
setelah mengutus orang-orang nya untuk membangun pasukan Fei Ying lalu melesat pergi untuk melihat keadaan sekitar wilayah benua timur.
"benar-benar merepotkan kalau sampai pertempuran pecah, apalagi kalau pergerakan aliran hitam yang sulit di tebak" gumam Fei Ying sambil menghela nafas panjang.
lalu Fei Ying memanggil Li Hua dan Tora untuk membentuk pasukan juga, "Li Hua dan kau Tora bentuk lah pasukan di sebelah timur, satu lagi kalau kalian ingin bergerak, bergerak lah secara diam dan senyap, kita tidak tahu seberapa besar kekuatan aliansi kelompok aliran hitam" ucap Fei Ying.
"perintah tuan akan kami laksanakan" ucap mereka berdua lalu menghilang dari hadapan Fei Ying.
"sekarang tinggal aku yang akan bergerak untuk mengetahui berapa jumlah pasti dari kekuatan mereka" gumam Fei Ying yang masih terus melaju.
"tapi aku harus mulai darimana dulu ya, lebih baik aku menyisir bagian wilayah pesisir" ucap nya lalu melesat pergi.
diperjalanan Fei Ying juga mencari informasi yang penting, dia juga beberapa kali kerap bertemu petugas sandi kekaisaran tapi dia diam saja.
tak terasa sore pun tiba wilayah yang di sisir Fei Ying juga masih aman.
"lebih baik aku sisir bagian perbatasan" ucap Fei Ying lalu melesat pergi untuk pergi ke wilayah perbatasan.
saat Fei Ying hendak menuju wilayah perbatasan, ia di cegat oleh beberapa orang.
"kalau ingin lewat daerah kami kau harus bayar" ucap pria berbadan besar dengan membentak
"atas dasar apa kalian memungut pajak orang yang lewat daerah ini" balas Fei Ying datar.
__ADS_1
"banyak omong kalau tidak punya uang pergi saja sana jangan kembali" ucap pria besar itu yang di susul ejekan-ejekan dari temannya.
"jangan pernah menilai orang dari luar nya, kalian tidak akan tahu siapa yang kalian hadapi jika kalian hanya melihat bagian luar nya saja" balas Fei Ying dengan menyunggingkan senyuman nya.
"belagu hanya tahap fondasi saja sudah menceramahi orang" ucap pria kekar itu lalu meludahi Fei Ying.
"paman meludahi orang itu tidak benar, kalau paman memang merasa jago sekarang maju lah seperti laki-laki" balas Fei Ying yang masih berdiri dengan tenang.
"bedebah kau akan aku habisi" ucap pria itu lalu melesat menyerang Fei Ying.
melihat serangan itu Fei Ying hanya diam saja, saat serangan itu hampir mengenai nya ia memiringkan badannya untuk mengelak.
"cih makanya jadi orang jangan sok jago" balas Fei Ying lalu memukul orang itu dengan tangannya.
melihat serangan dari Fei Ying orang itu sudah tidak sempat lagi mengelak, dan terpental beberapa langkah hingga memuntahkan seteguk darah segar.
lalu semua anak buahnya melesat menyerang Fei Ying dengan membabi buta, dengan ketenangan yang di miliki Fei Ying ia bisa menghindari serangan itu dengan sangat mudah.
hingga membuat lawan nya tertekan, "sudah aku bilang jangan pernah meremehkan seseorang yang belum pasti latar orang itu" ucap Fei Ying datar tapi bisa membuat bulu kuduk lawan berdiri.
tidak butuh waktu lama bagi Fei Ying untuk melumpuhkan orang-orang itu, lalu ia mengintrogasi mereka.
"sekarang aku tanya siapa yang menyuruh kalian" bentak Fei Ying.
__ADS_1
belum juga mendapati jawaban Fei Ying lalu berkata lagi, "baiklah kalau kalian tidak mau jawab, aku akan beri kalian siksaan yang menyakitkan, aku tau orang seperti kalian ini tidak akan pernah takut mati" ucap Fei Ying datar.
"baiklah sepertinya kalian harus aku beri pelajaran agar kalian mau buka suara" ucap Fei Ying lalu mengeluarkan pisau tumpul.
lalu Fei Ying berjalan ke arah pria berbadan besar dan kekar itu, "aku rasa sayatan pertama jatuh pada mu selamat" ucap Fei Ying lalu menyayat pergelangan tangan orang itu.
"arghhhh" teriak nya, tapi Fei Ying tidak menggubris nya melainkan memperdalam sayatan nya.
"kuat juga mulut mu" lalu Fei Ying mengarah kan pisau nya ke ************ pria itu.
"tidak-tidak" teriak pria itu, tapi Fei Ying sama saja tidak menggubris ucapan nya melainkan menyayat ************ orang itu.
"arghhhh" teriak pria itu kesakitan
"hahahaha aku rasa tidak adil jika kau saja yang tersiksa" ucap Fei Ying lalu menggunakan teknik tapak budha nya untuk menekan mereka.
satu persatu mereka mengeluarkan darah segar mengalir dari bibirnya.
"ka-mi ha-nya" ucap salah satu dari mereka lalu Fei Ying mengurangi tekanan nya agar orang itu bisa bicara.
"lanjutkan"
"kami hanya di suruh oleh pimpinan iblis hitam" ucap orang itu.
__ADS_1
"di mana lokasi markas kalian"
melihat mereka diam lalu Fei Ying menciptakan pisau energi berjumlah lima lalu melemparkannya ke arah orang itu serta rekannya.