Sistem Kultivasi Terkuat

Sistem Kultivasi Terkuat
ch 120. pertempuran di tengah jalan


__ADS_3

setelah Fei Ying keluar dari sana, beast itu langsung menutup kembali jalan dan menonaktifkan teknik ilusinya, "aku harus cepat" gumam Fei Ying saat melihat teknik ilusi mulai melemah.


swush


"dimana aku ?, kenapa bisa pedangku berlumur darah ?, lalu ini kenapa ?" ucap seseorang yang telah bebas dari perangkap ilusi.


disisi lain Fei Ying telah jauh meninggalkan lokasi dimana daun 4warna tumbuh, setelah itu Fei Ying menuju kediaman hu zhan untuk berpamitan dan sekaligus menawarkan untuk bergabung ke pasukannya.


saat Fei Ying di tengah perjalanannya ia melihat segerombolan orang bersenjata tengah mengepung rombongan gerobak para pedagang, "serahkan barang kalian" teriak sekumpulan perampok itu.


walau jarak antara Fei Ying dengan perampok tersebut terbilang jauh, tapi ia dapat mendengarkan semua percakapan mereka tanpa ada halangan.


"jangan tuan, lebih baik kami mati dengan cara melawan daripada kami mati tanpa melakukan perlawanan." ucap salah satu pengawal pedagang tersebut, saat melihat tuannya ingin keluar dan negosiasi.


mendengar itu Fei Ying langsung tersenyum, "menarik, lebih baik aku tunggu disini saja, kalau mereka sudah keterlaluan baru aku turun tangan."

__ADS_1


beberapa saat setelah suasana hening, pertempuran kecil terjadi antara perampok yang mengepung rombongan dagang dengan pengawalnya, "aku sudah bilang kan serahkan barang kalian maka aku akan mengampuni nyawa mu,.... kalau mau kalian mati baiklah akan aku turuti." ucap pemimpin perampok itu.


"aku tidak akan pernah percaya sama sekali dengan omongan busuk kalian." balas seorang pengawal itu dengan meludah ke tanah.


disisi lain Fei Ying yang sedang mendengarkan dan melihat, hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala, "sama sepertiku dulu adu bac0d dulu baru hantam." kekeh Fei Ying.


bam


Trang


ledakan dan benturan tidak lagi terelakan, pengawal rombongan dagang itu juga tidak mungkin dapat membasmi para perampok itu sekaligus mereka mungkin hanya dapat membasmi tidak lebih dari setengah, asal tuan yang mereka jaga selamat.


sesaat setelah keluar dari kereta kudanya, ia tiba-tiba di serang dari arah samping, untung saja Fei Ying sempat berhenti dan mengawasi jadi serangan itu sempat di tangkis oleh Fei Ying.


"fyuh, sedikit lagi nyawa tuan akan melayang." ucap Fei Ying yang datang tepat waktu.

__ADS_1


"siapa kau ?" tanya pemilik kereta dagang itu, dengan rasa was-was dan waspada.


"aku hanya pengembara yang lewat saja,....kalian istirahatlah biar aku yang mengurusnya." ucap Fei Ying dengan berteriak.


setengah percaya dan tidak, pemimpin pengawal yang memimpin pertempuran langsung menyuruh rekannya untuk mundur.


"kalian tenang saja, percayakan saja padaku,...aku ambil alih dulu." ucap Fei Ying dengan menepuk pundak sang pemimpin lalu mengambil pedang yang ada di genggaman pemimpin tersebut.


"huh" setelah menghembuskan nafasnya Fei Ying langsung menghilang dari pandangan, dan muncul kembali di belakang para perampok.


zrashh


bugh bugh


satu persatu para perampok itu terjatuh dengan kepala yang terlepas dari tubuh, "terserah kau mau bicara apapun, aku tidak peduli." ucap Fei Ying lalu meletakkan telapak tangannya ke kepala salah satu perampok yang masih tersisa.

__ADS_1


"huh, tidak ada yang berguna." ucapnya lalu memenggal kepala orang itu dengan sempurna.


melihat pemandangan tersebut pemimpin serta pemilik kereta kuda tersebut terkejut serta was-was dan khawatir, "ini aku kembalikan, kalian tenang saja aku tidak akan mengapa-apakan kalian." ucapnya lalu segera melesat pergi.


__ADS_2