STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL

STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL
Perkataan Yang Nyelekit


__ADS_3

"Clay, kamu masih disini?" tanya Shae terkejut.


Rasa kesepian yang selalu dialami oleh Shae selama ini seketika selalu hilang karena ada Clay.


"Nggak usah terkejut kaya gitu lah. Aku cuma mau memastikan keselamatan kamu saja. Kamu kan seorang wanita. Ayo aku antar kamu pulang ke kost?"


Sejenak ekspresi wajah Shae dari yang tadinya ceria mendadak berubah menjadi sedih karena terharu akan kebaikan seorang Clay. Shae kembali memeluk laki-laki baik hati itu.


''Sahabat sejatiku." isak Shae dalam pelukan Clay.


Lagi-lagi Clay kembali merasakan nyaman akan getaran cinta yang ia miliki kepada Shae. Clay membalas pelukan Shae dengan pelukan yang hangat juga sembari tersenyum tampan.


Namun Shae baru tersadar kalau dirinya sudah dua kali pada hari ini memeluk tubuh Clay. Shae baru sadar dan merasa sikapnya sudah terlalu berlebihan.


"Aduh, maafin aku ya? Aku cuma refleks aja Clay! Bukan maksud aku mau gimana-gimana duuh gak sopan banget sih kamu, Shae!" geram Shae kepada dirinya sendiri seraya menoyor dahinya.


"Kamu lucu deh Shae kalau lagi panik kaya gitu, hahaha."


"Yeeeh malah ketawa!"


"Gimana tadi les vokalnya?"


"Les vocal berjalan dengan baik. Coach memuji teknik bernyanyiku saat berusaha mencapai nada tinggi. Katanya nada tinggi yang aku miliki ini udah sekelas Ariana Grande. Melengking dengan indah dan bening Clay. Tapi tadi aku lihat peserta latihan yang lain mereka pada dimarahi sama coach. Aku kasihan sama mereka. Sepertinya mereka terlalu memaksakan diri buat menjadi penyanyi. Padahal menurut aku yang bukan apa-apa ini suara mereka terdengar sumbang. Aku juga kasihan sama coach Lusi melatih orang yang suaranya seperti mereka pasti akan terasa beban yang berat."


Clay tersenyum kemudian mengulurkan tangannya untuk dipegang oleh Shae.

__ADS_1


"Kamu memang calon penyanyi yang hebat. Ayo kita pulang?" ajak Clay sembari tersenyum manis.


Shae melihat uluran tangan itu. Bagi Shae entah kenapa wajah Clay sore ini terlihat lebih menarik daripada biasanya. Entah ini cuman perasaannya saja atau memang ada sesuatu yang lain yang ada pada dirinya. Sesuatu yang masih sulit untuk dijelaskan? Apakah Shae mulai merasa nyaman juga dengan sosok sahabatnya sedari kecil ini?


Kemudian mereka berdua pun pulang naik motor Clay seperti biasa. Motor yang selalu menemani hari-hari mereka ketika berangkat maupun kembali. Tidak butuh waktu lama buat mereka berdua sampai didepan kost.


Seorang wanita tengah duduk diatas kursi didepan bangunan kost besar itu. Dia adalah sang pemilik kost. Tiba-tiba ibu pemilik kost yang sedang duduk manis didepan kost itu berjalan menghampiri mereka.


Di rambutnya banyak sekali catokan dan di wajahnya ada sebuah masker putih yang terbuat dari putih telur.


"Ah selamat datang? Shae, kamu beruntung banget loh punya pacar sebaik dia. Duuh, rasanya saya jadi pengin kembali jadi anak muda. Seandainya waktu bisa diputar saya ingin kembali menjadi anak muda dan memilih pasangan yang benar-benar tepat menjadi pasangan saya, menjaga saya dengan baik. Mencintai saya dengan tulus dan tentu saja setia." tutur ibu pemilik kost itu curhat tentang cinta.


"Duh ibu ini salah mengira. Aku sama Clay cuma teman biasa kok bu nggak lebih dari itu." sahut Shae tersipu malu.


Kebetulan Clay dan Shae masih duduk diatas motor bahkan kedua tangan Shae masih memeluk perut Clay dengan nyaman.


"Iya aku ngerti bu." jawab Shae kemudian turun dari atas motor. Ekspresi merasa malunya benar-benar terlihat jelas setelah barusan disinggung ibu kost soal memeluk perut Clay itu.


"Clay makasih ya udah anterin aku pulang? Kamu hati-hati dijalan ya?"


"Iya Shae."


Ketika Clay mulai memasang helmnya lagi, tiba-tiba ibu kost itu kembali berbicara. Tapi pembicaraannya kali ini terdengar menyayat hati.


"Tapi sayangnya kamu terlalu istimewa untuk teman kamu ini nak Clay. Masih banyak wanita cantik diluaran sana yang lebih pantes mendampingi kamu sebagai seorang kekasih." kata ibu kost itu membuat suasana mendadak berubah menjadi hening.

__ADS_1


Shae menundukkan kepalanya ke bawah. Rasa minder itu kembali menyerang dirinya. Lalu Clay, Clay menatap ibu kost itu dengan tatapan dingin. Tapi ibu kost itu belum juga nyadar kalau Clay itu sedang marah besar. Marah besar karena ibu kost berani sekali membuat Shae kembali bersedih.


"Kalau kamu sama anak saya aja gimana? Dia cantik juga loh persis kaya emaknya ini, hahaha." kata ibu kost itu dengan penuh percaya diri.


"Buat apa cantik kalau hatinya gak cantik. Lebih baik sama yang biasa aja tapi hatinya cukup untuk membuat saya jatuh cinta kepadanya." jawab Clay dingin kemudian Clay menyebut nama Shae.


"Shae?"


Mendengar panggilan dari Clay, Shae bergegas menatap wajah Clay.


"Jangan diambil hati. Masuk kuping kiri keluar kuping kanan ya? Laler itu dimana-mana selalu bising dan menganggu suasana kan?" tukas Clay menyindir ibu kost yang rempong itu.


Shae tersenyum kemudian melangkah kedalam kost.


"Laler? Maksud kamu apa nak ganteng? Perasaan disini lagi nggak ada laler deh." tanya ibu kost tersebut kebingungan.


"Kata siapa lagi nggak ada laler? Itu lalernya lagi pake masker, heheheh saya permisi dulu ya bu?" cakap Clay terkekeh kemudian mulai melajukan motornya pergi.


"Laler pakai masker? Emang bisa ya? Hmm, masker ya? Loh kan sekarang aku lagi pakai masker? Apa maksud anak ganteng itu aku laler? Kurang ajar anak itu! Kuwalat kamu nak udah ngatain orang tua! Ganteng-ganteng tapi kurang ajar kamu ya! Cantik gini dibilang kaya laler gimana sih otak anak itu." gerutu ibu kost itu kesal kemudian dirinya kembali duduk diatas kursi depan bangunan yang berpenghuni banyak wanita itu.


Didalam kamarnya Shae tengah terduduk sedih sembari memeluk boneka panda. Boneka panda kecil ini adalah hadiah dari Clay sewaktu dulu dirinya berulang tahun yang ke 18.


Shae kembali mengingat dan tersentuh mendengar perkataan Clay yang tadi yaitu kata-kata soal masuk kuping kiri dan keluar lewat kuping kanan. Itu artinya Shae disuruh sama Clay buat tahan banting atau tidak terlalu mempedulikan orang-orang yang membully dirinya. Shae mengangguk diiringi tangisan air mata.


"Baik Clay, aku akan berusaha menerapkan dukungan yang kamu berikan itu. Bagi aku kamu adalah sosok yang paling menginspirasi aku. Aku harus bisa membentuk mental yang kuat karena kehidupan ini amat keras tantangannya." ucap Shae seraya menatap boneka panda kecil itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2