
skip aja soal Fei Ying galau _-
***
1 Minggu berlalu dengan cepat berita tentang kejadian penyusupan di ibukota tengah juga sudah mulai tidak terdengar lagi.
di mana saat berita itu muncul sampai mengegerkan 3 benua, yang di mana memang tiga benua itu hanya di pisahkan oleh daratan jadi berita apapun akan cepat tersebar.
kembali saat ini Fei Ying Sekarang sedang tertidur pulas di kamarnya hingga ibu nya sampai membangunkan nya.
"fei'er bangun sayang sudah siang, mau sampai kapan kamu akan tertidur" ucap ibu nya lalu menghampiri Fei Ying dan memangku kepalanya sambil mengelus-elus rambut Fei Ying dengan penuh kasih sayang.
"ah, ibu biarkan akan tidur sebentar lagi ya" ucap Fei Ying dengan nada memelas.
"tidak-tidak kau sudah di tunggu oleh tetua dan juga ayah mu cepat bersiaplah" balas ibu nya yang masih mengelus-elus kepala Fei Ying.
"hm, iya ibu aku akan bangun jika ibu mencium pipi ku" canda Fei Ying pada ibu nya.
__ADS_1
"kau ini tidak pernah berubah ya fei'er" balas ibu nya lalu mencubit hidung Fei Ying.
"aduh-aduh sakit Bu" ucap Fei Ying lalu segera bangkit dari tempat tidur nya.
"bukankah kau ini seorang kultivator, masa cubitan ibu di bilang sakit" canda ibu nya pada Fei Ying.
"karena ibu adalah ibu ku" lalu Fei Ying memeluk ibu nya.
"jangan mendekat mandi dulu baru kau boleh peluk ibu mu" balas ibu nya sebelum Fei Ying memeluknya.
"iya-iya aku akan mandi" ucap Fei Ying lalu melenggang pergi untuk mandi.
setelah sarapan Fei Ying pergi ke ruang tetua di mana ia sedang di tunggu.
"permisi tetua" ucap Fei Ying saat sampai ke ruangan kakek nya, ternyata di sana sudah ada Xin Yuan serta beberapa murid nya.
"silahkan" jawab mereka.
__ADS_1
"aku rasa ada hal penting yang ingin kalian sampaikan, silahkan Xin Yuan" jawab Fei Ying.
"terimakasih Fei Ying, sesuai dengan kesepakatan aku telah menerima laporan dari murid ku yang aku tugaskan di ketiga benua serta di wilayah kita, hasilnya cukup mengejutkan dari pengintaian yang mereka lakukan ternyata sudah ada banyak barak pasukan aliran hitam, serta sandi dari aliran hitam sudah tersebar di beberapa wilayah" jelas Xin Yuan lalu berhenti sejenak.
"untuk petugas sandi kekaisaran sendiri mereka juga sudah mulai bergerak, aku sendiri juga memiliki penghubung dari sandi kekaisaran bagaimana menurut tetua dan Fei Ying" mendengar itu Fei Ying hanya manggut-manggut.
"langkah mu sudah tepat untuk menjalin kerjasama antar sandi kekaisaran tapi ingat untuk selalu waspada, untuk kalian aku berterima kasih banyak" ucap Fei Ying lalu mengeluarkan buntelan agak besar yang di dalamnya berisi sumberdaya berharga serta koin emas.
"ingat pertemuan ini jangan kalian sebarkan cukup menjadi rahasia kita, ambil secukupnya dan kalian boleh pergi ke pos kalian masing-masing" lanjut Fei Ying lalu mereka mengambil apa hak mereka lalu pergi.
"khusus Xin Yuan kau tetap berada di sini tetua ayah aku izin pamit dulu, ayo Xin Yuan" ajak Fei Ying lalu mereka berdua pergi.
setelah agak jauh dari sekte Fei Ying lalu berhenti dan berjalan santai di ikuti oleh Xin Yuan.
"ada apa ketua"
"santai dulu Xin Yuan, aku mau murid mu yang sekarang kau lulus kan dan jadikan lah mereka pasukan mata-mata mu, dan juga rekrut lah beberapa pemuda desa yang sekiranya pantas untuk mengemban tugas, tidak perlu banyak cukup dua orang atau tiga orang itu sudah cukup, lambat atau cepat pasti kelompok aliran hitam akan memulai aksinya, bukan tidak mungkin pihak kekaisaran akan meminta bantuan dari beberapa sekte" mendengar ucapan Fei Ying Xin Yuan hanya manggut-manggut.
__ADS_1
"tapi itu tidak mudah ketua aku akan membutuhkan seorang rekan bukannya aku tidak bisa tapi akan sulit kalau tidak ada penghubung"
"kau kan mempunyai orang dari kekaisaran seharusnya itu sudah cukup selanjutnya aku akan menugaskan Xian Zu untuk menjadi penghubung antara aku dan kau, sekarang pergilah, ingat tugas ini jangan sampai ada yang tau apalagi tetua biarlah tetua menikmati masa tua nya" ucap Fei Ying lalu Xin Yuan melesat pergi.