
~jurang kegelapan
hanya butuh beberapa menit petapa genit sudah membawa buah-buahan yang banyak untuk Fei Ying.
"kau makan lah ini, ini bisa meningkatkan kualitas tulang mu dan tubuh mu" ucap Petapa genit itu seraya melempar kan buah apel berwarna kuning kepada Fei Ying.
"terimakasih guru" ucap nya lalu memakan apel yang di berikan oleh Petapa genit.
"setelah selesai aku tunggu kau di luar, pelatihan mu di mulai hari ini" ucap Petapa genit lalu pergi keluar gua.
"eh apa hari ini, bukan nya besok aku saja baru siuman" ucap Fei Ying dengan nada kaget.
"cerewet" balas Petapa genit lalu melemparkan batu kecil, tepat di kepala Fei Ying sampai benjol.
"aduh, terserah kau saja kakek tua" balas Fei Ying lalu memakan buah nya.
setelah selesai Fei Ying keluar dari gua untuk menemui Petapa genit, "sekarang kau cari kayu sebanyak 1 ikat kau bawa tanpa menggunakan energi Qi sama sekali jika kau melanggar maka hukumannya adalah lari naik turun gunung 100 kali apa kau paham"
'ini kakek sadis amat yak walau aku punya tubuh naga tapi aku belum pernah menggunakan nya sama sekali' gerutu Fei Ying di dalam hati nya.
"apa yang kau pikir kan ayo cepattttt !!!" bentak nya, seketika Fei Ying langsung lari secepat kilat ke atas bukit untuk mencari kayu bakar.
__ADS_1
'bodoh sekali kenapa aku tidak pernah melatih fisik ku, walau aku mempunyai tubuh seperti naga tapi kalau aku tidak pernah melatih nya lambat laun akan menurun kualitasnya' pikir Fei Ying yang baru sadar bahwa terlalu mengandalkan sistem tidak akan membuat nya berkembang pesat.
"hah hah, aku terlalu sering menggunakan energi Qi sampai lupa bahwa anggota butuh semua nya bisa di pakai saat ke adaan tertentu, bodoh sekali diri ku tidak pernah melakukan latihan fisik" pikir Fei Ying yang memaki diri nya sendiri.
~ benua tengah kekaisaran Qing
"bagaimana penyelidikan kalian apakah benar aliran hitam sudah mulai bergerak" tanya paduka raja Qing pada teleksandi nya.
"hamba ijin menjawab, aliran hitam memang sudah bergerak paduka tapi mereka melakukannya dengan bertahap, aku rasa mereka sudah menentukan lokasi nya dari awal, karena beberapa desa yang sudah di kuasai oleh mereka terbilang seperti mengepung, bukan hanya di sekitar wilayah kita saja paduka tapi hampir setiap wilayah di kekaisaran lain juga memiliki pola seperti itu" ucap salah satu teleksandi.
"seperti nya aku harus mengadakan rapat bersama 3 raja yang lain untuk membahas masalah ini, kau bukannya yang aku tugas untuk mencari informasi di benua timur, dari mana kau bisa menyimpulkan bahwa yang telah berhasil di kuasai oleh aliran hitam adalah seperti strategi mengepung" tanya raja Qing.
"benar hamba memang bertugas di sana, tapi aku bertemu orang dengan pakaian sederhana, yang mengatakan bahwa anggota aliran hitam sudah menentukan desa mana yang akan di kuasai nya nanti, hingga perlahan-lahan anggota aliran hitam akan menguasai semua wilayah yang ada di dekat nya, walau begitu aku percaya dengan ucapannya karena aku melihat tanda pedang banyak sekali di dada nya, walaupun terlihat samar-samar" jelas teleksandi itu.
~ jurang kegelapan
setelah sore akhirnya Fei Ying telah kembali dari gunung, "hah hah, air" ucap Fei Ying dengan nafas memburu.
"kebetulan sekali persediaan air kita sudah habis, jadi kau harus berjalan beberapa jam dari sini ke sungai untuk minum" ucap Petapa genit.
"sadis sekali kau kakek tua menyiksa ku seperti ini" ucap Fei Ying yang masih menstabilkan nafas nya.
__ADS_1
"baiklah aku akan mengambilnya untuk mu tapi sebagai gantinya kau harus membangun kan ku rumah bagaimana" ucap Petapa genit.
"huh terserah kau saja kakek tua"
"baik kalau begitu kau tunggu sebentar di sini"
setelah beberapa menit akhirnya kakek tua itu membawa air, "ini minum lah" tanpa berkata apa-apa lagi Fei Ying langsung meminum air itu tanpa berbasa-basi lagi.
"ah segar nya"
"apa sesegar itu air kencing serigala" balas Petapa genit itu pada Fei Ying.
mendengar ucapan Petapa genit itu Fei Ying langsung menyembur sisa air yang masih berada di dalam mulut nya.
"hahahaha kau ini gampang sekali di bodohi" ucap nya sambil tertawa terbahak-bahak.
"terserah"
"sekarang istirahat lah besok kau harus bangun pagi sekali untuk mencari kayu bakar serta air" ucap Petapa genit dengan ekspresi tak menyedapkan.
"iya aku tahu jangan melawan kalau tidak harus berlari naik turun gunung 100 kali"
__ADS_1
"bagus itu baru murid ku"