
setelah melesat menggunakan teknik meringankan tubuh akhirnya Fei Ying dan pasukan nya hampir tiba di desa Tiran.
tapi saat mereka hampir tiba di desa Tiran mereka di hadang oleh sekelompok bandit, "serahkan barang kalian"
"kalau kami tidak mau" balas Fei Ying acuh tak acuh.
"lancang sekali kalian" lalu bandit itu mengeluarkan sepasang golong dari sarangnya.
"cih malas aku menghadapi kalian" ucap Fei Ying lalu menarik sedikit pedang nya.
crashh
celepuk
semua orang yang melihat kejadian tersebut, sangat terkejut bahkan belum sampai satu detik satu bandit sudah terpenggal secara cepat.
"kenapa kalian melihat ku" ucap Fei Ying sambil mengangkat kedua bahunya, berpura-pura bukan dia yang melakukan nya.
"kenapa kalian malah bengong ayo habisi mereka" lalu semua pasukan Fei Ying mengangkat senjata nya.
tidak perlu mengeluarkan energi terlalu banyak pasukan Fei Ying sudah membunuh para bandit itu.
"ini terimalah ayo sekarang kita lanjutkan perjalanan nya" ucap Fei Ying setelah memberikan satu kantong berisikan sumberdaya.
***
di benua Utara sendiri para pasukan kaisar mulai merebut kembali satu persatu wilayah mereka.
tanpa di sadari sekte terbesar di benua Utara sudah di susupi banyak sekali kelompok aliran hitam.
bahkan ketua sekte itu dan tetua di sana tidak mengetahui bahwa di sekte nya sudah di susupi, karena memang saat pertempuran pecah sekte itu sangat minim penjagaan.
saat di malam hari semua kelompok aliran hitam yang sudah menyusup satu persatu keluar dan membunuh semua murid sekte tersebut tanpa terkecuali.
bahkan ketua sekte dan tetua sekte juga tidak luput dari pembunuhan tersebut, "haha terlalu mudah" ucap seorang yang memakai topeng serta baju hitam.
di academy sendiri juga sama telah di susupi banyak kelompok aliran hitam bahkan di kerajaan sendiri juga telah di susupi.
setelah selesai membunuh murid dari sekte terbesar dan academy kaisar Utara, kelompok aliran hitam itu langsung menuju ke kerajaan.
saat mengetahui ada penyusup salah satu penjaga itu langsung membunyikan besi di sebelah nya.
tong
tong
"penyusup" teriak orang itu sangat keras.
jleb
buk
lalu kelompok aliran hitam itu menyerbu masuk dan membunuh semua orang di sana.
dentingan pedang pada malam hari memecahkan kesunyian malam di benua Utara.
__ADS_1
kelompok aliran juga menjadi - jadi menyerbu masuk saat kelompok mereka mulai keluar satu persatu.
ledakan energi tidak terelakan lagi kerusakan bangunan kekaisaran juga sudah rusa sebagian.
kaisar Utara juga bersiap-siap saat mendengar bahwa kerajaan sudah di susupi kelompok aliran hitam.
"Restui lah aku agar menang melawan kejahatan" ucap kaisar tengah lalu mengangkat pustaka leluhur nya berupa pedang yang gagangnya terbuat dari emas.
blarrr
"keluar lah kaisar yang pengecut" ucap pria agak tua.
"oh ternyata kau masih hidup" kekeh kaisar Utara.
"jangan banyak omong" lalu orang itu melesat dengan cepat sambil menyerangnya.
"lambat" ucap kaisar Utara itu lalu melayangkan pukulan nya.
"haha tipuan" lalu orang itu muncul dari belakang dan melakukan serangan mematikan.
mendapat serangan yang mematikan kaisar Utara itu tidak sempat menghindar lalu membuat perisai energi Qi.
blarr
ledakan terjadi akibat benturan energi Qi, kaisar Utara juga terpental dan menabrak tembok.
"hahaha kau terlalu di sibukkan dengan selir mu hingga lupa bagaimana menjadi kuat, setelah kau tewas akan aku cicipi satu persatu selir mu" ucap orang itu tertawa dengan keras.
"kurang ajar" lalu kaisar itu mencabut pedangnya saat pedang itu di cabut sinar berwarna emas menghiasi batang pedang nya.
melihat serangan yang mematikan orang itu lalu mengalirkan energi Qi nya ke pedangnya agar tidak hancur.
blarrrr
ledakan besar terjadi kedua orang itu terpental bahkan setengah bangunan nya sudah hancur.
"uhuk" kaisar itu mengeluarkan seteguk darah.
"apa ini saja kemampuan mu" ucap orang itu lalu memenggal kaisar Utara dengan cepat.
slashh
"hahaha" tawa orang itu dengan sangat kencang.
setelah itu membawa kepala kaisar Utara ke tengah pertempuran.
"lihat lah para bajing** tengik ini siapa orang ini" ucap orang itu dengan keras sambil menunjukkan kepala kaisar Utara.
melihat kaisar nya sudah tewas para prajurit kekaisaran sangat berduka tapi mereka tetap masih melakukan perlawanan.
"lebih baik kami mati daripada mengikuti mu dasar manusia kotor" maki salah satu prajurit.
"apa kau bilang" lalu orang itu melesat dan memenggal prajurit kekaisaran itu.
"siapa yang mau melawan lagi" ucap orang itu.
__ADS_1
setelah beberapa saat kemudian prajurit kekaisaran langsung menyerang kelompok aliran hitam.
"ternyata kalian sama seperti dia" lalu orang itu melesat dan memenggal semua prajurit kekaisaran Utara.
setelah pertempuran itu selesai orang yang di sebut ketua kelompok aliran hitam itu, langsung mendeklarasikan kerajaan mereka sendiri.
***
setelah perjalanan Berjam-jam Fei Ying dan pasukannya sudah sampai di desa Tiran.
"sembunyikan identitas kalian sebagai kultivator" ucap Fei Ying.
"baik"
lalu Fei Ying melakukan telepati pada Tora dan Li Hua, "aku sudah sampai di mana kalian" tanya Fei Ying
"tunggu dulu aku akan mengutus pasukan ku" balas Tora.
"baik"
setelah menunggu Fei Ying di datangi oleh seorang pemuda berpakaian biasa, "apakah tuan muda mau membantu saya" ucap pemuda itu pada Fei Ying.
"tentu ayo kita bantu pemuda ini" lalu Fei Ying menyuruh pemuda itu berjalan di depan nya.
setelah berjalan agak lama lalu pemuda itu hilang, "selamat datang ketua" sapa Li Hua dan Tora.
"haish ternyata kau membuat ilusi" ucap Fei Ying.
"hahaha sudahlah ketua ayo kita masuk, ayo semuanya masuk" balas Li Hua.
lalu mereka semua masuk ke dalam rumah pendopo yang cukup besar, "silahkan di makan maaf ketua hanya bisa menyiapkan apa adanya" ucap Li Hua.
"tidak masalah, kalau kita menikmati bersama makanan apapun akan terasa sangat nikmat, ayo semuanya kita makan aku juga sudah lapar" balas Fei Ying.
lalu mereka makan dengan di iringi canda tawa, "ayo silahkan kalian berbenah diri sekarang sudah malam" ucap Tora pada mereka semua.
lalu mereka semua satu persatu sudah berbenah diri dan bersiap untuk tidur.
setelah pasukan Fei Ying tidur, Fei Ying lalu mengajak obrol Tora dan Li Hua, "bagaimana perkembangan pasukan kalian" tanya Fei Ying.
"berkat sumberdaya dan latihan keras mereka semua pasukan kita sudah berada di jalur kultivasi jiwa baru, dan penyatuan tubuh tahap akhir sertaa beberapa orang sudah berada di jalur kultivasi hampa" mendengar itu Fei Ying hanya mengangguk kecil.
"apa kau sudah mendapatkan kabar dari benua Utara"
"tentu kami sudah mendapatkan nya, kami juga mengirimkan beberapa pasukan tapi menurut laporan terbaru dari pasukan ku benua Utara sudah tidak lagi di kuasai oleh kaisar yang lama, tapi sudah di kuasai oleh kelompok aliran hitam, bahkan pasukan gabungan di paksa mundur" balas Li Hua, mendengar itu Fei Ying terkejut.
"kalau begini terus bisa kacau kalau semua kaisar mendiamkan nya, sekarang tujuan kita hanya mengumpulkan pasukan dan kekuatan pasukan, jangan terlalu mengambil perhatian bergerak lah secara diam dan senyap" lalu Fei Ying mengeluarkan zirah dan senjata serta sumberdaya tingkat langit.
"tentu tapi bagaimana tentang pangkalan perang kelompok aliran hitam" tanya Tora.
"kau tenang saja kita akan bikin perangkap di sekitar desa ini, lagi pula kalian sudah mencapai jalur kultivasi dewa langit" kekeh Fei Ying.
"memang tapi kami tidak bisa leluasa menyerang kita khawatir tidak bisa mengontrol kekuatan kita dan bisa membahayakan orang di sekitar kita" mendengar ucapan Tora Fei Ying hanya mengangguk kecil.
"hm begitu ya kalau begitu aku istirahat dulu ya" balas Fei Ying lalu di persilahkan oleh Tora dan Li Hua.
__ADS_1