Sistem Kultivasi Terkuat

Sistem Kultivasi Terkuat
ch 76. kekacauan di ibukota benua tengah


__ADS_3

"ramai sekali apa ada perayaan di sini" gumam Fei Ying lalu bertanya pada salah satu pedagang yang ada di dekatnya.


"paman ada acara apa di sini sampai ramai sekali" tanya Fei Ying pada pedagang itu.


"apa kau tidak tahu bahwa tuan putri Qing Ying sedang berulang tahun dan juga untuk memperingati kenaikan tuan putri Qing Ying yang sudah berada pada tahap alam hampa tahap pertama" ucap pedagang itu pada Fei Ying.


"baik lah terima kasih paman ini ada sedikit untuk paman" ucap Fei Ying sambil mengeluarkan 4keping emas lalu di berikan pada pedagang itu.


"terimakasih tuan muda" balas pedagang


"sama-sama" lalu Fei Ying melanjutkan lagi jalan-jalan nya.


"hm aku penasaran sejauh mana tuan putri Qing Ying berkembang" gumam Fei Ying sambil mengingat kejadian di hutan giok yang di mana mereka bertemu untuk pertama kalinya.


"kenapa aku memikirkan nya tidak-tidak, lebih baik aku jalan-jalan saja menikmati ramai nya ibukota benua tengah" gumam Fei Ying sambil berjalan santai melewati jalanan yang ramai.


saat sedang berjalan-jalan Fei Ying melihat satu pedagang yang dagangan nya masih banyak berbeda dengan yang lain, yang di mana dagangan nya sudah habis.


"paman kenapa dagangan paman masih banyak sekali" ucap Fei Ying pada pedagang itu.


"mau bagaimana lagi nak sangat jarang orang yang suka sama jagung bakar" balas pedagang itu dengan suara serak.


"apakah aku boleh memborong nya" ucap Fei Ying.

__ADS_1


mendengar ucapan Fei Ying pedagang itu terkejut lalu berkata "satu jagung aku jual 1 perunggu jadi tuan muda hanya mengeluarkan 1 koin perak"


"baiklah ini kembaliannya ambil saja, untuk jagung bakar nya bagikan saja" ucap Fei Ying lalu memberikan lima keping emas pada pedagang itu lalu pergi.


setelah puas berjalan-jalan di ibukota benua tengah Fei Ying lalu berencana membelikan oleh-oleh pada keluarga Fei di rumah.


setelah selesai membelikan oleh-oleh Fei Ying lalu melangkah pergi ke gerbang keluar, tapi saat hendak pergi ia melihat ada rombongan kereta dagang yang memasuki ibukota.


"hm banyak juga pedagang yang datang" gumam Fei Ying, sesaat setelah kereta kuda itu lewat Fei Ying merasakan aura pembunuh dari dalam kereta kuda itu.


'gawat kalau sampai ada pertumpahan darah, pasti akan ada banyak sekali korban yang tidak bersalah dari rakyat ibukota ini' ucap Fei Ying di dalam hati nya.


lalu Fei Ying segera melesat pergi ketempat sepi lalu memakai pakaian hitam serta penutup wajah nya dan camping bambu.


lalu Fei Ying mencari tempat yang strategis untuk memantau situasi di ibukota, serta untuk melakukan perlawanan jika sewaktu-waktu pertempuran pecah.


sudah lebih dari satu jam Fei Ying mengamati tapi belum juga mendapati gerakan yang mencurigakan.


"tunggu tidak mungkin kan penjaga gerbang tidak mengecek kereta kuda itu kalau begitu" lalu Fei Ying menyadari bahwa kemungkinan di ibukota sudah di susupi.


"gawat kalau mereka sudah ada di sini sebelumnya, aku pasti akan kerepotan melawan mereka" ucap Fei Ying lalu memperluas persepsi nya.


setelah mengamati beberapa waktu Fei Ying lalu melihat ledakan di atas awan yang berwarna hijau ke biruan.

__ADS_1


dan di susul oleh dentingan senjata, "huh aku terlambat" ucap Fei Ying sambil menghela nafas kasar lalu melesat ke pertempuran tersebut.


"langkah bayangan, naga malam mengoyak kegelapan" ucap Fei Ying sambil mengacungkan pedang nya ke arah musuh-musuh nya.


'benar-benar sudah terlambat ibukota sekarang sudah menjadi Medan pertempuran'


ucap Fei Ying dalam hatinya saat melihat mayat yang ada di sekitarnya.


disisi lain di kekaisaran tengah kaisar memerintahkan ratusan pengawal tingkat jiwa baru untuk melindungi ibukota tengah dan juga yang ada di sekitarnya serta ke lima panglima tingkat hampa nya.


"penasihat apakah langkah yang aku ambil sudah benar, walau aku mempunyai pasukan yang kuat aku tidak yakin bisa menahan serangan dari pasukan aliran hitam"


"kejahatan akan selalu kalah kebenaran akan selalu menang tergantung kita bagaimana mengatasi nya, walau nanti kita menang tapi kemungkinan kerugian kita juga besar, lebih baik kita fokus mencari pemuda yang berbakat untuk di jadikan monster masa depan dan bisa kita andalkan saat pertempuran besar pecah" balas penasihat itu dengan wibawa nya.


disisi yang lain tuan putri Qing yang mendengar ada pertempuran di ibukota langsung mengganti pakaian nya dan menyusup keluar.


di ibukota sendiri Fei Ying sudah menghabisi lebih dari ratusan nyawa di tangan nya.


"apakah masih ada lagi" ucap Fei Ying yang merasakan bahwa ada ratusan orang yang sedang menuju ke ibukota.


setelah beberapa saat terdengar ringkikan kuda, ya itu adalah pasukan kekaisaran, "ternyata pasukan kekaisaran" gumam Fei Ying saat melihat tanda di zirah salah satu pasukan.


"penyerangan sudah sudah selesai senior boleh pergi, sebelum pergi ke bumikan masyarakat ibukota secara layak, dan juga berikan apresiasi pada paviliun rembulan darah, terimakasih" ucap Fei Ying lalu melesat pergi dalam kegelapan malam.

__ADS_1


"aku pernah merasakan aura ini sebelum nya tapi di mana ya" ucap seorang gadis berpakaian hitam dengan pedang di punggung nya, ya itu adalah putri Qing Ying.


"lebih baik aku ikuti saja dia" ucap nya lalu melesat pergi mengikuti Fei Ying


__ADS_2