Sistem Kultivasi Terkuat

Sistem Kultivasi Terkuat
ch 113. pertarungan


__ADS_3

Seperti janjinya, su hua datang ke kediaman hu zhan. untuk mengajak fei ying ke rumah judi batu yang kemarin malam ia katakan.


tok tok


"cari aku ?" tanya Fei Ying yang sudah berada di belakang su hua.


"Wak Wak,...ah ternyata tuan Fei kukira siapa" balas su hua dengan hembusan lega.


"ayo pergi" ucap Fei Ying lalu berbalik membelakangi su hua.


"e-eh tunggu..."


"kau belum makan kan ?, tenang saja nanti aku traktir." ucap Fei Ying dengan mengeluarkan jempol.


"hehehe baiklah terimakasih tuan Fei." balas su hua dengan membungkuk.


"jangan sungkan, sekarang ceritakan kehidupan mu." ucap Fei Ying yang berjalan di samping su hua dengan kedua tangan menumpu kepalanya.


"jika belum siap jangan ceritakan aku hanya ingin menawarkan sesuatu pada mu." lanjut Fei Ying pada su hua.


"baik" jawab su hua dengan tertunduk.


"hoi !!!!" teriak seorang pria berotot berbadan besar pada Fei Ying dan su hua.

__ADS_1


"ya ?" jawab Fei Ying lalu memutar badannya kebelakang.


"apa kau yang membunuh anak buah ku ?" ucap pria tersebut dengan membentak Fei Ying.


"anak buah yang mana ya ?" balas nya dengan mengorek kuping nya.


"jangan cari alasan lagi !!, kau harus mati hari ini" ucap pria itu lalu menyerang Fei Ying dengan kepalan tinju yang telah di lapisi dengan energi api yang membara.


"mati kau !!"


"kau yang mati !!" lalu Fei Ying mengeluarkan jurus pengikat jiwa, 'pengikat jiwa benang pedang suci'.


helaian benang tipis berwarna perak lalu melilit tubuh pria itu hingga terpotong menjadi beberapa bagian.


orang-orang yang menyaksikan pertarungan tersebut langsung tercengang, bagaimana mungkin persetan dengan orang itu hanya menggunakan satu jurus saja.


blarrr, ledakan energi terjadi hingga mengakibatkan debu-debu berterbangan setelah debu mulai menghilang tampaklah seorang pria paruh baya dengan ranah kultivasi setengah dewa.


"setelah membunuh beraninya ingin kabur !!"


"dia ingin membunuhku kenapa aku harus diam" balas Fei Ying dengan mengangkat kedua bahu nya.


"sebaiknya kita jangan cari masalah sama kakek tua itu." bisik su hua pada fei ying.

__ADS_1


"berisik!!... jika ingin membunuhku silahkan jangan banyak omong." ucap Fei Ying yang tak tahan dengan omong kosong seseorang yang ingin membunuhnya.


"hahaha berani juga kau anak muda, baiklah jika kau bisa bertahan dengan satu serangan ku kau menang." balas pria itu pada Fei Ying dengan sinis.


"ya,ya apapun itu" lalu pria itu menyerang Fei Ying dengan pukulan mematikan dan cepat mengarah Fei Ying.


blarr


debu-debu bertaburan menutupi pria itu dan Fei Ying, orang-orang di sekitar yang melihat pertarungan tersebut merasa iba pada Fei Ying, mereka menganggap bahwa Fei Ying sudah tewas di tangan pria itu.


"tuan Fei pasti baik-baik saja" ucap su hua dengan cemas di dalam hatinya.


"serangan kecil ini mau membunuh ku ?" ucap Fei Ying dengan sinis, ketika debu-debu yang di sekitarnya mulai menipis dan menampakkan dirinya sedang menangkap tinju itu dengan satu tangan.


orang-orang di sekitarnya nampak tercengang atas aksi Fei Ying, yang bisa menahan serangan dari seorang ranah setengah dewa dengan satu tangan.


"b-bagaimana mungkin, serangan ku berhasil di tangkis dengan satu tangan ?."ucap pria itu yang masih tak percaya dengan apa yang di alaminya.


"kau sebut itu serangan ?, biar aku tunjukkan apa itu dari seni serangan." balas Fei Ying lalu menggunakan serangan telapak budah suci.


lalu Fei Ying maju dengan melompat dan membuka lebar telapak tangannya, 'telapak Budha suci'.


seketika siluet telapak tangan tercetak di tangan Fei Ying dan menghantam tubuh pria itu dengan keras hingga tertanam di tanah.

__ADS_1


"ayo !! siapa lagi yang ingin menghambat ku." ucap Fei Ying dengan tegas dan tatapan tajam.


"su hua ayo kita pergi." lanjut Fei Ying lalu berbalik dan pergi dari keramaian tadi untuk mencari rumah makan.


__ADS_2