbenturan tidak lagi bisa terelakan, disisi lain Fei Ying yang sedang mengamati nampak mengerutkan dahinya
"tunggu dulu kenapa mata mereka berwarna hijau semua ?, apa ada ilusi di sekitar daun 4warna." ucapnya saat mengamati pertarungan antara kultivator.
"aku harus berhati-hati" imbuh Fei Ying lalu melesat ke arah daun 4warna, entah keajaiban atau keberuntungan Fei Ying nampak tidak terpengaruh dengan ilusi yang ada di sekitar daun 4warna.
"apa ini jebakan ?" pikir Fei Ying karena ia tidak merasakan apapun atau ilusi apapun yang mempengaruhinya.
benar saja saat Fei Ying sedang melamun tiba-tiba seekor gorila meloncat ke arahnya, "goarhhh, siapa kau anak muda bagaimana kau tidak terpengaruh dengan ilusi ku ?"
"k-kau bisa bicara ?" tanya Fei Ying dengan keterkejutan.
"apa pikiran mu dangkal anak muda ?, pada umumnya semua beast bisa bicara saat sudah berumur ribuan tahun, pemahaman seperti ini saja kau tidak tahu dasar anak muda." balas gorila itu yang secara diam-diam menyiapkan serangan.
"oh benarkah gorila jelek ?" imbuh Fei Ying yang langsung menyerang beast gorila itu dengan pukulan Budha nya.
tang
"hahaha, kau tidak akan bisa menyentuh kulitku yang keras ini." ucap gorila tersebut dengan memuji dirinya sendiri.
"belum coba belum tau" balas Fei Ying lalu mengeluarkan pedangnya.
"naga malam mengoyak kegelapan" seketika kilatan berwarna hitam pekat melesat ke arah gorila tersebut dengan sangat cepat.
Trang
lagi-lagi serangan Fei Ying tidak dapat menembus kulit gorila yang keras itu, "sudah ku bilang kan ?, sekarang giliranku" ucap gorila itu lalu melompat ke arah Fei Ying.
__ADS_1
bam
krak krak, pyar pelindung yang dibuat Fei Ying hancur seketika,"untung aku sempat bereaksi." ucap nya dengan mengelap darah yang mulai keluar dari mulutnya.
"aku akui kau adalah lawan yang tangguh karena bisa menahan serangan ku, tapi,.... apakah kau sanggup menahan kekuatan penuhku ?"
"silahkan" balas Fei Ying dengan tersenyum sinis.
"kau yang memintanya." lalu gorila tersebut melompat kembali ke arah Fei Ying dengan kepalan tinju.
'langkah bayangan,....seribu bayangan' seketika kepulan asap putih mengepul saat serangan gorila itu menyentuh tubuh Fei Ying.
"apa kau mencari ku jelek ?" ujar Fei Ying yang sudah di belakang gorila tersebut, ternyata tubuh yang di pukul gorila tersebut hanya bayangan Fei Ying saja.
"kalau begitu giliran ku ya ?" imbuh Fei Ying lalu menggabungkan teknik pengikat jiwa, teknik telapak Budha serta teknik pedang.
bam, bam, boom
kepulan asap membubung di udara dan menutup penglihatan mata gorila tersebut, "kesempatan" ucap Fei Ying lalu mengaktifkan mata dewa nya.
"jika kau melawan rantai itu akan mengecil dan meledakkan tubuhmu" ucap Fei Ying yang melihat gorila itu memberontak.
"apakah aku akan takut, pada ancaman manusia yang lemah seperti mu." ujar gorila tersebut dengan tatapan tajam.
"apa kau bilang ?, lemah !!! biar aku tunjukkan siapa yang lemah." sahut Fei Ying yang tidak terima.
"seribu telapak Budha" teriak Fei Ying dengan mengarahkan telapak tangannya ke arah gorila tersebut, seketika siluet ribuan telapak tangan tercipta siluet berwarna kuning keemasan.
bam bam bam bam
"siapa yang lemah!!!, kau atau aku." ucapnya yang masih terus menyerang gorila tersebut.
__ADS_1
"goarhhhh!!, ampun" teriak gorila tersebut yang pertahanannya mulai pecah.
"sekarang siapa yang lemah ?" tanya Fei Ying lagi pada gorila tersebut.
"hamba yang lemah tuan ampun." ujar gorila tersebut.
"baik aku akan mengampuni mu tapi dengan syarat kau harus menjadi hewan kontrak ku." balas Fei Ying yang langsung di setujui.
30 menit berlalu akhirnya ritual kontrak hewan sudah selesai, "apa tuan kesini karena daun 4warna" ucap gorila tersebut yang kini telah menjadi hewan kontrak Fei Ying.
"iya karena aku harus menyelamatkan seseorang, salah satu syarat bahannya adalah daun 4warna untuk sisanya aku masih mencarinya." balas Fei Ying dengan menghela nafas panjang.
"kalau begitu ayo ikut aku" jawab gorila tersebut lalu berjalan mendahului Fei Ying dan diikuti oleh Fei Ying.
"ayo masuk" ujar gorila tersebut yang membuka ilusi di sekitar tempat itu.
"goa ?"
"ya aku sengaja menutupi goa ini dengan ilusi buatan ku, agar orang yang berniat jahat akan sulit menemukan nya" balas gorila tersebut lalu masuk kedalam goa.
saat memasuki goa tersebut Fei Ying mencium bau semerbak harum,"harum sekali bunga-bunga yang ada disini" ucap Fei Ying dengan menghirup dalam-dalam.
"ambil sesuai kebutuhan tuan" ujar gorila tersebut lalu Fei Ying mengambil satu tangkai bunga.
"apa itu cukup tuan ?"
"seharusnya ini sudah cukup, kau ingin tetap disini atau ikut denganku" ucap Fei Ying pada hewan kontraknya itu.
"memang nya boleh aku tetap disini ?" balas gorila tersebut dengan terkejut.
"tentu saja kau juga harus menjaga tempat ini bukan ?, hanya saja jika aku membutuhkanmu kau harus segera datang."
__ADS_1
"kalau begitu baiklah tuan, terimakasih." jawab gorila tersebut dengan membungkuk.
"kalau begitu aku akan kembali, kau tetap perkuat ilusi saat aku keluar setelah aku keluar dari sini kau bebaskan mereka, dan tutup kembali jalan masuknya." imbuh Fei Ying lagi lalu pergi.