
setelah hu Zhan mempersiapkan kebutuhan Fei Ying, Fei Ying mengucapkan banyak terimakasih pada hu zhan karena telah menyambut nya dengan baik.
"jangan sungkan seperti itu, aku hu Zhan selalu membalas kebaikan orang lain, jika master berada dalam masalah panggil saja aku, aku akan berusaha semampu ku." balas Hu Zhan pada Fei Ying.
"senior jangan terlalu sungkan, pengalaman ku di bandingkan senior masih sedikit, tidak pantas rasanya jika senior memanggil ku master."
"jika bukan karena pertolongan master, mungkin saat ini seluruh racun yang ada di tubuh ku sudah menyebar." ucap hu Zhan
"hanya kebetulan saja senior jangan sungkan, kalau begitu aku istirahat dulu." balas Fei Ying lalu melenggang pergi ke kamar yang telah di siapkan oleh Hu Zhan.
ahli ramuan atau bisa di sebut tabib adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan luka atau penyakit seorang kultivator atau orang biasa.
keberadaan nya sendiri tidak banyak ahli ramuan atau tabib juga memiliki tingkatan nya masing-masing.
- pemula
- senior
- emas
- platinum
__ADS_1
- misteri
- surga
tingkatkan ini memiliki ciri khasnya sendiri sesuai tingkatan mereka, semakin tinggi tingkatannya semakin banyak juga yang menghormati nya.
di tempat Fei Ying sediri paling banyak hanya memiliki 6 ahli ramuan tingkat platinum, sedangkan emas hanya 15orang sisanya pemula dan senior.
di dalam kamarnya Fei Ying sedang menyusun rencana jika sewaktu-waktu kelompok aliran hitam bergerak dengan cepat.
'seharusnya aku tidak usah khawatir lagi karena aku telah memiliki 3 orang tahap dewa seharusnya itu sudah cukup untuk menekan kelompok aliran hitam' pikir Fei Ying.
saat di dalam renungan nya Fei Ying mendengar ada seseorang yang sedang bertarung, "bajing** keparat" umpat seorang pemuda dengan menyeka darah yang keluar dari mulutnya.
kira-kira tahap alam nya berada di penyatuan tubuh tahap akhir sedangkan musuh nya sudah berada di tahap asecion awal.
"ckck sungguh perbedaan yang tidak setara." gumam Fei Ying saat melihat pertarungan tersebut.
"dasar pengecut, kalau berani lawan lah yang setara dengan mu." ucap Fei Ying lalu meludah ke tanah.
"siapa kau berani ikut campur urusan kami." ucap pria berbadan besar dengan angkuh.
__ADS_1
"aku ? siapa ? tanyakan saja di neraka." ucap nya lalu menggeluarkan teknik pengikat jiwa nya.
'pengikat jiwa rantai kekosongan' seketika benar tipis berwarna hitam melilit tubuh orang itu dan seketika tubuhnya terpencah menjadi beberapa bagian.
"terimakasih senior telah menolong ku." ucap pemuda dengan tubuh tegap rambut panjang dan berwarna putih.
"tidak masalah, ini minumlah." balas Fei Ying lalu memberikan pil penyembuhan pada pemuda itu.
"sekali lagi aku ucapkan terimakasih senior."
"sekarang ceritakan pada ku kenapa orang itu bisa mengincar mu ?" tanya Fei Ying pada pemuda itu.
"sebenarnya aku hanya terlalu banyak menang saja di rumah judi batu." balas nya dengan tersenyum getir.
"apa itu ?" tanya Fei Ying dengan mengerutkan keningnya.
"judi batu sebenarnya sama dengan judi pada umumnya, bedanya rumah judi batu menggunakan batu yang di dalamnya berisi benda-benda yang berharga untuk pelatihan." jawab pemuda itu dengan menghela nafas.
"sungguh menarik, besok ajak aku kesana. oh ya nama ku Fei Ying" ucap nya lalu berbalik dan berjalan pergi.
"nama ku Su Hua !!" balas su Hua dengan melambaikan tangan nya.
__ADS_1