
saat sedang melesat Fei Ying merasakan ada yang mengikuti nya lalu Fei Ying melihat kebelakang dan menemukan orang berpakaian hitam dengan dua tonjolan di dadanya.
setelah itu Fei Ying menambah lagi kecepatan nya agar tidak di kejar oleh orang itu yang tidak lain adalah tuan putri Qing Ying.
tuan putri Qing Ying juga menaikkan kecepatan nya agar bisa menyusul Fei Ying, "iya sekarang aku ingat dia adalah tuan muda Fei yang dulu pernah menyelamatkan ku" gumam tuan putri lalu menambah lagi kecepatan nya.
tapi saat tuan putri Qing Ying mendekati tubuh Fei Ying tiba-tiba pandangan nya kabur dan tubuh nya mulai hilang keseimbangan.
"huh kalau belum mampu jangan paksa dasar keras kepala" ucap Fei Ying lalu melesat dan menangkap tubuh Qing Ying dan menurunkan nya dengan perlahan.
lalu Fei Ying membuka cadar hitam yang di kenakan oleh Qing Ying, "aku tahu itu kau, tapi belum saat nya kita untuk bertemu dan bersatu, jika langit menghendaki kita bersama pasti kita akan bersama" ucap Fei Ying lalu mengusap pipi Qing Ying dengan lembut.
setelah menyalurkan energi nya Fei Ying lalu pergi menangkap ayam hutan lalu membakarnya di sebelah Qing Ying.
__ADS_1
mencium aroma Bakaran putri Qing Ying lalu bangun, melihat itu Fei Ying lalu mengambil sepotong daging dan meletakkan nya di daun.
"ini ambillah nona pasti kau sangat lapar" ucap Fei Ying lalu menyodorkan sepotong daging.
dengan malu-malu putri Qing Ying mengambil sepotong daging itu lalu memakannya dengan perlahan.
"nona tidak perlu takut aku hanya pengelana biasa yang tersesat yang kebetulan menemukan anda dalam keadaan pingsan di sini" ucap Fei Ying berbohong.
melihat Qing Ying masih tidak mau bicara dan semakin murung Fei Ying lalu berkata, "tenang lah kalau apa yang kau pikirkan itu salah lihat lah baju ku masih rapi, kalau memang yang kau pikirkan seperti itu kau boleh menampar ku" ucap Fei Ying dengan datar.
melihat hal itu hati Fei Ying merasa sesak dan bersalah, "sudah lah kalau langit berkehendak kalian pasti akan di pertemukan kembali dan di satukan di dalam ikatan suci pernikahan, percayalah pada takdir langit" ucap Fei Ying lalu mendekat pada Qing Ying.
"apa kau serius" balas Qing Ying yang masih terisak tanggis di pangkuan nya.
__ADS_1
"tentu untuk itu kau harus jauh lebih kuat jadi saat kau bertemu dengan orang yang kau maksud kalian bisa menjadi pasangan kultivator yang hebat, sudah jangan nangis lagi" ucap Fei Ying lalu mengusap rambut putri Qing Ying dengan lembut lalu berdiri.
"hm kau benar orang yang akan aku temui mungkin sekarang jauh lebih kuat dari ku baiklah, terimakasih tuan pengelana atas nasehat nya" ucap putri Qing Ying lalu menghapus air matanya nya.
"sebelum aku pergi aku mau memberikan mu ini" ucap Fei Ying lalu memberikan kalung berwarna hijau dengan motif bunga sakura di tengah nya.
"apa ini"
"pakailah ini adalah kalung takdir jika kau memakai nya kau akan bertemu dengan orang yang kau maksud tadi" ucap Fei Ying berbohong sebenarnya itu hanya kalung biasa Fei Ying hanya mengarang saja untuk menyemangati tuan putri Qing Ying.
"terimakasih"
"hm, kalau begitu aku pergi" ucap Fei Ying lalu melesat pergi.
__ADS_1
"maaf Qing Ying belum saat nya kita untuk bertemu" gumam Fei Ying sambil meneteskan air matanya.
"sungguh pertemuan singkat yang menyakitkan"