Sistem Kultivasi Terkuat

Sistem Kultivasi Terkuat
ch 127. mengganggu murid ku akan mati


__ADS_3

"Sungguh membingungkan. Liam, sudahi dulu latihanmu. Ayo, kita lanjutkan perjalanan," ujar Fei Ying.


"Perasaan guru tiba-tiba tidak enak," lanjut Fei Ying lalu menghampiri Liam.


"Kita berangkat sekarang, Guru?" tanya Liam dengan polos.


"Iya, kita berangkat sekarang."


"T-tapi Guru, aku belum menyelesaikan latihanku," ucap Liam dengan polosnya.


Swoosh!


Anak panah melesat ke arah Liam. Dengan insting yang tajam, Fei Ying langsung memotong anak panah tersebut dengan pedangnya.


"Keluarlah, jangan main trik murahan denganku!" ucap Fei Ying yang menambahkan energi Qi.


"Hanya tahap pengembaraan jiwa saja sok-sokan," ucap seorang berpakaian hitam.


"Biar kucoba sejauh mana tingkat penyatuan tubuh bertahan dari seranganku," balas Fei Ying dengan senyuman sinis.


"Naga malam mengoyak kegelapan!" teriak Fei Ying, lalu kilatan kehitaman melesat melewati tubuh orang itu.


Arghh! Bugh!

__ADS_1


Pria itu terjatuh dengan darah yang keluar dari mulutnya. "Brengsek!"


"Aku masih ingin bermain-main denganmu, jadi jangan terburu-buru untuk mati," ucap Fei Ying dengan tersenyum sinis pada orang itu.


"Brengsek, cakar serigala pemburu!" teriak orang itu, lalu menyerang Fei Ying dengan ganas.


"Kemarahan hanya membuat kekalahan bagimu," balas Fei Ying dengan tersenyum sinis.


"Liam, ingat pesan Guru. Jangan bertarung dengan kemarahan, tapi bertarunglah dengan sepenuh jiwa, dan jangan pernah terpancing oleh cibiran apapun," pesan Fei Ying pada Liam.


"Sudah segitu saja? Sekarang giliranku, telapak tangan Budha!" Fei Ying menyerang balik ke arah orang itu dengan menggunakan jurus telapak tangan Budha.


Bugh! Brak!


"Ckck, hanya alam pengembaraan yang punya aura pembunuh seperti ini," cibir salah satu dari 10 orang tersebut.


"Oh, tahap hampa rupanya. Cih, sungguh membuat saya ingin tertawa," balas Fei Ying dengan tersenyum, lalu melepaskan aura alam kultivasi yang sesungguhnya.


"Apa? Alam kultivator? Di informasi tidak seperti ini, brengsek! Siapa yang memberikan informasi palsu!" amuk orang itu lalu melesat mundur.


"Mau melarikan diri? Tidak semudah itu," ucap Fei Ying lalu mengeluarkan jurus pengikat jiwa.


"Langkah bayangan." Satu persatu Fei Ying menghabisi mereka semua dengan gerakan yang gesit dan cepat.

__ADS_1


"Siapa yang menyuruhmu?" ucap Fei Ying dengan pedang yang satu senit lagi menggorok leher orang itu.


"Tidak semudah itu," ucap orang itu dengan sinis.


"Baiklah," balas Fei Ying lalu memegang kepala orang itu dengan kasar lalu melakukan pembaca jiwa.


"Sekelompok sampah."


Lalu Fei Ying langsung menghunuskan pedangnya ke leher orang itu.


Setelah membunuh semua orang itu, Fei Ying mengumpulkan semua harta mereka.


"Liam, dunia kultivator sangatlah kejam. Jika kau lemah, kau akan tewas seperti mereka. Sekarang, lanjutkan latihanmu lagi," ucap Fei Ying lalu Liam segera berlatih kembali.


"Tidak ada yang berguna bagiku. Lebih baik aku memberikan pada Liam," gumam Fei Ying, lalu memasukkannya ke dalam cincin penyimpanan.


Beberapa saat setelah itu, Liam dan Fei Ying melanjutkan perjalanan mereka.


"Liam, ini gunakanlah. Guru memberikan ini untukmu," ucap Fei Ying lalu menyerahkan satu cincin penyimpanan pada Liam.


"Terima kasih, Guru," balas Liam.


"Kau muridku, sudah sepantasnya aku memberikan ini padamu." ucap Fei Ying pada muridnya

__ADS_1


__ADS_2