STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL

STAR SYNDROM PENYANYI TERKENAL
Perjuangan Akan Terasa Berat


__ADS_3

"Gimana ini? Mila akan menjadi saingan aku dalam kompetisi ini. Tantangan akan semakin berat karena Mila itu musuh aku. Dia membenciku gara-gara Clay lebih membela aku daripada dia. Suara Mila sepengetahuanku suara juga lumayan bagus tapi permainan gitar dia memang bagus sih bisa jadi itu adalah kekuatan dia. Dengan adanya Mila disini, perjuangan aku akan semakin berat." batin Shae berbicara panjang seraya menatap heran kepada Mila.


***


Singkat waktu siang hari pun telah tiba. Hari ini memang hari pertama semua kontestan menjalani masa karantina mereka. Siang ini semua kontestan diantarkan oleh ibu asrama bernama bu Hesti menuju kamar mereka masing-masing. Setiap kamar berisi ruangan dengan ukuran luas berisi tiga ranjang yang berjejeran rapi didalamnya.


Naasnya, Shae ditempatkan di kamar yang sama dengan Mila.


Ada satu peserta lagi yang ditempatkan di kamar yang sama dengan Mila dan Shae. Namanya Ambar, gadis bermata belo dengan rambut berwarna pirang kecoklatan. Warna suaranya terdengar berkarakter kuat sehingga suara Ambar mudah dikenali ketika dirinya sedang menyanyi.


"Kalian bertiga tinggal dan tidur di kamar ini. Ingat ya, setiap jam 10 malam kalian sudah harus tidur. Kesehatan adalah nomor satu bagi para peserta lomba seperti kalian!" titah tegas bu Hesti didepan Shae, Mila, dan Ambar.


"Baik bu Hesti." jawab mereka bertiga kompak.


Kemudian bu Hesti keluar dari dalam kamar mereka. Mila berjalan dengan gaya mengendap-endap menuju pintu mengintip bu Hesti yang tengah melangkah pergi. Jika ibu asrama itu sudah hilang dari pandangannya, Mila akan langsung menindas Shae saat ini juga. Shae tidak merasa heran dengan sikap Mila, Shae tahu setelahnya akan terjadi hal apa.


"Hai? Salam kenal ya?" ucap Ambar ramah kepada Shae.


Ambar mengajak Shae berjabat tangan, mereka berdua saling melemparkan senyuman satu sama lain.


"Salam kenal juga." balas Shae ramah.


Shae merasa senang karena teman sekamar yang satu lagi adalah orang yang baik dan ramah seperti Ambar. Meski yang satu lagi itu adalah orang yang membencinya yaitu Mila.

__ADS_1


Setelah bu Hesti sudah hilang dari pandangan Mila, Mila bergegas menutup pintu kemudian Mila menatap nyalang kepada Shae. Shae sadar dirinya tengah ditatap dengan penuh kebencian oleh Mila. Ambar merasa heran dengan sikap Mila yang seperti tidak menyukai Shae. Tapi Ambar tetap mau berkenalan dengan Mila. Ambar berjalan kedepan Mila.


"Hai, salam kenal? Aku Ambar. Kamu?"


"Gak usah sok akrab lu! Lu sama aja kaya dia! Sama-sama busuk dan muna!" ucap Mila kejam seraya menunjuk kasar kearah Shae.


Shae tidak akan tinggal diam ketika dirinya dijelek-jelekan seperti itu. Shae ikut melaju kedepan Mila kemudian Shae memegang tangan Mila. Shae memelintir tangan Mila sebagai bentuk pelajaran untuk si Mila supaya Mila tidak bersikap seperti itu lagi.


"Stop jelek-jelekin aku! Sekarang ini bukan saatnya untuk saling menjelekkan satu sama lain! Sekarang adalah waktunya untuk berjuang mengharumkan nama kita masing-masing karena kita berdiri disini bukan untuk menindas orang lain." tutur Shae bijak dengan tatapan yang sangat serius.


Mila menepis pegangan tangan Shae yang begitu kuat. Mila tidak terima tangannya dipelintir oleh Shae karena itu barusan mengakibatkan rasa sakit di area lengannya. Mila membalas Shae dengan menjambak rambut Shae  dengan jambakan yang cukup kuat.


"Cukup hentikan!" teriak Ambar panik kemudian Ambar membantu Shae dengan menendang perut Mila hingga Mila tersungkur ke lantai.


Mila menatap Shae dan Ambar dengan tatapan penuh kebencian. Disisi lain meski Shae merasa tidak suka dengan sikap kasar Mila, Shae mengulurkan salah satu tangannya untuk Mila raih atau bisa disebut Shae ingin membantu Mila berdiri. Tapi Mila tidak sudi dan menepisnya dengan sombong. Mila berdiri dengan perlahan kemudian Mila menaruh kopernya didekat lemari pakaian.


"Shae, kamu nggak apa-apa kan? Nasib malang buat kita berdua sekamar sama cewek bar bar kaya dia!" ucap Ambar kesal seraya menatap tajam kearah Mila yang tengah berdiri didekat lemari.


Mila tidak terima dibilang seperti itu oleh Ambar, kemudian Mila menunjuk wajah Ambar dengan disertai tatapan nyalang.


"Cari perkara ya lo! Mau gue abisin lo sekarang juga, hah!?" sahut Mila sangat emosi.


"Gue gak pernah takut sama lo!" balas Ambar berani.

__ADS_1


Ambar akan maju kedepan buat melawan Mila tapi Shae buru-buru memegang kuat lengan Ambar.


"Sudahlah jangan diladenin, mendingan kita fokus aja sama kompetisi ini. Kita asah diri kita masing-masing karena tujuan kita berada disini bukan untuk cari keributan, melainkan berjuang mengharumkan nama kita masing-masing dan berjuang untuk menjadi bintang baru dalam dunia musik pop Indonesia." kata Shae dengan bijaksana kemudian Ambar pun mengurungkan niatnya buat berkelahi dengan Mila.


"Dasar cewek sok iye lo semua!" sindir Mila, geram kepada Shae dan Ambar.


***


Singkat waktu semua kontestan akan segera mendapatkan jadwal tampil dan juga pembagian grup mereka masing-masing. Itu akan diumumkan saat 30 kontestan tampil di konser perkenalan tiga hari lagi live di KM-TV pada hari Rabu pukul 20.00 WIB.


Mulai dari sekarang Shae merasa harus menyiapkan kondisi fisik yang prima karena kesehatan adalah yang paling utama demi menunjukkan penampilan terbaiknya.


Hampir setiap pagi ke 30 kontestan selalu melakukan aktifitas olahraga diluar asrama. Entah lari pagi, push up, dan lain sebagainya. Kesehatan para kontestan sangat diperhatikan oleh penyelenggara acara.


Rating kompetisi IMPC Academy selalu bagus pada setiap musimnya dan ini adalah musim ke sepuluh kompetisi tersebut diselenggarakan setelah tahun sebelumnya lewat kompetisi IMPC Academy yang telah berhasil mencetak sang juara bernama Tasya Putri Anandita yang berasal dari Jawa Tengah, sekarang Tasya sudah sukses menjadi penyanyi dengan banyak lagu hits populer di belantika musik nasional.


Bahkan Tasya akan didapuk oleh pihak TV untuk menjadi salah satu juri yang menilai penampilan para kontestan.


Singkat waktu malam perkenalan ke 30 kontestan pun tiba. Shae tengah duduk tegang di ruang make over para kontestan. Shae tegang karena Shae merasa tidak percaya diri. Shae tidak percaya diri karena merasa dirinya adalah yang paling tidak menarik dari semua kontestan perempuan.


"Aku akui kalau aku adalah kontestan perempuan yang paling tidak cantik. Tapi semoga orang-orang yang menyaksikan aku pada malam perkenalan nanti, mereka akan tertarik mendukungku bukan karena penampilan aku, tapi karena kualitas suaraku." harap Shae dari hatinya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2