Sistem Kultivasi Terkuat

Sistem Kultivasi Terkuat
ch 125. murid pertama


__ADS_3

"siapa namamu nak, dan bagaimana kau bisa terlibat dalam pertarungan itu ?." tanya Fei Ying pada seorang bocah berusia 10tahunan dengan baju Kumal dan bada yang tak terawat.


"dia mengejekku paman karena aku hanyalah seorang anak dari pel****, aku tidak tau ayahku dan aku juga tidak tau dimana ibuku, ibu bilang akan menjemput tapi hingga saat ini dia masih belum kunjung menjemputku." ucap anak itu dengan tertunduk dan tanpa ia sadari air mata nya menetes.


"jadi kau tinggal bersama siapa nak ?." tanya Fei Ying lagi.


"aku tinggal bersama kakek Wanara, tapi sekarang ia sudah tiada paman sekarang aku sendirian di dunia ini tanpa adanya kasih sayang seorang ibu ataupun ayah,..." tanpa disadari ia memeluk Fei Ying dan mengeluarkan semua kesedihan yang selama ini ia pendam.


mendengar perkataan anak itu membuat hati Fei Ying bergetar, bagaimana mungkin seorang anak kecil seperti dia menampung begitu banyak penderitaan dan kesedihan, "kau belum mengenalkan namamu." ucap Fei Ying lalu bocah itu mengusap air matanya.


"nama ku Liam paman."


"baiklah Liam ayo kakak bawa ke toko pakaian, kakak akan belikan baju baru untuk Liam dan mendadani Liam agar terlihat lebih tampan." ucap Fei Ying lalu mengajak Liam ke toko pakaian.


****


"aku tidak mau ada keributan." ucap Fei Ying dengan melemparkan 2koin pada 2 penjaga toko itu.


setelah masuk Fei Ying menyuruh salah satu karyawan di sana untuk memilihkan baju untuk Liam serta membersihkan seluruh tubuhnya,"kalau begini kan Liam sudah terlihat tampan" ucap Fei Ying lalu menyerahkan 2koin emas pada karyawan yang telah membersihkan tubuh Liam.


"terimakasih tuan."


setelah membayar beberapa baju Fei Ying dan Liam keluar dari toko tersebut, 'cih hanya sekumpulan orang-orang lemah' ucap Fei Ying dalam hati saat merasakan dua orang sedang mengikutinya.


"Liam ikut kakak ya." ucap Fei Ying lalu berbelok ke gang yang sepi.


"keluarlah jangan sembunyi lagi." ucap Fei Ying lalu dua orang berbadan kekar keluar dan langsung menyerang Fei Ying.


"serahkan semua yang kau miliki!!."


"tapak Budha." ucap Fei Ying lalu menghantam tubuh salah satu orang yang menyerang Fei Ying hingga terpental ke arah jalanan.


"wah kakak kuat sekali." seru Liam


"apa Liam mau kuat seperti kakak ?." tanya Fei Ying lalu berjongkok dan menepuk bahu Liam.

__ADS_1


"mau kak." ucap Liam dengan semangat.


"jika ada yang melatih mu apa kau akan bersungguh-sungguh Liam ?" tanya Fei Ying dengan serius.


"Liam akan bersungguh-sungguh kak." jawab Liam dengan tegas dan percaya diri.


"kalau begitu Liam diam sebentar." ucap Fei Ying lalu menghajar rekan orang tadi, setelah beres Fei Ying membawa Liam untuk melatihnya.


"aku ingin seperti kakak." ucap Liam kagum pada teknik meringankan Fei Ying.


"kalau begitu Liam harus berlatih bersungguh-sungguh, karena kakak akan melatih Liam menjadi seorang pendekar yang hebat dan memiliki jiwa seorang kesatria, dan membela kebenaran dimana Liam berada." ucap Fei Ying dengan tersenyum pada Liam.


"baik kak Liam akan berlatih bersungguh-sungguh." ucap Liam dengan membalas senyuman Fei Ying.


"aku sekarang guru mu panggil aku guru." ucap Fei Ying dengan menjitak kepala Liam.


"sakit k-ka, maksudku guru." ucap Liam sambil meringis, walau pertemuan mereka singkat entah kenapa mereka gampang akrab.


****


"tidak apa guru, jadi guru akan memulai pelatihan darimana." ucap Liam dengan polos.


"sebentar." lalu Fei Ying memegang pergelangan Liam yang ternyata fisik dan tulang nya masih lemah sekali.


"Liam angkat batu itu dan bawa kesini." ucap Fei Ying sambil menunjuk batu yang kemungkinan seberat 15kilo.


"tapi guru, apakah Liam akan mampu mengangkat batu itu ?." keluh Liam.


"lihat apa yang akan dilakukan guru." ucap Fei Ying lalu meninju batu itu hingga terpecah beberapa bagian.


"apakah Liam akan bisa seperti itu guru ?" ucap Liam dengan semangat.


"bisa Liam asal kau semangat berlatih."


"baiklah Liam ayo kita lakukan latihan." ucap Liam dengan semangat yang menggebu-gebu.

__ADS_1


"aku tidak akan mengulangi kesalahanku dulu,aku akan membuat anak itu menjadi seorang pendekar hebat suatu saat nanti." ucap Fei Ying dengan tersenyum.


...----------------...


di tempat yang berbeda, di sebuah gua dengan es di sekelilingnya, Qing Ying di latih oleh nenek moyang Phoenix es dan keturunannya.


"nona Qing rasakan energi nya." ucap keturunan Phoenix es.


mendengar ucapan itu Qing Ying kembali konsentrasi untuk merasakan energi itu, 'aku harap bocah itu dapat menemukan bahan yang aku katakan, aku tidak mungkin melatih dia disini karena waktu disini sangatlah berbeda' ucap nenek moyang Phoenix es dalam hati nya.


******


kembali lagi bersama Fei Ying, "huh huh, guru aku sudah tidak sanggup lagi." ucap Liam dengan nafas memburu.


"kau tidak boleh istirahat sampai kau menyelesaikan latihan pertamamu." ucap Fei Ying dengan datar.


[guru yang kejam]


'diam kau aku tau harus melakukan apa.'


"jika kau tidak bisa menyelesaikan latihan pertamamu maka aku akan mengembalikan mu ke kota mu dan penindasan yang kau alami akan menjadi mimpi buruk mu untuk selamanya."


"katakan Liam kau ingin kembali dengan tubuh yang sama atau kembali dengan Liam yang berbeda dengan Liam menjadi pendekar yang kuat, katakan Liam jika kau ingin kembali dengan kekuatan yang berbeda." ucap Fei Ying dengan tegas dan memberi semangat pada Liam.


"aku akan kembali dengan Liam yang berbeda guru!." balas Liam dengan tegas lalu melanjutkan lagi latihannya.


tak terasa waktu berlalu dengan cepat, kini malam telah tiba Liam juga sudah menyelesaikan latihan pertamannya, "Liam ini makanlah ini akan membuat fisikmu semakin kuat." ucap Fei Ying sambil memberikan daging beast tingkat menengah.


"kenyang, saat nya istirahat." ucap Liam dengan senang.


"kata siapa kau boleh istirahat, sekarang kau harus memahami kitab ini." ucap Fei Ying lalu mengeluarkan kitab dasar-dasar bela diri.


"huh, tebal sekali kitab ini bagaimana aku bisa mempelajarinya butuh waktu lama aku mempelajari kitab ini." ucap Liam dengan helaan nafas berat.


"jangan membantah lagi, lakukan saja apa yang aku suruh percayalah itu juga demi dirimu." balas Fei Ying dengan mengeluarkan jempol nya.

__ADS_1


__ADS_2