
walau kedengarannya kurang sopan tapi Fei Ying melakukan itu bukan tanpa sebab dan akibat nya.
mendengar ucap Fei Ying walikota itu terkejut dan berkata, "b-baik aku akan mengayomi masyarakat yang masih masuk dalam kawasan kota Fox mountain" ucap nya dengan keringat dingin.
"bagus sekarang ayo ikut aku melihat korban yang ada di sini" ajak Fei Ying pada walikota.
"baik aku sebenarnya tadi juga mau melihat para korban" ucap nya lalu mengajak Fei Ying keluar.
di dalam pertarungan Ching Ziyi dan Zhan Haifeng kerepotan karena harus menggunakan teknik serangan senyap.
"benar-benar merepotkan, aku lebih suka bertarung langsung daripada harus seperti" gerutu Ching Ziyi sambil menikam musuh-musuh nya dari belakang.
"bukankah kau memiliki teknik memanah yang bagus kenapa kau tidak mencari tempat yang bagus untuk membantu dari kejauhan" balas Zhan Haifeng yang bersama menikam musuh-musuh nya.
"hehe benar juga baiklah aku akan segera melakukan" ucap Ching Ziyi lalu melesat mencari tempat bidikan yang sempurna.
kembali pada Fei Ying, "oh ya walikota Zian sebenarnya kau sangat baik tapi hanya saja kau suka mengkorupsi saja" ucap Fei Ying sambil berjalan bersama walikota.
"hehehe benar tapi itu aku lakukan juga demi rakyat, baiklah sebentar lagi kita akan sampai ke posko darurat, rata-rata yang ada di sini adalah masyarakat dari pinggiran kota, jadi setiap ada serangan mereka lah yang akan menanggung terlebih dahulu." jelas walikota Zian.
Fei Ying yang mendengar itu hanya mengangguk lalu berkata, "apa di kota ini tidak ada sekte atau apa yang menunjang keamanan kota" tanya Fei Ying.
"sebenarnya ada tapi tidak lah besar murid nya juga sedikit, tetua nya saja berada di tahap alam jiwa baru" ucap walikota itu menghela nafas panjang.
__ADS_1
mendengar itu Fei Ying hanya mengangguk saja lalu meminta walikota menyiapkan pakaian dan makanan untuk mereka yang ada di posko, tentu saja Fei Ying memberikan imbalan serta sumberdaya menengah untuk walikota.
setelah membagikan semuanya Fei Ying dan walikota serta korban yang ada di posko mengobrol dan bercanda bersama hingga sore.
"baik lah semua aku mau pamit dulu, kapan-kapan kita akan bertemu lagi" ucap Fei Ying sambil melambaikan tangan nya.
lalu mereka berdua pergi ke kediaman walikota, "walikota Zian aku mau membantu rekan ku, walikota pulang lah" ucap Fei Ying lalu melesat pergi meninggalkan walikota dengan sendirian.
"hehehe sudah lama aku tidak menggunakan teknik ini" ucap Fei Ying lalu membuat pisau energi.
lalu Fei Ying pergi ke pinggiran kota di mana pertempuran terjadi, saat hampir mendekati pertempuran itu Fei Ying juga melempar kan pisau-pisau nya ke arah kelompok aliran hitam.
swush swush
Fei Ying juga tidak berdiam diri di satu tempat saja, Fei Ying juga memadukan teknik langkah bayangan nya untuk bergerak dengan cepat.
di satu sisi yang berbeda Zhan Haifeng yang sedang melawan musuh nya di buat bingung oleh serangan Fei Ying.
"aneh padahal aku belum melakukan satu jurus pada mereka, tapi mereka sudah pada tumbang" gumam Zhan Haifeng yang sekarang pikiran nya sudah tidak fokus lagi.
di satu sisi yang lain Ching Ziyi juga tidak jauh berbeda dengan kondisi Zhan Haifeng, saat Ching Ziyi melepaskan panah pasti musuh nya sudah tumbang duluan.
"apaan ini argghh" teriak Ching Ziyi yang dari tadi belum membunuh satu orang sama sekali dengan panah nya.
__ADS_1
lalu sekelebat bayangan hitam muncul di belakang Ching Ziyi, "hei kau itu pemanah kenapa bisa hilang kendali, tenang lah aku hanya pemanasan"kekeh Fei Ying.
"huaaa, ternyata kau aku kira siapa" ucap Ching Ziyi sambil terengah-engah.
"lalu" ucap Fei Ying sambil mengorek hidung nya.
"sisakan satu untuk ku" ucap Ching Ziyi sedikit membentak.
"haha baiklah di sana masih ada satu teleksandi aliran hitam" ucap Fei Ying sambil menunjuk pohon yang sedikit lebat.
"dimana" ucap Ching Ziyi lalu menyipitkan matanya.
"huh, kau sepertinya haru di beri pelajaran tentang memanah ya" ucap Fei Ying lalu mengambil panah Ching Ziyi dan menarik busurnya.
swush
panah itu melesat bagai angin, lalu mengenai kepala teleksandi aliran hitam.
bruk
"apa !!" ucap Ching Ziyi dengan mulut terbuka lebar.
"pemanah harus mempunyai mata seperti elang bukan hanya teknik panah saja, Ayo kita pergi menyusul Zhan Haifeng lalu pergi ke kediaman walikota Zian besok pagi nya kita kembali" jelas Fei Ying.
__ADS_1