Sistem Kultivasi Terkuat

Sistem Kultivasi Terkuat
ch 97. petir ashura


__ADS_3

kediaman Fei


dua hari berselang begitu cepat Fei Ying yang beru saja naik ke tingkat berikutnya tidak ada fluktuasi energi sama sekali.


bahkan tanda munculnya petir kesengsaraan juga tidak, "apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuh ku" gumam Fei Ying lalu di balas dengan Mei Ying.


"kemungkinan tuan akan di berkahi petir istimewa, karena petir kesengsaraan setiap orang berbeda-beda tergantung keberuntungan mereka, setiap petir kesengsaraan juga memiliki manfaat masing-masing, salah satunya untuk mempermudah mereka untuk memahami sesuatu bahkan ada yang mempunyai pemahaman khusus" ucap Mei Ying.


"hm begitu baiklah, tapi kapan petir kesengsaraan ku di mulai" balas Fei Ying.


"kapan-kapan saja jika langit sudah berkehendak, sekarang tuan fokus untuk memperkuat fondasi tuan" balasannya.


"ya sudah kalau begitu, apa kau ingin ikut berkeliling sekte" ucap Fei Ying.


"mau" ucap Mei Ying lalu mengangkat kedua tangan nya dan langsung Fei Ying gendong.


lalu Fei Ying berkeliling sekte nya, bahkan sesekali dari murid-murid Fei Ying juga menanyakan siapa dirinya.


Fei Ying yang mendengar bisikan-bisikan itu hanya tersenyum kecil karena Fei Ying belum mengenalkan siapa dirinya pada semua murid-murid nya.


Fei Ying saat berkeliling juga sempat menanyakan beberapa hal ke paviliun yang ada di sekte nya.


terutama balai misi dan lainnya, setelah selesai Fei Ying lalu mengajak Mei Ying untuk istirahat di dekat danau.


"apakah langkah ku sudah tepat Mei Ying" ucap Fei Ying dengan helaan nafas panjang.


"apa tua menyesal" tanya Mei Ying.


"bukan begitu tapi apakah langkah ku membuat pasukan sendiri adalah langkah yang tepat"


"tuan sudah melakukan yang terbaik yang penting tuan sudah berusaha untuk hasilnya kita percaya saja pada mereka, aku yakin mereka pasti bisa apa lagi tuan sudah mencapai jalur kultivator seharusnya untuk bertempur dengan satu pasukan tuan sudah bisa" balas Mei Ying


"begitu ya baiklah" ucap Fei Ying lalu menikmati udara yang masih segar.


saat sedang bersantai tiba-tiba tetua menghampiri nya, "Fei Ying apa kau ikut di pertemuan besok di kekaisaran timur" ucap tetua pada Fei Ying.

__ADS_1


"lihat nanti saja kakek lagi pula aku masih menikmati udara segar bersama. Mei Ying" potong Fei Ying dengan santai.


"ah sampai lupa aku bahwa Mei Ying ada di dekat mu, maafkan kakek yang tidak tahu jika kamu sedang ada di sini" lalu tetua langsung menggendong Mei Ying dan mencium nya.


"hahaha, pertemuan apa kek" tanya Fei Ying


"makanya dengar dulu jangan main potong saja, pertemuan dengan kaisar tengah bersama putrinya dia mau berkenalan dengan para ketua sekte yang ada di benua timur" mendengar perkataan kakek nya Fei Ying langsung tersedak.


"ada apa sampai kau tersedak begitu"


"tidak apa-apa aku mungkin akan ikut tapi tidak dengan identitas ku" balas Fei Ying.


"baiklah kalau begitu, ayo Mei Ying kita bertemu bibi mu, Fei Ying aku bawa dulu ya Mei Ying" ucap tetua lalu berjalan meninggalkan Fei Ying.


"haish jika kekaisaran tengah ke sini apa Qing Ying juga ikut ya" ucap Fei Ying lalu gambaran wajah wanita itu muncul di pikiran Fei Ying lagi.


"ah tidak-tidak" ucap Fei Ying dengan menggeleng kan kepala nya.


setelah itu Fei Ying melesat bagaikan kilat untuk mencari ketenangan, saat sedang melesat tiba-tiba Fei Ying merasakan fluktuasi dari dalam tubuhnya hingga hampir meledak.


Mei Ying yang merasakan energi tidak asing langsung menutupi tubuh Fei Ying dan petir kesengsaraan dengan kabut selimut agar Fei Ying tidak di incar oleh semua alam.


benar saja yang di takuti Mei Ying terjadi, walau Mei Ying tidak bersama Fei Ying tapi sistem nya selalu ada di manapun ia berada.


jadi setiap pergerakan yang di lakukan Fei Ying akan di ketahui oleh Mei Ying, "benar dugaan ku itu petir ashura, petir istimewa sekaligus sangat berbahaya bagi siapa yang mendapatkannya" ucap Mei Ying dalam hatinya.


di hutan sendiri Fei Ying berusaha menyerap petir kesengsaraan tersebut, "argrhhh" teriak Fei Ying saat petir pertama menyambar nya.


jdarrr


"arrrghhh" hingga sampai petir ke-lima Fei Ying sudah bisa menyerap petir kesengsaraan tersebut.


jdarrr


"ayo sambar lagi yang keras" teriak Fei Ying pada awam kesengsaraan seketika awan itu seperti menerima tantangan Fei Ying dan.

__ADS_1


duarr


Sambaran petir keras menghantam tubuh Fei Ying hingga pakaiannya sobek serta rambutnya acak-acakan.


[ Ding tuan telah melewati petir kesengsaraan ashura: hadiah kitab perang Dewa ashura ]


"a-apa" ucap Fei Ying kegirangan seketika otak nya di penuhi strategi, perang yang mematikan serta tidak mudah di tembus lawan serta tidak mudah di hancurkan.


"untuk saat ini memang ini lah yang aku butuhkan" ucap Fei Ying tersenyum tipis lalu berjalan keluar gua untuk mencari danau untuk membersihkan tubuhnya.


setelah selesai Fei Ying lalu menganti pakaiannya dan melesat pergi ntah kemana arah tujuannya yang terpenting dia bisa menenangkan pikirannya.


"huh lebih baik aku mencari monster saja untuk meningkatkan kultivasi ku serta mengasah pisau kegelapan ku" ucap Fei Ying lalu melesat.


tapi tidak seperti biasanya Fei Ying kali ini akan menggunakan pisau kegelapan nya untuk membunuh monster satu persatu.


karena pisau kegelapan sudah menyatu dengan elemen kegelapan Fei Ying maka setiap kali pisau itu membunuh monster atau yang masih berkaitan dengan energi kehidupan, maka otomatis presentasi persen kultivasi Fei Ying akan meningkat.


[ Ding tuan membunuh dua ratus monster tingkat jiwa baru poin sistem 100k + 20% kultivasi ]


tak terasa Fei Ying berburu monster hingga matahari ingin tengelam, "tahap kultivasi ku sudah aku naikan hingga tiga lapis, tinggal pisau ini saja yang harus ku asah agar aura nya semakin kental"


"semakin kental semakin tajam haha" ucap Fei Ying lalu melesat pergi.


di kediaman keluarga Fei


"tetua ada laporan dari balai misi" ucap Chian Hay sekarang ia lah yang menjaga tetua selama Fei Ying tidak ada.


"suruh mereka masuk" jawab tetua.


"ada apa Buan Mei" tanya tetua saat Buan Mei masuk keruangan nya.


"aku ingin melaporkan bahwa sekte aliran putih yang ada di perbatasan barat telah di serang, jadi aku mengirim kan murid khusus ku untuk kesana dan membantu nya apa kita juga harus ikut campur" jawab Buan Mei pada tetua.


"memang benar kalau begitu bawalah beberapa murid elite yang ada di sekte kita untuk membantu mereka" tanpa menunggu aba-aba lagi Buan Mei segera menjalankan perintah tetua.

__ADS_1


__ADS_2