
'sebenarnya seberapa kuat tuan Fei ini ?'
"oi su hua" teriak Fei Ying saat menyadari bahwa su hua masih di tempat nya.
"baik" balas su hua dengan berteriak lalu berlari kecil menuju Fei Ying.
"ya tuan Fei" ucap su hua saat berada di samping Fei Ying.
"panggil saja fei jangan terlalu sungkan,..oh ya rumah makan yang paling enak disini dimana ya ?." tanya Fei Ying yang masih belum mengenal kota Xian Rou.
"mari ikut aku" lalu su hua berjalan di depan Fei Ying.
setelah 5menit berlalu mereka berdua sampai di rumah makan yang megah nan ramai, "ayo masuk" ajak su hua pada Fei Ying.
setelah masuk kedalam Fei Ying dan su hua memilih tempat duduk di dekat jendela, "pelayan" teriak Fei Ying dengan mengangkat tangan kanannya.
"mau pesan apa tuan ?" ucap seorang pelayan perempuan yang cantik dengan pakaian yang agak terbuka di bagian tengahnya.
"aku pesan ayam hutan dan arak lotus." sela su hua pada pelayan wanita itu.
"pesan lah semau mu, aku yang traktir." ucap Fei Ying dengan santai, Fei Ying rasa makanan yang di pesan su hua tidaklah cukup untuknya.
"serius ?"
"hm.., aku pesan arak giok dengan tambahan daun lotus serta daging panggang beast terenak disini." ucap Fei Ying dengan meletakkan satu keping emas pada pelayan itu.
"tips untuk mu."
setelah beberapa jam menunggu akhirnya daging panggang pesanan Fei Ying datang yang diantarkan oleh pelayan-pelayan yang cantik.
"silahkan dinikmati tuan-tuan." ucap salah satu pelayan wanita dari mereka.
"terimakasih.., ini tips untuk kalian." balas Fei Ying dengan menyerahkan beberapa keping emas, pada pelayan wanita itu dan menyuruhnya pergi.
__ADS_1
melihat kelakuan Fei Ying su hua hanya bisa membatin, bagaimana seorang perempuan cantik dan matang di biarkan begitu saja setidaknya ajaklah mereka untuk makan bersama.
"lebih baik kau makan saja, dan tegak arak mu!!..,aku tidak terlalu suka ada banyak wanita disekitar ku." ucap Fei Ying dengan melahap makanannya.
"ah, baiklah" ujar nya dengan menggaruk kepala yang tidak gatal.
saat sedang menikmati makanannya Fei Ying dan su hua tiba-tiba didatangi oleh sekelompok orang-orang tahap penyatuan tubuh ke atas.
"pergi!!.., bos ku ingin tempat yang kalian pakai." ucap seorang pria berbadan kekar dengan wajah sangat.
"jika aku tidak mau ?." balas Fei Ying dengan acuh tak acuh dan menikmati lagi makanan nya.
"apa kau tidak dengar kata ku ?.., bos ku ingin tempat yang kalian pakai!!" teriak orang itu didekat kuping Fei Ying lalu menendang meja itu.
bruk
"huh.., aku tidak suka jika ada makanan terjatuh serta aku tidak suka jika ada orang yang mengganggu ku makan." ujar Fei Ying dengan membersihkan makanan yang menempati di pakaiannya.
"hahaha hanya tahap jiwa baru sudah sombong." kata orang itu dengan tersenyum sinis pada Fei Ying, lalu diikuti tawa oleh yang lainnya.
"sudah kubilang aku tidak suka bila ada orang yang menggangu makan ku." ujar Fei Ying dengan tersenyum sinis.
"banyak omong!!!, darah dibalas dengan darah nyawa dibalas dengan nyawa, kau harus mati!!" kata teman orang itu lalu maju menyerang Fei Ying.
"tarian naga ular!!" teriak orang berbadan kurus itu dengan mengayunkan pedangnya.
"huh.., su hua hadapi mereka,aku malas menghadapi orang lemah seperti mereka." ucap Fei Ying acuh tak acuh, yang diam-diam menyalurkan kekuatannya pada su hua.
"t-tapi mereka berada di tahap alam penyatuan tubuh, bagaimana mungkin aku melawannya." ujar su hua yang tidak yakin pada Fei Ying.
"lakukan saja!!" bentak Fei Ying pada su hua, su hua yang menerima bentakan tersebut mau tidak mau maju melawan 4orang yang masih tersisa termasuk bos mereka.
"lompatan harimau kumbang!!" teriak su hua dengan melompat dan mengayunkan pedangnya pada mereka berempat.
__ADS_1
blarr
ledakan antara benturan energi tercipta hingga membuat rumah makan tersebut hancur sebagian, 'apakah ini benar-benar kekuatan ku atau' ucap su hua dalam hati lalu melihat ke arah Fei Ying yang masih berdiri dengan tersenyum.
tap tap
lalu seorang pelayan menghampiri Fei Ying dengan raut muka ketakutan, "tuan, tolong suruh mereka untuk bertarung diluar jika tidak maka akan banyak kerusakan dirumah makan ini, dan aku jugalah yang menerima imbasnya." kata seorang pelayan laki-laki itu dengan raut muka ketakutan.
"kau tenang saja, lihat dan nikmati saja pertarungannya." balas Fei Ying dengan tersenyum sinis.
"ah.., baiklah"
kembali lagi ke pertarungan su hua, sekarang su hua sudah memiliki kepercayaan diri untuk melakukan serangan pada mereka, "tikaman harimau kumbang!!" teriak su hua lalu mengayunkan pedangnya beberapa kali kearah musuhnya.
walau musuhnya menggunakan perisai energi tapi itu semua tidak bisa menahan serangan dari su hua,"minta maaf dan ganti rugi atau kepala mu yang ku jadikan sebagai bayarannya." ucap su hua dengan pedang yang didekatkan pada leher musuhnya.
"baik-baik aku akan ganti rugi" sahut musuhnya dengan takut.
"sanalah minta ganti rugi." ujar Fei Ying pada pelayan itu, lalu pelayan itu pergi dan menagih ganti rugi.
"su hua ayo kita pergi." ucap Fei Ying pada su hua lalu membayar makanannya dan pergi berlalu meninggalkan rumah makan tersebut.
*******
"tuan sebenarnya apa yang tuan lakukan." ucap su hua yang penasaran.
"tidak ada hanya memberimu dukungan saja tidak lebih." sahut Fei Ying dengan santai.
[ Ding ada misi buat tuan, menghabiskan senilai 1juta koin emas mendapatkan mata dewa ]
mendengar pemberitahuan sistemnya Fei Ying tersenyum bahagia, melihat tingkah laku Fei Ying su hua hanya bisa garuk-garuk kepala.
"su hua ayo cepat." ujar Fei Ying yang sudah berada di depan su hua dengan berlari kecil.
__ADS_1
"ah.., iya." sahut su hua lalu berlari kecil ke arah Fei Ying.