
Tak berselang lama Shae mendengar seseorang melangkah menuruni anak tangga. Shae yakin pasti dia adalah Clay. Langkah sepatunya terdengar semakin kuat, sebentar lagi wajah baik dan tampan itu akan kembali berjumpa dengannya. Shae langsung berdiri buat menyambut sang pemilik rumah.
Benar, itu adalah Clay. Clay terlihat semakin tampan dan rapi dengan gaya rambut terbarunya yang simple. Melihat yang datang Shae, awalnya Clay menjadi diam terpaku, menatap Shae dengan tatapan kaget.
"Clay, kamu apa kabar?" tanya Shae seraya tersenyum.
"Oh, kabarku baik. Gimana dengan kabar kamu?" tanya Clay sembari melangkah kedepan lalu duduk diatas sofa yang wangi dan empuk. Shae juga kembali duduk. Mereka berdua akan segera melakukan perbincangan.
"Kabarku baik, aku sehat. Ngomong-ngomong rumah baru kamu ini nyaman banget ya? Viewnya juga indah, disekitar bukit yang hijau dan nyegerin mata gitu. Rasanya aku juga pengin tinggal di tempat yang seperti ini."
"Alhamdulillah dengan semua ini. Udah cukup lama kita gak bertemu ya Shae?"
"Iya Clay. Aku tahu lokasi rumah baru kamu dari ibu kamu. Ngomong-ngomong aku menyesal sekali udah memilih jalan itu dalam membangun karirku sebagai seorang publik figure."
"Menyesal? Bukannya dulu kamu lebih memilih itu dibandingkan diriku?"
"Iya, sekarang aku mau minta maaf sama kamu. Ternyata Radith itu pria bajingan. Pria sialan yang bener-bener bikin aku kecewa banget. Aku gak mungkin cerita apa yang dia lakuin karena aku gak mau membuka aibnya, tapi menerima gimmick kemudian berpacaran dengan dia adalah penyesalan terbesar dalam kamus hidupku. Clay, apa kamu bersedia maafin aku?"
Clay tersenyum.
"Aku bukan orang pendendam Shae. Aku maafin kamu. Habis ini jangan pernah lagi salah dalam mengambil keputusan ya?"
"Iya Clay, makasih, kamu adalah orang yang sangat baik. Habis ini pasti aku akan mempertimbangkan matang-matang dalam mengambil keputusan, gimana dampak panjangnya."
"Bagus kalau begitu." ucap Clay.
Shae terdiam. Shae merasa agak bingung dan takut buat menyatakan kalau sebenarnya Shae ingin kembali dekat dengan Clay. Karena Clay adalah pria yang sangat baik. Tapi apa mungkin Clay masih mau menerima dirinya?
"Shae, kok kamu diam? Kenapa?" tanya Clay.
"Aku, aku,"
"Aku apa?"
"Aku ingin ngomong gini tapi aku merasa gak berani."
"Ayolah, ngapain gak berani? Utarakan apa yang ingin kamu ucapkan?"
"Aku, aku masih ingin balikan sama kamu Clay. Karena kamu adalah orang yang baik. Tapi, apa kamu masih mau balikan sama aku? Maaf kalau aku lancang, tapi aku yakin pasti kamu gak akan mau balikan sama aku karena aku udah pernah ngecewain kamu."
Clay terdiam, wajahnya berubah menjadi datar. Shae menggigit bibir bawahnya, merasa malu karena udah berani ngomong gitu.
"Sebenarnya, aku mau balikan sama kamu. Itu akan terjadi jika aku adalah seorang pria yang tidak setia kepada pasangannya."
"Maksudmu apa Clay?"
Terdengar suara sepatu hak tinggi yang melangkah menuruni anak tangga. Shae mendengar langkah itu dengan seksama. Seorang wanita cantik terlihat menuruni tangga. Dia cantik sekali. Shae merasa minder jika wanita cantik itu duduk didekatnya.
__ADS_1
"Sayang?" ucap wanita itu lalu duduk disamping Clay.
Shae menunduk. Shae mengerti maksud dari ucapan Clay barusan bahwa sebenarnya, Clay sudah punya pasangan.
"Sayang, itu Shae Puspita kan? Penyanyi terkenal itu loh?" tanya wanita itu menatap Shae dengan tatapan terkejut.
Shae menatap kearah wanita itu memberikan senyuman untuknya seraya mengangguk.
"Iya sayang, dia adalah teman kuliahku dulu." jawab Clay.
Wanita itu langsung berlari pelan lalu duduk disamping Shae.
"Aku gak nyangka banget kamu datang kesini dan ternyata kamu adalah teman kuliah suamiku."
"Suamimu? Jadi Clay udah menikah sama kamu?"
"Iya Shae. Kita menikah sebulan yang lalu. Aku bahagia banget menikah sama Mas Clay. Dia sangat baik, penyanyang, dan pastinya setia sama aku."
"Nama kamu siapa?"
"Namaku Desi."
"Desi, kamu adalah wanita yang sangat beruntung punya suami sebaik Clay. Clay memang orang yang baik. Dulu sewaktu aku masih kesusahan dia suka bantuin aku. Clay juga beruntung menikah dengan wanita secantik dan sebaik kamu Desi." ucap Shae sembari berkaca-kaca.
Desi menghapus air mata yang mengalir di wajah Shae. Desi bingung kenapa Shae sampai menangis seperti ini?
Shae mengangguk.
"Iya aku terharu banget, selamat ya Desi, Clay?"
Clay juga rasanya ingin menangis tapi Clay menahannya. Clay mengedipkan matanya berkali-kali dengan kuat, tujuannya agar jangan sampai menangis. Clay tahu betapa sedihnya hati Shae ketika mengetahui ternyata dirinya sudah menikah dengan Desi.
"Kalau gitu aku harus pergi sekarang. Aku malam ini ada show di Bandung. Sampai ketemu lagi ya Desi, Clay?" ucap Shae.
"Hati-hati dijalan ya Shae? Oh iya, aku boleh gak?"
"Boleh apa Desi?"
"Boleh minta foto?"
"Ya boleh lah. Maaf ya beberapa waktu yang lalu aku memang kena star syndrom tapi sekarang aku udah berubah kok."
"Wah, makasih banget Shae, idolanya akuh?"
Lantas Desi dan Shae berfoto bersama.
"Mas Clay, kamu ngapain duduk terus disitu? Kamu gak mau ikutan foto kah? Jarang-jarang loh ada penyanyi terkenal dateng kesini?" ajak Desi.
__ADS_1
Clay pun mengangguk lalu ikutan berfoto. Setelah itu Shae pergi dari rumah Clay. Shae menangis banget didalam mobilnya.
"Nona, ada apa lagi?" tanya sang sopir.
"Gapapa Pak. Aku sedang menangisi penyesalan terbesar dalam hidup aku. Sekarang bawa aku kembali ke apartemen ya?"
"Iya nona."
***
Di dalam kamar apartemen, Shae terus menerus menangis sembari mengingat kenangan yang indah bersama Clay dulu. Sekarang semua itu hanya akan menjadi kenangan saja. Clay akan menjadi kenangan yang terindah dalam hidupnya.
"Selamat tinggal Clay, aku emang manusia yang bodoh udah sia-siakan dan ninggalin pria sebaik kamu. Sekarang apa yang aku ingin kembali, sudah menjadi hak dari wanita lain." ucap Shae sembari memejamkan kedua matanya.
***
1 Tahun Kemudian
Shae kembali menjadi penyanyi yang terkenal seperti dulu. Shae masuk dalam daftar penyanyi papan atas di Indonesia. Karirnya semakin moncer. Tawaran manggung berdatangan darimana saja bahkan dari luar negeri sekalipun. Lagu-lagu barunya selalu meledak di pasaran.
Kekayaan Shae semakin bertambah banyak. Sekarang hidup Shae adalah untuk fokus berkarya dan juga hidup bahagia bersama sang ayah. Suatu ketika, saat Shae dan ayahnya sedang berjalan-jalan mengelilingi jalanan kota, mereka berdua melihat Bu Rianti, Evi, dan Rachel yang tengah berjalan dengan raut wajah sedih dipinggir jalan. Shae menyuruh sopir buat berhenti sejenak lalu Shae keluar dari dalam mobil buat menghampiri mereka.
"Mah, Evi, Rachel?" panggil Shae.
Mereka bertiga menoleh kearah Shae tapi mereka merasa malu. Mereka bertiga melangkah cepat buat menghindari Shae tapi Shae mengejar mereka. Mereka bertiga pun berhenti.
"Kalian kenapa?" tanya Shae sembari melihat pakaian mereka yang terlihat lusuh dan jelek.
"Udahlah, kamu gak usah sok peduli! Kamu pasti senang kan lihat hidup kita yang sekarang hancur seperti ini?" tanya Evi suudzon.
"Hancur kenapa? Cerita sama aku? Biar gimanapun, kalian pernah menjadi bagian dari keluarga aku." tanya Shae.
Bu Rianti menangis.
"Ceritanya panjang. Aku dekat dengan seorang pengusaha kaya raya, aku mau dinikahi, tapi ternyata dia sudah punya istri dan istrinya melarang lalu pengusaha kaya itupun ninggalin aku. Sekarang, hidup kita bertiga luntang-lantung gak jelas. Menyuruh Evi dan Rachel mencari pekerjaan, mereka adalah anak-anak yang malas. Tidak seperti kamu Shae, yang rajin. Maafin mama kalau dulu mama memang banyak jahat sama kamu. Mungkin ini hukuman buat mama, Evi, dan Rachel atas segala kejahatan yang pernah kita lakukan." ucap Bu Rianti dengan tulus meminta maaf kepada Shae.
"Mama kenapa sih? Mama kok mau minta maaf sama dia? Nurunin harga diri kita aja? Udah yuk mah, kita pergi aja dari sini?" ajak Rachel seraya menarik tangan Bu Rianti.
Bu Rianti menampar wajah Rachel dan Evi.
"Kalian berdua ini harus minta maaf sama Shae! Kalian berdua udah banyak berbuat salah sama dia! Cepat!" paksa Bu Rianti dengan nada tinggi.
"Gak mau mah! Mama ini gimana sih! Jangan maksa kita dong!" tolak Evi merasa gengsi.
"Udah mah, jangan paksa mereka kalau mereka belum mau minta maaf. Yang penting mama udah mencoba minta maaf kepadaku dengan tulus. Aku maafin mama kok." ucap Shae tulus.
Bu Rianti menangis karena memang bu Rianti tulus minta maaf kepada Shae. Kemudian mereka berdua berpelukan. Melihat ibunya yang seperti itu, lama-lama hati Evi dan Rachel juga tergerak buat melakukan hal yang sama. Mereka berdua pun turut minta maaf dengan tulus kepada Shae juga Pak Farhan, setelah apa yang mereka lakukan selama ini, betapa jahat dan liciknya mereka bertiga. Tapi Shae dan Pak Farhan tidak dendam, dan Shae akan membantu perekonomian mereka dengan memberi mereka lapangan pekerjaan.
__ADS_1
TAMAT