Sistem Kultivasi Terkuat

Sistem Kultivasi Terkuat
ch 63. berlatih dengan keras


__ADS_3

"naga malam mengoyak kegelapan" teriak Fei Ying lalu menebaskan pedangnya ke arah batu di depan nya.


boom


ledakan keras terjadi tapi hasil dari ledakan itu tidak meninggalkan bekas apapun batu itu masih kokoh.


"jangan jadikan pedang sebagai senjata tapi jadikan lah pedang itu seperti kebutuhan mu, pedang itu juga yang nanti akan menolong mu" nasehat Petapa genit itu.


1bulan berselang kini Fei Ying sudah menguasai teknik dasar dari kitab pedang kegelapan, "akhirnya aku berhasil menguasai teknik dasar ini" ucap Fei Ying dengan girang.


"jangan senang dulu teknik dasar mu itu baru mencapai tahap dasar jadi jangan senang" ucap petapa genit itu yang membuat Fei Ying terdiam.


"tidak masalah aku akan berlatih dengan keras untuk menyempurnakan nya" ucap Fei Ying sambil mengepalkan kedua tangannya.


Petapa genit hanya menanggapi nya dengan tersenyum lalu pergi untuk mengecek latihan Tora.


"Tora kau punya jurus cakar yang hebat tapi masih banyak celah untuk di tembus lawan, ambillah kitab ini kau tau lah kitab apa ini" ucap petapa genit itu sambil tersenyum.


lalu Tora melihat sampul buku itu "kitab cakar dewa surgawi" gumam Tora sambil mengingat, setelah mendapatkan ingatan Tora lalu berkata.


"oh iya, dulu nenek moyang kami bercerita bahwa kitab ini adalah kitab pilih tanding walau sekeras apapun musuh kita jurus ini akan menembus kulit lawan dengan mudah, apa aku benar"


"tepat sekali ini adalah kitab pilih tanding dan juga kitab kuno, karena kitab ini hanya ada satu jadi kau sangat beruntung sekali mendapatkan kitab ini" jawab petapa genit itu.


***


1 tahun sudah Fei Ying dan Tora berlatih dengan keras di jurang kegelapan, kini saatnya mereka kembali ke atas.

__ADS_1


"kakek guru kami pergi dulu, semua yang kakek berikan pada kami akan kami ingat selalu" ucap Fei Ying.


"ingatlah pesan ku jangan sampai kau terbawa amarah karena itu bisa menyebabkan bangkit nya roh kegelapan yang ada di tubuh mu ingat itu Fei'r, tolong jaga dia ya Tora."


"akan aku laksanakan kakek guru" ucap Tora dengan memberi hormat.


"untuk seterusnya kalian berusaha lah sendiri aku hanya bisa memberi berkat untuk kalian, sekarang kalian pergi lah aku akan membuka pagar ilusi nya" ucap petapa genit itu.


"sebelum kami pergi izinkan kami memberikan hormat yang terbaik untuk mu" ucap Fei Ying dengan menekuk salah satu lutut nya lalu menangkup kan kedua tangan nya.


mendengar perkataan murid nya petapa genit hanya tersenyum lembut pada kedua murid nya, "baiklah lakukan apa yang ingin kalian lakukan"


setelah mereka selesai memberikan penghormatan mereka lalu pergi meninggalkan jurang itu, "aku harap bocah itu bisa mengendalikan elemen kegelapan nya" ucap petapa genit itu lalu masuk ke rumah yang telah Fei Ying dan Tora renovasi sebelumnya.


***


di perjalanan Fei Ying merasakan bahwa Tora terbang lebih cepat dari sebelumnya tapi aneh Fei Ying tidak merasakan tekanan udara sama sekali, "apa ini buah dari latihan keras mu" tanya Fei Ying


"hebat juga, Tora di depan ada kota kecil yang sedang berperang" potong Fei Ying saat menyipitkan matanya.


"baiklah aku juga ingin melihat kemampuan tuan" balas nya.


"kalau begitu kau lihat ini" ucap Fei Ying lalu berdiri


swush


"cih cepat sekali" gumam Tora lalu menyusul tuanya.

__ADS_1


dalam hitungan menit Fei Ying dan Tora sudah berada di kota tersebut, "hahaha kau lambat sekali Tora" ledek nya.


"cih tidak adil kita lanjutkan lagi nanti sekarang kita bantu dulu rakyat di sini" ucap Tora


"kau benar kalau begitu kau selamat kan anak-anak dan orang tua serta para perempuan aku akan membantu melawan mereka" ucap Fei Ying pada Tora.


"kalau begitu aku pergi dulu semoga berhasil"


ucap Tora lalu pergi.


"baiklah mari kita berpesta"


setelah mengetahui bahwa yang menyerang kota itu adalah aliran hitam Fei Ying langsung mencabut pedang penguasa alam semesta nya dari sarungnya.


"naga malam mengoyak kegelapan" teriak Fei Ying seketika dari bilah pedang nya mengeluarkan cahaya hitam berbentuk bulan sabit, dalam hitungan menit Fei Ying berhasil menghabisi para aliran hitam yang mencoba merebut kota itu.


"sekarang kalian sudah aman, bagaimana mereka bisa menyerang kota ini apakah di sini tidak ada penjagaan sama sekali" tanya Fei Ying pada mereka.


"sebenarnya ada tadi hanya ada beberapa saja itupun berada pada alam tingkat inti emas" ucap salah satu pendekar aliran putih yang ikut dan pertempuran tadi.


"apakah kalian berasal dari sekte tertentu" tanya Fei Ying pada mereka.


"ya kami di utus oleh sekte eleksir untuk memerangi aliran hitam di kota ini" jawab pendekar itu lagi.


"bagus kalau sekte aliran putih juga sudah melakukan pergerakan, untuk para pendekar yang ikut dalam perang ini aku akan mengasih beberapa pil tingkat perak untuk kalian serta koin emas"


"dan untuk para warga di sini aku akan kasih kalian koin emas untuk membangun bangunan yang rusak" ucap Fei Ying lalu mengeluarkan 1 kantong besar berisi koin emas serta Pill tingkat perak.

__ADS_1


beberapa jam berlalu Fei Ying telah selesai membagikan koin emas dan Pill tingkat perak yang di bantu oleh Tora.


setelah berpamitan pada mereka Fei Ying dan Tora lalu pergi, saat hendak pergi Fei Ying merasakan hawa seseorang yang familiar yang dia kenal.


__ADS_2