STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL

STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL
Shae Ditendang Dari Bandnya


__ADS_3

"Tapi kenapa bisa obat itu tiba-tiba ilang? Buat apa maling mencuri obat? Memangnya laku ya kalau dijual? Aku nggak yakin obat-obatan bapak dicuri, pasti ada seseorang yang tega membuangnya!"


Bu Rianti bangkit kemudian melempar sepotong pizza berlumuran saos pedas ke wajah Shae. Alhasil wajah Shae yang tadinya bersih langsung belepotan dipenuhi merahnya saos tomat yang asam pedas.


"Kurang ajar kamu anak nggak berguna! Kamu menuduh saya membuang obat-obatan bapak kamu ya!"


"Kenapa ibu terlihat tidak peduli ketika ternyata obat-obatan itu hilang? Apa ibu udah tidak sayang lagi sama bapak? Ibu tega melihat kondisi bapak semakin parah? Dia itu suamimu, bu!"


"Saya nggak peduli lagi benalu! Sejak dia sakit-sakitan mood saya jadi hilang. Udahlah, saya mau keluar aja mau jalan-jalan bareng geng arisan saya biar hati saya jadi fresh! Dirumah terus bisa gila saya lama-lama ladenin kamu dan bapak kamu yang nggak berguna itu! Bye!" bentak bu Rianti kemudian pergi kedalam kamarnya buat mengambil tasnya.


Shae menarik nafasnya dalam-dalam. Shae sangat yakin yang menghilangkan obat-obatan untuk bapaknya itu adalah ibu tirinya. Entah apa motivasi bu Rianti melakukan hal itu tapi yang pasti perbuatan yang dilakukan oleh bu Rianti itu sudah sangat keterlaluan!


Shae berusaha mencari obat-obatan didalam rumah atau di tempat sampah yang berada diluar rumah. Shae berusaha mencari di semua tempat didalam rumah ternyata tidak ada dan ketika Shae mencarinya didalam tong sampah depan rumah, akhirnya satu kresek obat itu ketemu. Bagian luar kresek obat itu sudah bau sampah menebarkan aroma yang tidak nyaman.


Dari arah belakangnya, bu Rianti tengah mengamati Shae sembari melotot-melotot. Shae menghadapkan tubuhnya ke belakang melihat ada ibu tiri kejam itu.


"Ini obatnya ketemu! Ibu kan yang buang?"


"Iya! Lebih baik bapak kamu yang nggak berguna itu cepat mati biar nggak kelamaan jadi beban!"


"Astaghfirullah, ibu!"


Sembari memegang kresek obat itu Shae menatap marah kearah bu Rianti tapi Shae merasa tidak usah menghadapinya lagi. Yang penting adalah obat buat bapaknya sudah ketemu.


Shae yakin obat ini dibuang oleh Bu Rianti karena tadi tidak ada orang lain lagi didalam rumah selain bu Rianti dan pak Farhan yang tengah beristirahat.


Shae kembali masuk kedalam rumah, memberikan obat itu kepada pak Farhan agar kondisinya bisa berangsur-angsur pulih.


***


Malam harinya Shae sudah masak makan malam untuk orang rumah. Kalau pergi ke rumah sakit menjenguk Clay tanpa mengurus pekerjaan rumah terlebih dahulu, maka ibu tiri dan dua saudara tirinya akan marah.

__ADS_1


Setelah selesai mengurusi semua pekerjaan rumah, Shae terburu-buru pergi ke rumah sakit buat menengok keadaan Clay disana, laki-laki baik yang sudah banyak membantunya. Shae membawa satu rantang makanan berisi makanan yang barusan ia masak.


Sesampainya di rumah sakit, Shae langsung masuk kedalam kamar tempat Clay dirawat dan ternyata didalam kamar itu sudah ada Mila. Sahabat yang sekarang berubah menjadi orang yang tak dekat lagi. Sahabat yang sekarang berubah menjadi musuh.


"Shae? Kamu datang?" sapa Clay sumringah.


Shae menatap Mila yang tengah duduk di kursi kecil di samping ranjang.


"Iya Clay, ada Mila juga disini?" tanya Shae berbasa-basi.


"Iya. Barusan banget Mila sampai. Makasih ya kalian udah jengukin aku kesini?" ucap Clay.


"Sama-sama Clay." jawab Shae dan Mila kompak.


Shae dan Mila kembali bertatapan mata satu sama lain. Namun tatapan yang ditunjukkan Mila kepada Shae adalah tatapan yang tidak senang.


"Clay, kayaknya aku udah harus pergi deh, aku mau ikut les gitar bentar lagi biar kemampuan bermain gitarku semakin bagus!" tutur Mila tiba-tiba.


"Hahaha, nggak lah Clay, aku mau fokus melatih skill bermain gitarku aja. Cita-cita jadi petinju wanita aku skip aja dulu." jawab Mila.


"Yaudah kalau gitu hati-hati dijalan yaya Mil? Kalau kamu ketemu preman langsung lari aja jangan dilawan, biar gak bernasib sama kayak aku." tukas Clay mewanti-wanti.


"Iya baweel!" balas Mila.


"Oh iya, aku juga mau minta maaf soal kejadian kemarin waktu The Suamas Band konser di cafe Roselia. Waktu aku menuduhmu yang bukan-bukan karena Shae terjatuh dari atas panggung. Sekali lagi aku minta maaf ya Mil soal itu? Aku harap kamu gak pernah membenciku atau membenci Shae. Shae nggak bersalah apa-apa." pinta Clay.


"Lupakan Clay, aku pergi dulu." jawab Mila singkat kemudian berjalan cepat keluar dari dalam kamar inap Clay.


Shae terus memperhatikan Mila yang berjalan dengan cepat itu. Mila seperti tidak mau berlama-lama kalau satu ruangan dengan Shae.


"Clay, ini aku bawa makan malam untuk kamu. Semua aku yang masak. Mumpung masih hangat segera dimakan ya? Aku mau ngejar Mila dulu." ucap Shae terburu-buru sembari menaruh rantang yang ia bawa diatas meja.

__ADS_1


"Shae, kamu mau ngapain!" pekik Clay penasaran namun Shae tidak menggubris panggilan dari Clay. Shae berlari keluar mengejar Mila yang sudah pergi.


Shae berhasil mengejar Mila hingga depan rumah sakit. Suasana sudah begitu gelap. Banyak lampu penerangan yang sudah menyala di sekitaran rumah sakit.


"Mila tunggu!" panggil Shae dari arah belakang Mila.


Mila memutar bola mata malas kemudian berbalik badan menatap Shae lagi dengan tatapan dingin.


"Ada apa sih? Aku kan tadi pagi udah bilang, kita bukan teman lagi!"


"Tapi aku punya salah apa sih? Aneh kan kalau kita putus pertemanan padahal diantara kita tidak ada yang bersalah?"


"Menurut aku kamu itu salah, tapi kamu belum sadar apa kesalahan kamu itu!"


Shae benar-benar bingung dengan omongan yang dibilang oleh Mila. Dirinya bersalah? Tapi apa?


"To the point aja salahku apa? Biar aku cepat sadar kalau ternyata aku punya salah sama kamu?"


"Udahlah! Suatu saat kamu juga akan tahu sendiri. Mulai detik ini juga kamu aku depak dari The Suamas Band! Kamu tidak akan menyanyi lagi bareng kita!"


Shae memegang kedua tangan Mila, Shae tidak mau dirinya didepak dari band yang selama ini menjadi tempat untuknya berkreatifitas bernyanyi bersama menghibur banyak orang.


"Mil, aku mohon? Jangan depak aku dari The Suamas Band. Aku udah sayang banget sama band kita Mil?"


"Bodo amat lah! Kan yang megang Band itu aku, ya suka-suka akulah mau lakuin apa. Intinya mulai sekarang kamu sudah tidak menjadi bagian dari Band ini lagi! Aku yang akan menggantikan posisi kamu sebagai vocalis! Suara aku nggak kalah keren kok bahkan aku ngerasa kalau sebenarnya suara aku jauh lebih bagus daripada suara kamu! Bye!" bentak Mila kemudian mendorong Shae sampai Shae terjatuh diatas rumput.


"Aw, Mila! Milaaa! Jangan depak aku dari band kita Mil! Aku mohon!" teriak Shae sedih dan kemudian menangis.


Namun hati Mila yang sudah buta akan rasa cemburu itu sama sekali tidak peduli lagi terhadap Shae. Padahal selama ini pemasukan terbesar Shae adalah dari hasil menyanyi bareng The Suamas Band.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2