Sistem Kultivasi Terkuat

Sistem Kultivasi Terkuat
ch 61. elemen kegelapan


__ADS_3

3 hari sudah berlalu kini Tora sudah siuman dari pingsan nya,"berada di mana aku" tanya Tora saat melihat dia sedang berada di gua.


"kau tenang saja Tora, sementara kita tinggal di sini dulu" ucap Fei Ying berjalan ke arah Tora sambil membawa buah.


"bagaimana dengan perjalanan kita" tanya nya pada Fei Ying.


"akhirnya kau sadar juga, untuk perjalanan kalian lebih baik tunda dulu sebelum teman mu menguasai jurus pedang seribu bayangan" ucap petapa genit yang tiba-tiba datang.


"bagaimana kau tau aku punya jurus itu" tanya Fei Ying dengan dahi mengkerut.


"walau aku merasakan nya tipis, tapi aku yakin itu adalah elemen kegelapan, sekarang aku tanya di mana kau menemukan kitab itu"


"di dalam hutan tempat aku tinggal tepat nya di dalam gua" jelas Fei Ying.


"sekarang aku yakin bahwa kau telah di pilih olehnya untuk mewarisi elemen tersebut" ucap petapa genit itu.


"tunggu dulu bukan nya kau bilang jasad orang itu di kubur di sini" tanya Fei Ying yang semakin membuat nya pusing.


"huh aku lupa memberitahu mu bahwa yang di kubur di sini adalah ayah dari orang yang kau sebut itu"


"berarti garis besar nya adalah orang yang di sebut saudara Fei Ying adalah anak nya" tanya Tora.


"benar sekali jika Fei Ying tidak bisa mengendalikan kekuatan kegelapan nya, dia akan di kuasai oleh kekuatan itu sendiri, jadi aku mau Fei Ying menguasai jurus itu setelah tiba saatnya kau akan melawan roh kegelapan itu" jelas petapa genit itu.


"berarti apa bila Fei Ying sudah menguasai seratus persen dari kekuatan tersebut dia bisa mengontrol nya dengan sangat baik" sahur Tora.


"ya, tapi masalahnya Fei Ying memiliki elemen cahaya yang bertolak belakang dengan elemen kegelapan, apa bila aku membuka akar jiwa elemen tanpa persiapan dan memasukkan elemen kegelapan maka yang ada hanyalah kematian" ucap petapa genit itu sambil menghela nafas.

__ADS_1


"jadi solusinya bagaimana" tanya Fei Ying.


"kau harus bisa mengeluarkan elemen itu dengan cara mengikisnya dengan menggunakan elemen kegelapan itu sendiri, walau di satu sisi elemen cahaya adalah berkah tapi, untuk kondisi mu saat ini yang menggunakan jurus pedang seribu bayangan itu sama saja bunuh diri dengan cara perlahan" jelas petapa genit itu.


"baiklah kakek guru tunjukkan jalan nya di mana elemen kegelapan itu berada" tanya Fei Ying dengan semangat.


"tapi sebelum itu kau harus membangun kan rumah untuk ku kau sudah janji bukan"


"iya baiklah aku akan mengajak Tora untuk membangun nya"


"dia masih dalam pemulihan jadi kau harus bekerja sendiri" lanjut Petapa genit itu.


2 Minggu berlalu tapi di dunia nyata itu hanya 2 hari saja, "fyuh akhirnya selesai juga, oi Petapa genit aku sudah membangun rumah untuk mu" teriak Fei Ying pada Petapa genit yang sedang membakar ikan.


"baiklah setelah itu aku akan tunjukkan di mana letaknya, tapi aku tidak akan menemani mu sampai dalam kau harus berjuang sendiri" ucap petapa genit itu lalu menepuk pundak Fei Ying.


"aku paham"


"seorang pendekar tapi mabuk hahaha, baru kali ini aku melihat pendekar seperti mu' kekeh nya.


"o ya Petapa genit aku di sini sudah berapa lama, karena di sini hanya di tutupi kegelapan" tanya Fei Ying.


"kalau di hitung kau di sini 17 hari tapi di dunia nyata itu hanya 3 hari" jelas nya


"baiklah sekarang kau masuk"


~ kota Xilin

__ADS_1


di kota itu sudah tidak bisa di hindari dari peperangan yang bergejolak karena ulah aliran hitam, cukup banyak korban yang berjatuhan terutama pendekar aliran putih yang di tugaskan untuk menjaga kota itu.


"pemimpin nya hanya berada pada alam penyatuan tubuh, baiklah Xian Zu mari tunjukkan taring mu" gumam nya, lalu pergi kearah pertarungan itu.


setiap kali Xian Zu melewati orang dari aliran hitam pasti pedang nya tidak pernah meleset dari sasaran nya.


"benar-benar gaya bertarung yang mengerikan" ucap salah satu pendekar aliran putih yang melihat Xian Zu membantai lawan nya.


"Lima puluh dan selesai" ucap Xian Zu lalu memasukan pedang nya ke sarung nya lagi.


"apa pemimpin aliran hitam ini sudah tewas" tanya Xian Zu yang menghampiri salah satu pendekar aliran putih.


"dia ada di dalam"


"baik"


crash


"akhhh" teriak pemimpin aliran hitam itu saat Xian Zu melempar kan pisau kecil nya tepat di bawah paha nya.


"upss maaf tidak sengaja" ucap Xian Zu lalu bergerak cepat.


"katakan apa tujuan kalian sebenarnya" ucap Xian Zu yang sudah menghunuskan pedang nya pada leher pemimpin itu.


"hahaha tidak akan aku beritahu"


crash!

__ADS_1


celepuk


"selesai kalian bereskan mayat nya" ucap Xian Zu dengan dingin lalu pergi dengan cepat.


__ADS_2