Sistem Kultivasi Terkuat

Sistem Kultivasi Terkuat
ch 124. rintangan yang harus dihadapi


__ADS_3

'bocah jika kau ingin menemukan teratai es kau harus melewati dulu ujian yang akan diberikan olehnya' bisik nenek moyang Phoenix es.


"sudah kuduga pasti perjalanan kali ini tidak mudah,tapi aku tidak boleh menyerah, aku juga penasaran ujian apa yang dimaksud oleh nenek tua itu." gumam Fei Ying dengan senyum tipis yang terukir diwajahnya.


[ peringatan, badai angin sebentar lagi akan segera datang ]


"huh, sial lebih baik aku lewat jalur memutar saja" ucap nya lalu melesat dengan cepat.


"aku baru sadar hanya karena badai angin sistem memberitahuku, apa jangan-jangan itu bukan badai biasa ya ?" ucap Fei Ying yang langsung kembali lagi ketempat dimana badai angin akan muncul.


*****


"kalau aku lihat dari data di sistem kemungkinan badai angin itu akan lewat sini." ucap Fei Ying yang sudah menunggu di atas pohon.


setelah sekian lama menunggu akhirnya badai angin itu muncul juga, "akhirnya yang di tunggu datang juga, tunggu dulu kenapa badai angin nya terlihat berbeda dari badai angin yang biasanya." ucap nya lalu mulai mendekati badai angin itu dengan hati-hati.


setelah mendekati badai angin itu Fei Ying sedikit mengerutkan keningnya, "serpihan es ?, tidak logis sama sekali" ucap Fei Ying.

__ADS_1


'dekatilah bocah, mungkin kau mendapatkan petunjuk tentang bunga teratai es' ucap nenek moyang Phoenix es yang masih mengawasi Fei Ying dari jauh.


"menyebalkan." gerutu Fei Ying lalu melihat kedalam pusaran badai angin yang disertai serpihan es.


"sebuah kertas ?." ucap Fei Ying saat mengetahui yang di dalam pusaran tersebut adalah sebuah kertas yang mungkin sudah lama.


dengan kemampuan yang dimiliki Fei Ying sangat mudah sekali untuk mendapatkan kertas tersebut, setelah mendapat kertas tersebut Fei Ying semakin di buat heran karena kertas itu ternyata sebuah peta.


"peta apa ini ?." ucap Fei Ying dengan kerutan di keningnya, bukan Fei Ying namanya jika tidak berusaha, ya Fei Ying menyuruh sistem nya untuk menganalisis peta tersebut.


[ini adalah peta dimana bunga teratai es itu tinggal]


[namanya juga bunga langka tentu saja tidak mudah untuk didapatkan, seperti hati perempuan tidak mudah didapatkan dan ditaklukkan]


"hahaha, baiklah ayo kita lanjutkan perjalanan." ucap Fei Ying lalu bangkit dan melesat kembali diantara pepohonan yang rimbun.


waktu terus berlalu, Fei Ying kini berhenti sejenak dan singgah di kota untuk membeli beberapa perbekalan serta bumbu masakan yang kebetulan bumbu yang dibawa Fei Ying hampir habis.

__ADS_1


saat ingin pergi mata Fei Ying tertuju pada keramaian yang ada didepannya, "sungguh malang nasibmu nak harus berhadapan dengan tuan muda walikota." ucap seseorang yang ada di keramaian tersebut.


mendengar itu Fei Ying menghentikan langkah kakinya dan melihat ke arah keramaian tersebut, "permisi...., pertarungan yang tidak seimbang." gumam Fei Ying dan memilih untuk menonton hingga akhir.


perbandingan anak itu dengan tuan muda walikota sangatlah jauh yang dimana jika diukur dari kekuatan maka perbedaannya terlalu jauh, pembentukan energi Qi melawan pondasi tahap akhir.


dengan mengandalkan tubuh dan semangatnya anak itu menyerang tuan muda walikota dengan tanpa ilmu yang dimilikinya, tentu saja itu hanya serangan bagi tuan muda walikota.


"dia sama sepertiku dulu." gumam Fei Ying yang mengingat masa lalu nya dulu.


pertarungan antara anak muda itu sungguh tidak imbang dan berat sebelah, saat serangan tuan muda hampir mengenai organ vital anak itu Fei Ying segera menghentikannya.


"cukup!, sudah cukup kau menindas bocah ini sekarang kalian lebih baik bubar, dan untukmu tuan muda segera kembali dan lanjutkan latihanmu." ucap Fei Ying dengan tegas.


"ayo nak kita pergi." ucap Fei Ying lalu keluar dari kerumunan itu dan menuju ke arah tempat makan.


"apa kau lapar ?." tanya Fei Ying pada anak itu dan hanya anggukan yang didapat.

__ADS_1


setelah sampai Fei Ying memesan meja dan beberapa makanan serta 1kendi arak, "makanlah sepuasmu jika kurang kau boleh tambah lagi." ucap Fei Ying lalu meneguk kendi araknya.


__ADS_2